IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
Jakarta, Strategydesk - Asia sejauh ini terlihat bertahan menghadapi krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi global, dan negara di kawasan itu masih punya ruang untuk bertindak bila terjadi gejolak eksternal yang semakin besar, menurut pandangan IMF.
“Bila ekonomi global semakin buruk, kami melihat sebagian besar negara di Asia masih punya ruang untuk mengantisipasinya,” kata Anoop Singh, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF. Ia memperingatkan intensifikasi krisis utang Eropa dapat memangkas pertumbuhan global sebesar 2%. “Kami masih khawatir dengan risiko penyebaran dari semakin memburuknya kondisi finansial global,” katanya.
Meski masih menjadi mesin pertumbuhan dunia, emerging markets termasuk China mengalami penurunan ekspor karena Eropa diterpa krisis utang. Singh melihat China, yang menurutnya takkan mengalami hard landing, punya ruang untuk menambah stimulus fiskal, sedangkan India, yang menaikkan suku bunganya 13 kali dalam dua tahun terakhir hingga 8,5%, perlu mengurangi dfisit fiskalnya. Di Jepang, bank sentral bisa menambah pembelian aset. Kalau Australia punya fleksibilitas fiskal dan moneter dibandingkan negara maju lainnya.
Ia juga menganggap wajar bahkan menyambut baik penurunan surplus eksternal di China dan banyak negara Asia lainnya. “Sejauh ini, penurunan tersebut mencerminkan faktor temporer seperti investasi domestik yang tinggi dan tentunya permintaan eksternal yang lesu,” katanya. Oleh karena itu, menurutnya, penting agar para otoritas mengalihkan sumber pertumbuhan lebih ke domestik.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



