IMF peringkatkan krisis utang masih bisa menyebar
Jakarta, Strategydesk - Meski ada bailout untuk Yunani, Irlandia dan Portugal, krisis utang masih bisa menyebar ke negara zona euro lain bahkan Eropa Timur, IMF memperingatkan hari ini.
IMF mengatakan Eropa masih rentan terhadap krisis perbankan sistemik, yang dipicu oleh masalah utang di Yunani dan beberapa negara lainnya. Lembaga itu, yang membiayai sepertiga bailout untuk Yunani, Irlandia dan Portugal, mengatakan penyebaran di zona euro kemudian ke bagian Eropa lainnya, masih mungkin terjadi. ‘
IMF mengatakan hal itu dalam laporannya bertajuk Regional Outlook. Menurutnya, karena lintas finansial yang tidak mengenal batas lagi di Eropa, gejolak di beberapa negara bisa menyebar ke negara lain.
“Seperti krisis kredit pada 2007, berbagai bisnis runtuh dan kepercayaan konsumen jatuh, memicu kredit macet dan memberi efek domino. Namun kali ini, efeknya akan sulit dihindari karena tidak banyak negara Eropa yang masih punya ruang fiskal untuk meluncurkan paket stimulus, bailout atau rekapitalisasi bank,” kata IMF.
IMF memandang sistem finansial Eropa masih rentan terhadap risiko sistemik bila Yunani dan obligasi pemerintah lainnya yang dimiliki institusi keuangan, termasuk bank besar, didevaluasi dalam restrukturisasi, baik secara sukarela atau tidak. Keterkaitan antara perbankan Eropa, termasuk di Inggris, berarti krisis di Yunani bisa menjadi sistemik ke seluruh benua dan memicu krisis global kedua.
IMF menyimpulkan penyebaran finansial dari masalah utang masih menjadi ancaman. Krena itu, penting sekali untuk segera melaksanakan perbaikan kerangka manajemen krisis di zona euro.
Peringatan itu datang di saat lembaga itu berada di Yunani untuk melakukan inspeksi mengenai kepatuhan negara itu atas syarat yang ditetapkannya bersama Uni Eropa. IMF menemukan masalah dan mengimbau Yunani untuk melakukan pemotongan pembelanjaan yang lebih besar untuk menutupi kemungkinan penurunan pendapatan.
Hasil polling yang dilakukan Reuters terhadap investor dan ekonom menunjukkan sebagian besar meyakini Yunani cepat atau lambat harus merestrukturisasi utangnya. Sebagian besar fund manager memperkirakan Athena akan membayar kurang dari separuh utangnya.
IMF mengatakan siap untuk menyediakan bantuan tambahan ke Yunani bila diminta. Meski negara itu masih bisa mendapatkan dana melalui privatisasi.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



