Inflasi lebih rendah dari prediksi
Jakarta, Strategydesk - Inflasi selama Agustus ternyata lebih rendah dari prediksi. Namun, BI tetap memperkirakan inflasi tahun ini akan di atas targetnya.
Inflasi di periode tersebut naik 0,76%, lebih rendah dari prediksi 1%, menurut laporan BPS hari ini. Secara tahunan, inflasi naik 6,44%, juga lebih rendah dari prediksi 6,99%. Selama Januari-Agustus, inflasi naik 4,82%.
Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS Subagio Dwijosumono mengatakan kenaikan inflasi didorong oleh pangan dan energi. Kenaikan harga makanan seperti beras, dan kenaikan TDL, mendorong harga di Agustus. Inflasi inti, yang tidak memasukan harga pangan dan energi, naik 0,52% per bulan dan 4,53% per tahun.
Meski inflasi bulan ini lebih rendah dari prediksi, BI tetap memandang inflasi tahun ini akan melebihi target. Hal itu dikatakan oleh Deputi Gubernur Hartadi Sarwono. Menurutnya, faktor puasa masih mempengaruhi inflasi bulan ini.
Namun, ia menegaskan BI belum berencana untuk menyesuaikan kebijakan moneternya. Ia mengatakan pihaknya akan melihat dulu tingkat perubahan inflasi sebelum mengubah rate-nya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



