Inflasi serta krisis utang Eropa masih menopang emas
Jakarta, Strategydesk - Ancaman inflasi serta krisis utang yang masih melilit zona euro masih bisa mendorong harga emas untuk melanjutkan rebound, karena perannya sebagai lindung nilai.
Kemarin, para pejabat keuangan di kawasan zona euro terus berjuang untuk memecahkan kebuntuan untuk menyelematkan Yunani agar tidak default.
Para pejabat tersebut kemungkinan akan memakan waktu yang lama untuk mencapai kata sepakat.
Di saat yang sama, ancaman inflasi juga mencuat menyusul data inflasi China yang mengalami fase tercepat sejak tahun 2008.
Kekhawatiran inflasi, serta kecemasan akan masalah krisis kredit yang melanda zona euro akan menjadi sentimen positif buat emas. Emas bisa berperan sebagai sarana lindung nilai atas inflasi sekaligus menjadi asset safe haven.
Di tahun ini, logam mulia tersebut telah mengalami kenaikan sebesar 7,4%, dan membuat rekor baru di $1.557,57, yang diraih pada 2 Mei. Investor individu, dana pension serta bank sentral memborong logam mulia tersebut untuk sarana lindung nilai di tengah melemahnya dolar, gejolak keuangan yang terjadi di Eropa, serta tingginya tingkat inflasi.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dollar masih kuat, emas kian terpuruk
- Bernanke ancam laju IHSG
- Koreksi DJI, IHSG Sulit Tembus 4.025
- Inflasi serta krisis utang Eropa masih menopang emas
- Mampukah IHSG jauhi support 3.770
- Energi topang Hang Seng
- Saham Asia coba bangkit awal pekan ini
- Laju saham Asia menguat terbatas
- Inflasi China hambat laju saham Asia
- Wall Street gairahkan saham Asia
- Saham Asia masih rentan
- Kejatuhan bursa Asia terbatas
- Kejatuhan bursa Asia masih terbatas
- Laju bursa Asia tertahan
- Kejatuhan bursa utama Asia terbatas



