Indikator Teknikal: Moving Average Bag. 1
Ada beberapa tipe Moving average, yang semuanya digunakan untuk memperhalus pergerakan harga suatu instrumen keuangan dan mendapat gambaran lebih baik mengenai arah ke depan dengan menghilangkan distorsi. Selain itu, Moving average juga digunakan untuk mendapatkan level potensial support dan resistance, dan kadang digunakan beriringan untuk mendapatkan sinyal beli dan jual.
Sebelum membahas detilnya, mari kita tinjau dua tipe utama MA, yaitu Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).
SMA adalah bentuk dasar dari MA dan dihitung dengan mengambil serangkaian data masa lalu dan membaginya dengan jumlah data yang diambil, kemudian ditampilkan di grafik dengan sebuah garis. Alasan disebut Rata-Rata Bergerak (moving Average) karena setiap ada data baru, rata-ratanya bergerak ke depan dengan memasukan data baru itu dan membuang data paling awal.
Contoh, bila kita ingin menghitung rata-rata bergerak 10 hari trading, maka data 10 hari trading akan dirata-ratakan dengan 10 lalu ditampilkan dalam bentuk garis di grafik. Pada hari berikutnya, data hari tersebut akan dimasukan menjadi data terakhir, sedangkan data pertama yang mengisi persamaan dibuang, dan data kedua menjadi data pertama.
Berikut contoh perhitungan Moving Average

Data Berikutnya

Contoh Moving average dalam chart

Contoh di atas dijabarkan untuk memahami dasar perhitungan Moving average. Namun, setiap platform trading atau paket charting biasanya sudah memiliki fitur indikator tersebut, yang menghitung secara otomatis.
Exponential Moving Average (EMA)
Para pengkritik SMA berargumen Moving average terlalu sederhana karena memberi bobot yang sama pada tiap data. Mereka memandang data terbaru harus diberi bobot lebih besar dalam formula karena lebih relevan terhadap pergerakan harga ke depan.
Untuk memecahkan masalah ini, dibuatlah Exponential Moving Average (EMA), yang memberi bobot lebih besar terhadap data terbaru dalam menghitung rata-rata bergerak. Platform trading atau paket charting biasanya juga sudah menyediakan fasilitas indikator ini, namun, tidak ada salahnya formulanya dijelaskan.


Perbandingan SMA dan EMA
Ketika SMA dan EMA ditampilkan bersama, maka akan terlihat EMA bereaksi lebih cepat terhadap pergerakan harga.

Moving Average bisa dihitung dengan menggunakan periode berapapun, namun yang biasa digunakan adalah 200 hari dan 50 hari. Kadang ada juga yang menggunakan 15, 20 dan 100.
Apakah trader menggunakan SMA atau EMA tergantung pada gaya trading dan instrumen keuangannya. Karena SMA lebih lambat dibandingkan EMA, trader biasanya menggunakan SMA untuk pergerakan yang lebih lama jangka waktunya (longer term) dan EMA untuk waktu yang lebih pendek (shorter term).
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- LONG EURO SHORT DOLLAR
- GOLD: EUFORIA TERBESAR SEJAK BOOMING MINYAK 2008
- Menjelang peluncuran kakao futures di BBJ
- Indikator Teknikal: Fibonacci Retracement
- Indikator Teknikal: Parabolic SAR
- Indikator Teknikal: Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- Reality Check (Mengenal ‘Angka Konsensus’ sebagai Standar Kinerja Emiten)
- Indikator Teknikal: Average Directional Movement Index (ADX)
- Moving Average Bag 2: Trading menggunakan MA
- Indikator Teknikal: Moving Average Bag. 1
- Dow Theory Bag. 3 (3 prinsip kedua Teori Dow)
- Dow Theory Bag.2
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 2)
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 1)
- Analis Teknikal: Dow Theory Bag. 1



