Inflasi China naik 4,5%
Jakarta, Strategydesk - Inflasi China melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir di Januari, menambah tekanan ke Beijing untuk mengendalikan harga justru di saat pertumbuhan ekonomi terindikasi semakin melambat.
Inflasi selama bulan lalu naik 4,5% dari periode sama tahun lalu, data resmi menunjukkan hari ini, mencerminkan efek liburan Imlek yang mendorong harga konsumen. Harga pangan meroket karena lonjakan 25% harga daging babi, makanan pokok di China. Sebenarnya, inflasi melambat ke 4,1% di Desember berkat upaya pemerintah meredam kredit dan harga properti. Sebelum Januari, inflasi telah melambat selama lima bulan berturut-turut setelah menembus 6,5% pada Juli.
Para analis mengatakan liburan Tahun Baru Imlek, atau yang disebut Festival Musim Semi, ternyata datang lebih awal tahun ini dan menyebabkan distorsi pada data bulanan. Pembelanjaan ritel biasanya melonjak selama festival itu, yang merupakan perayaan terbesar kalender China, karena konsumen membagi-bagikan makanan dan hadiah ke kerabat dan kawan. Perayaan Imlek, yang biasanya jatuh pada Februari, tahun ini lebih cepat sebulan.
Kenaikan tajam ini bisa memperumit upaya pemerintah merangsang pertumbuhan yang melambat ke 8,9% pada kuartal keempat 2011, terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Para pemimpin China selama ini secara bertahap melonggarkan kebijakan dalam rangka membantu pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja di tengah perlambatan ekonomi global akibat krisis utang Eropa.
IMF dua hari yang lalu mengatakan proyeksi PDB China bisa terpangkas sebesar 4% bila kondisi di Eropa, mitra dagang terbesarnya, memburuk. Oleh karena itu, lembaga tersebut menyarankan China meluncurkan kembali stimulus ekonomi untuk meredam efek krisis Eropa.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



