Indonesia akhirnya raih investment grade
Jakarta, Strategydesk - Indonesia akhirnya berhasil meraih kembali status investment grade, setelah 14 tahun lamanya, karena dianggap mampu menjaga stabilitas ekonomi dan finansial di tengah gejolak ekonomi global.
Lembaga yang memberi status itu adalah Fitch Ratings, dengan menaikkan rating Indonesia ke BBB- dari BB+, dengan outlook stabil. Indonesia kehilangan status itu pada Desember 1997, ketika krisis Moneter Asia. Rating ini menempatkan Indonesia satu level dengan India.
“Kenaikan rating ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan stabil, utang yang rendah, likuiditas berlimpah dan kerangka kebijakan makro yang tepat,” kata Phillip McNicholas, direktur Asia- Pacific Sovereign Ratings di Fitch dalam pernyataan resminya. Menurut Fitch, ekonomi Indonesia yang berorientasi domestik dan keberhasilan menjaga stabilitas pertumbuhan tanpa menyebabkan ketidakseimbangan eksternal, atau ketergantungan pada pembiayaan jangka pendek, mengindikasikan prospek ekonomi tetap kuat mengadapi gejolak global, seperti pada 2008. Fitch juga mengatakan suku bunga yang relatif seimbang akan memberi otoritas fleksibilitas dalam merespon perlambatan ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai di atas 6% per tahun smapai 2013, didukung oleh permintaan domestik yang tinggi. Bank Dunia memproyeksikan PDB Indonesia tumbuh 6,2% tahun depan dan tetap optimis dengan prospeknya meski ada ketidakpastian global. Lembag lain seperti IMF juga memprediksikan pertumbuhan di kisaran 6%.
Sebagian besar kalangan, baik pejabat maupun pengamat, menyambut baik kenaikan rating ini dan berharap dapat menambah arus modal, terutama investasi asing langsung. Presiden SBY mengatakan kenaikan ini berarti Indonesia diakui oleh dunia internasional dan pemerintah tidak akan menyia-nyiakan peluang ini.
Gubernur BI Hartadi Sarwono memandang kenaikan peringkat ini merupakan bukti keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi. Ia berharap hal ini dapat memperkuat fundamental ekonomi dan reformasi struktural. “Kami sudah menunggu sejak lama akan kenaikan rating ini, buah dari upaya mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang konsisten dan cermat, “ kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



