IHSG terkena imbas sentimen bearish global
Jakarta, Strategydesk - Bursa regional memang sedang penuh dengan sentimen bearish setelah Fitch Rating memangkas peringkat hutang dari Belgia. Sentimennya akan menjadi ujian bagi IHSG yang sedang penuh dengan sentimen positif dari investment grade yang baru saja didapat oleh Indonesia pada hari Kamis lalu.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kisaran 3725-3750 sebagai suport, dan 3800-3875 sebagai resisten. Hanya penutupan diatas 3800 yang memastikan bahwa sentimen positf dari kenaikan peringkat akan lebih dominan dari sentimen negatif krisis Eropa. Hanya penutupan diatas 3800 yang membuka peluang bagi IHSG untuk terus bergerak naik menuju 4000-4050 hingga akhir tahun.
Global Outlook
Awal pekan ini, pergerakan bursa Asia cenderung masih bergerak sideway down, dimana belum besarnya faktor yang dapat mendorong sentimen pasar untuk kembali membaik.
Bursa saham AS yang penutupan akhir pekan lalu mixed, mengindikasikan pelaku pasar masih terlalu enggan untuk terlalu aktif ke bursa, kendati musim laporan keuangan AS sudah di mulai. Sentimen sebenarnya masih negatif, dengan pasar bersiap menghadapi kemungkinan penurunan rating negara zona euro, setelah pertemuan Uni Eropa minggu lalu tidak mengesankan. Fitch Ratings pada pekan lalu menurunkan rating beberapa bank besar dunia, di antaranya Bank of America dan Deutsche Bank. Isu rating kemungkinan masih menjadi faktor yang dapat menghambat laju.
Selain itu, beberapa pejabat ECB masih tetap pada pendirian untuk menjauhi intervensi besar-besaran, dan mengimbau pemerintahlah yang harus mampu menyelamatkan diri sendiri. Presiden ECB Mario Draghi dalam pidatonya di Berlin, menegaskan kembali pembelian obligasi pemerintah hanyalah sementara dan terbatas. Menurutnya, diperlukan lebih dari sekedar kebijakan moneter untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap zona euro.
Ditanyakan apakah ECB perlu meniru AS dan Inggris dalam menerapkan program pencetakan uang untuk membeli obligasi pemerintah, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE), Draghi berkata, ”saya belum melihat bukti QE bisa memberikan kinerja ekonomi yang cemerlang di kedua negara itu. Lagi pula, traktat Uni Eropa melarang moneterisasi utang pemerintah.”
Kendati kalangan pasar memperkirakan aksi jual akan berkurang karena banyak investor berlibur Natal dan akhir tahun.
Review IHSG
Mengakhiri perdagangannya di minggu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya mampu menguat sebesar 66,814 poin (1,81%) ke level 3.768,354. Indeks LQ 45 juga menguat 13,231 (2,04%) ke level 663,306.
Maraknya sentimen positif membuat bursa domestik menjadi sumringah. Minat beli investor kembali tinggi menyusul adanya kenaikan peringkat Indonesia oleh Fitch Rating. Lembaga pemeringkat tersebut menaikkan peringkat menaikkan peringkat Indonesia ke level 'Investment Grade' yang berarti setara dengan sejumlah negara-negara maju.
Tidak hanya itu, sentimen positif juga muncul dari eksternal. Hasil lelang obligasi Spanyol yang memuaskan serta membaiknya data ekonomi AS turut mendongkrak otot IHSG.
Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau. Kenaikan tertinggi dialami oleh sektor aneka industri yang naik 3,09%. Disusul, sektor keuangan yang menguat 3,01%%, dan sektor perdagangan melaju 2,10%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan antara lain Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), BRI (BBRI), dan BCA (BBCA).
Sementara saham-saham yang turun harganya antara lain Semesta Internusa (SSIA), Jasa Marga (JSMR), Media Nusantara Citra (MNCN), dan XL Axiata (EXCL).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Penutupan kembali IHSG di atas support 3.730 – 3.750 (sebelumnya resistance) bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh candlestick yang membentuk pola bullish engulfing. Indikator stochastic berpeluang golden cross, sementara RSI masih positif. Kami masih melihat adanya potensi IHSG untuk kembali menguji resistance di 3.811. Jika ditembus, maka kenaikan bisa berlanjut menuju area 3.830 – 3.875. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didapat jika IHSG kembali bergerak di bawah support 3.730, untuk target penurunan lanjutan menuju area 3.666 – 3.618. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.811.
R3 3,873
R2 3,826
R1 3,797
Pivot 3,749
S1 3,721
S2 3,673
S3 3,645
Stock Pick
KRAS
Dalam dua bulan terakhir ini pergerakan KRAS masih flat di area support 800 dan resistance 900. Kedua batas tersebut akan menjadi arah pergerakan selanjutnya. Penembusan resistanmce akan membuka penguatan menuju area 1.000. sebaliknya jika support yang ditembus, maka trend bearish akan berlanjut dan harga berpeluang turun ke area 800. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga akan kembali mendekati support-nya di 800 tersebut. Ditunjukkan dari MA 10 yang downtrend, serta stochastic yang mulai dead cross.
Rekomendasi : Buy on support @800, stop loss 780, target 850
Support : 800, 780
Resistance : 850, 900
CTRA
Sudah lebih dari 5 bulan pergerakan CTRA masih bergerak flat di kisaran resistance 600, dan support 470. Saat ini terlihat harga sudah meraih resistance dan gagal bertahan di atas level tersebut. Indikator stochastic yang mulai dead cross, serta RSI yang bergerak downtrend menunjuukkan bahwa CTRA bersiap untuk terkoreksi. Namun begitu, syarat koreksi tersebut bisa terpenuhi jika harga mampu menembus support MA 10 di 570, untuk meraih kembali target support di kisaran 500 – 470.
Rekomendasi : Sell breakout 570. Buy back @500 – 470, stop loss 445, target 600.
Support : 550, 500
Resistance : 600, 630
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG



