Inflasi China naik 5,5%

Tanggal November 09, 2011 / 12:05 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Inflasi China melambat signifikan bulan lalu, memberi ruang ke Beijing untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya, di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global.

Inflasi naik 5,5% selama Oktober dari tahun lalu, lebih rendah dibandingkan 6,1% pada September, menurut data badan statistik setempat.  Angka terbaru itu sesuai dengan prediksi banyak analis. Data ini memperkuat ekspektasi inflasi sedang dalam tren menurun dan semakin membuka peluang untuk penyesuaian kebijakan.

Namun, banyak ekonom yang masih belum yakin pelonggaran kebijakan secara substansial dapat terjadi dalam waktu dekat, seperti pemangkasan suku bunga atau Giro Wajib Minimum (GWM). Ekonom dari Bank of America- Merril Lynch, Lu Ting, mengatakan China kemungkinan melanjutkan penggunaan alat lain, termasuk penyuntikan likuiditas ke pasar keuangan melalui bank sentral dan dukungan pembiayaan untuk proyek publik seperti konstruksi rel.

Para pemimpin China juga tetap waspada soal inflasi. Perdana Menteri Wen Jiabao mengatakan dalam kunjungannya di Rusia minggu lalu bahwa meski inflasi turun, upaya untuk meredamnya akan menghadapi tantangan ketika musim dingin.
Harga pangan turun, seperti yang diharapan, dengan indeks komponen harga pangan naik 11,9% dari tahun lalu, lebih rendah dibandingkan 13,4% di September. Harga daging babi naik 39% di Oktober setelah melonjak 44% bulan sebelumnya.

Badan statistik juga melaporkan indeks harga produsen, indikator yang menggambarkan kondisi harga dari sisi produsen, melambat tajam. Indeks PPI naik 5,0% selama Oktober dari tahun lalu, melambat dari 6,5% di September dan di bawah prediksi 5,8%.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account