Inflasi China naik 4,5%

Tanggal February 09, 2012 / 11:08 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Inflasi China melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir di Januari, menambah tekanan ke Beijing untuk mengendalikan harga justru di saat pertumbuhan ekonomi terindikasi semakin melambat.

Inflasi selama bulan lalu naik 4,5% dari periode sama tahun lalu, data resmi menunjukkan hari ini, mencerminkan efek liburan Imlek yang mendorong harga konsumen. Harga pangan meroket karena lonjakan 25% harga daging babi, makanan pokok di China. Sebenarnya, inflasi melambat ke 4,1% di Desember berkat upaya pemerintah meredam kredit dan harga properti. Sebelum Januari, inflasi telah melambat selama lima bulan berturut-turut setelah menembus 6,5% pada Juli.

Para analis mengatakan liburan Tahun Baru Imlek, atau yang disebut Festival Musim Semi, ternyata datang lebih awal tahun ini dan menyebabkan distorsi pada data bulanan. Pembelanjaan ritel biasanya melonjak selama festival itu, yang merupakan perayaan terbesar kalender China, karena konsumen membagi-bagikan makanan dan hadiah ke kerabat dan kawan. Perayaan Imlek, yang biasanya jatuh pada Februari, tahun ini lebih cepat sebulan.

Kenaikan tajam ini bisa memperumit upaya pemerintah merangsang pertumbuhan yang melambat ke 8,9% pada kuartal keempat 2011, terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Para pemimpin China selama ini secara bertahap melonggarkan kebijakan dalam rangka membantu pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja di tengah perlambatan ekonomi global akibat krisis utang Eropa.

IMF dua hari yang lalu mengatakan proyeksi PDB China bisa terpangkas sebesar 4% bila kondisi di Eropa, mitra dagang terbesarnya, memburuk. Oleh karena itu, lembaga tersebut menyarankan China meluncurkan kembali stimulus ekonomi untuk meredam efek krisis Eropa.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account