Indikator Teknikal: Parabolic SAR
Parabolic SAR (Stop And Reverse) merupakan indikator yang dikembangkan oleh J Welles Wilder, yang juga merancang RSI dan DMI. Indikator ini digunakan untuk menentukan arah momentum harga aset dan titkik di mana momentum tersebut punya probabilitas besar berubah arah.
Berbeda dengan indikator lainnya, Parabolic SAR tidaklah bergentuk garis atau kurva, namun berbentuk titik. Salah satu aspek terpenting yang perlu diingat adalah posisi titik itu digunakan trader untuk menghasilkan sinyal, tergantung di mana letak titik itu terhadap pergerakan harga. Bila titik berada di bawah harga, maka kondisi pasar dianggap bullish dan trader akan mengambil posisi beli. Sebaliknya, bila titik berada di atas harga, maka kondisi pasar dianggap bearish dan dijadikan alasan untuk mengambil posisi jual.
Contoh Parabolic SAR
Selain itu, semakin jauh jarak antara titik SAR dan pergerakan harga, maka menandakan semakin kuat tren yang sedang berjalan. Sebaliknya, semakin dekat jarak antara titik dan harga, semakin lemah tren. Namun, perlu diingat bahwa indikator ini baik digunakan ketika pasar dalam kondisi trend. Bila pasar dalam kondisi konsolidasi atau ranging, cenderung menghasilkan sinyal yang tidak akurat.
Seperti indikator lainnya, disarankan untuk menggunakan SAR dengan metode analisa lainnya sebagai konfirmasi, baik untuk entry maupun exit.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- LONG EURO SHORT DOLLAR
- GOLD: EUFORIA TERBESAR SEJAK BOOMING MINYAK 2008
- Menjelang peluncuran kakao futures di BBJ
- Indikator Teknikal: Fibonacci Retracement
- Indikator Teknikal: Parabolic SAR
- Indikator Teknikal: Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- Reality Check (Mengenal ‘Angka Konsensus’ sebagai Standar Kinerja Emiten)
- Indikator Teknikal: Average Directional Movement Index (ADX)
- Moving Average Bag 2: Trading menggunakan MA
- Indikator Teknikal: Moving Average Bag. 1
- Dow Theory Bag. 3 (3 prinsip kedua Teori Dow)
- Dow Theory Bag.2
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 2)
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 1)
- Analis Teknikal: Dow Theory Bag. 1



