IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
Jakarta, Strategydesk - Kenaikan sebesar 0,36% pada Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih melanjutkan trend naiknya. Sentimen positif yang ada, diharapkan akan kembali membawa IHSG melakukan pengujian atas resisten kuat di kisaran 4025-4050. Level 3978 akan menjadi suport untuk hari ini.
Resisten di 4025-4050 adalah resisten yang kuat. Kemarin, aksi profit taking sudah mulai terlihat pada beberapa saham big caps, seperti UNTR, dan GGRM. Pelaku pasar sebaiknya mulai mewaspadai berlanjutnya aksi profit taking mengingat minggu depan, sebagian besar bursa di kawasan Asia akan mengalami libur Imlek.
Kami masih tetap dalam prediksi IHSG 4500-4800 untuk tahun ini. Akan tetapi, jika ada akan mengambil posisi jangka menengah, kami hanya menyarankan anda untuk melakukan akumulasi beli ketika IHSG sedang berada di kisaran 3625-3875.
Global Outlook
Bursa saham Asia diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan akhir pekan ini menyusul serangkaian sentimen positif baik dari Eropa dan AS.
Dari Eropa, hasil lelang yang terjadi belakangan ini termasuk Perancis, Italia, Spanyol, bisa dikatakan sukses. Serangkaian lelang sukses itu mengindikasikan bahwa bantuan likuiditas dari ECB, melalui pinjaman murah tiga tahun, mulai membuahkan hasil.
Kondisi ini menjadi minat investor terhadap asset berisiko kembali mencuat, bursa saham terus melonjak ditambah lagi mata uang euro juga menguat. Eropa yang perlahan-lahan mulai membaik tidak lepas dari kabar sebelumnya dimana laporan IMF berencana menambah kapabilitas pinjamannya minimal $500 miliar untuk melindungi ekonomi global dari efek krisis utang Eropa. IMF mengatakan rencana itu muncul setelah mengidentifikasikan potensi pembiayaan hingga $1 triliun selama beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini menimbulkan harapan IMF akan mampu meredam dampak krisis Eropa.
Optimisme soal Yunani dan pernyataan Fitch juga menambah sentimen positif. Yunani sedang mengadakan negosiasi lanjutan dengan kreditor mengenai bond swap, dan kini hampir mendekati kesepakatan. Negosiasi lanjutan ini datang setelah pembicaraan minggu lalu kandas. Kedua pihak diperkirakan akan membahas tingkat yield pada obligasi baru. Sedangkan Fitch Ratings mengatakan pihaknya tidak memperkirakan Italia default.
Sedangkan di AS, investor menyambut baik hasil sejumlah laporan keuangan termasuk di sektor perbankan yang lebih baik dari perkiraan. Disamping itu data ekonomi terus membaik menjadi menunjukkan arah bahwa pemulihan ekonomi AS sudah berada di jalur yang tepat.
Tapi yang perlu di perhatikan penguatan yang cukup tajam itu bisa sewaktu-waktu terhenti, karena pada dasarnya hanya didukung oleh serangkaian berita positif, bukan perbaikan kondisi fundamental. Aksi profit taking membayangi bursa Asia, dimana sebagian besar bursa Senin pekan depan libur memperingati tahun baru Imlek.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertengger di level 4.000 pada perdagangan kemarin.
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri terus membanjiri lantai bursa. Dari Eropa, krisis utang yang selama ini menghantui kekhawatiran pasar mulai mereda setelah berhasilnya lelang obligasi negara-negara kawasan tersebut, termasuk lelang obligasi Jerman dan Portugal, yang baru-baru ini digelar.
Sementara dari dalam negeri, kenaikan peringkat kredit yang dilakukan oleh Moody’s berhasil menarik dana asing ke lantai bursa.
Ada enam sektor yang menghantarkan IHSG naik ke 4.000. Sektor industri dasar menjadi pemimpin kenaikan, dengan penguatan 1,61%. Disusul, sektor aneka industri yang naik 1,38%, juga sektor manufaktur yang maju 1,15%. Sedangkan, empat sektor lainnya tertekan, dengan sektor perkebunan turun paling tajam yaitu 0,68%.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (19/1/2012), IHSG ditutup menguat 22,945 poin (0,57%) ke level 4.001,073. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 4,708 poin (0,67%) ke level 705,914.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Bintang (MLBI), Delta Jakarta (DLTA), Astra Internasional (ASII), dan Sarana Menara (TOWR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain United Tractor (UNTR), Astra Agro (AALI), Nipress (NIPS), dan Century Textille (CNTX).
Ulasan Teknikal
IHSG
Trend memang masih cenderung bullish setelah IHSG mampu bertahan di level psikologi 4.000. Namun, beberapa indikator sudah mulai mulai jenuh dan IHSG sudah mendekati target kenaikannya di area 4.050. Untuk itu, potensi koreksi bisa saja terjadi, dengan level support saat ini di 3.978. Jika support ditembus, koreksi bisa berlanjut menuju are 3.954 – 3.930. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.978 – 4.050.
R3 4,076
R2 4,052
R1 4,026
Pivot 4,002
S1 3,977
S2 3,953
S3 3,928
Stock Pick
UNTR 
Bearish engulfing yang terberntuk pada candlestick bisa menjadi sinyal negatif bagi UNTR. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai overbought dan berpeluang dead cross. Kami masih melihat adanya potensi penurunan bagi UNTR untuk menguji support di 27.950. JIka ditembus, maka koreksi bisa berlanjut hingga area 27.200 – 56.400.
Rekomendasi : Sell breakout 27.950.
Support : 27.950, 27.200
Resistance : 28.650, 29.550
BJBR
Tertahan di area 1.070 dan membentuk pola shooting star bisa menjadi sinyal reversal bagi BJBR. Selain itu, stochastic pun terlihat overbought dan berpeluang dead cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi bagi BJBR untuk kembali menguji support di 990. Namun begitu, selama harga masih bertahan di level tersebut BJBR masih mempunyai potensi reversal untuk meraih target Fibonacci retracement 161.8% di area 1.200.
Rekomendasi : Buy on weakness @ 990, stop loss 950, target 1.200
Support : 990, 950
Resistance : 1.070, 1.130
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG



