IHSG terbantukan hijaunya Asia
Jakarta, Strategydesk - Janji The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level terendah hingga 2 tahun kedepan, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak naik 0,64% dan ditutup di 12.756,96. Level ini adalah penutupan tertinggi semenjak Mei 2011.
Masalahnya ada pada IHSG yang kemarin trend jangka pendeknya sudah berubah menjadi trend turun setelah ditutup dibawah suport pertama 3985. Signal bearish tersebut hanya batal jika hari ini IHSG bisa ditutup diatas resisten tersebut.
Signal bearish yang muncul pada IHSG kemarin, juga muncul pada saham-saham penggeraknya, seperti ASII, UNTR, BBRI, BMRI, PTBA, ITMG, dan PTBA. Untuk hari ini, perhatikan resisten dari saham-saham tersebut. Jika berhasil ditembus, posisi SpecBuy bisa dilakukan. Tapi jika gagal, kenaikan yang terjadi sebaiknya dilakukan untuk exit posisi bagi mereka yang masih memiliki posisi.
Global Outlook
Bursa saham Asia mendapat semangat untuk bergerak di zona negatif hari ini berkat keberhasilan indeks utama Wall Street yang menguat setelah ketua the Fed memberi pernyataan pasca rapat bulanan bahwa bank sentral masih bertahan pada kebijakan suku bunga rendahnya hingga 2014 dan memberi ruang adanya penambahan stimulus. Keputusan ini diambil sebagai upaya bank sentral untuk membantu pemulihan ekonomi AS.
selain itu, investor juga menyambut gembira atas penguatan sektoral, dimana saham teknologi melesat berkat kinerja keuangan Apple, yang mencatat kenaikan laba dua kali lipat di kuartal keempat 2011.
Indeks Hang Seng yang kembali dibuka hari ini kembali melesat pasca tutup bursa karena libur Imlek. Sedangkan indeks Kospi dan Nikkei cenderung flat, dimana laju Kospi tertahan karena data PDB kuartal keempat 2011 melambat 0,2% dari estimasi yang tumbuh 0,8%. Sementara itu, penguatan yen turut meredam Nikkei. Yen yang kemarin jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir terhadap dollar dan euro hari ini menyusul data yang memperlihatkan Jepang mengalami defisit tahunan untuk pertama kalinya sejak 1980. Jepang mengalami defisit 2,49 triliun yen selama 2011. Untuk Desember, defisit mencapai 205,1 miliar yen. Menurut analis, pelemahan yen itu memberi sentimen positif ke bursa dan memperbaiki prospek laba eksportir.
Pasar kini sebenarnya masih khawatir mengenai implikasi struktural krisis utang dan terfokus pada perkembangan soal Yunani. Ketidakpastian mengenai kemampuan Yunani menghindari default berantakan memang masih membayangi pasar. Tapi masih ada harapan kesepakatan akan tercapai antara Yunani dan kreditor terkait bunga obligasi baru pengganti obligasi lama.
Para kreditor mengatakan bunga 4% adalah jumlah yang harus mereka terima bila mesti menghapus huang Yunani 50%. Meski belum mencapai kesepakatan, pernyataan dari pejabat Eropa mengindikasikan ada poin-poin yang sudah dipahami kedua belah pihak.
Review IHSG
Didera aksi profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi satu-satunya bursa di Asia yang memerah.
Tidak adanya katalis baru membuat investor memilih untuk mengamankan porto-folionya. Penurunan IHSG kali ini disokong penuh oleh seluruh indeks sektoral yang diperdagangankan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor barang konsumsi mencatatkan penurunan terbesar, melemah sebesar 1,34%. Diikuti, sektor pertambangan yang terkoreksi 1,19%.
Menutup perdagangan Rabu (25/1/2012), IHSG melemah 30,978 poin (0,78%) ke level 3.963,605. Indeks LQ 45 turun 7,239 poin (1,03%) ke level 698,545.
Saham-saham yang melemah antara lain Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), Lautan Luas (LTLS), BRI (BBRI), dan United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang naik harganya antara lain Semen Gresik (SMGR), AKR Corporindo (AKRA), Adaro (ADRO), dan Indocement (INTP).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pola long black candlestick telah mengkonfirmasi bahwa pola shooting star yang sebelumnya terbentuk menjadi valid. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang masih dead cross. Namun begitu, saat ini IHSG masih tertahan di support MA 10 di 3.954. Penembusan support tersebut akan mengkonfirmasi penurunan lanjutan menuju area 3.924 – 3875. namun jika support tersebut masih mampu dipertahankan IHSG masih mempunyai ruang penguatan untuk kembali menguji resistance di 4.000 – 4.027. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.924 – 4.000.
R3 4,039
R2 4,018
R1 3,991
Pivot 3,970
S1 3,943
S2 3,922
S3 3,895
Stock Pick
LTLS
Moving average masih menunjukkan potensi uptrend, namun dengan terbentuknmya black body pada pada candlestick setelah harga gagal bertahan di atas resistance 1.080, ada potensi LTLS untuk kembali melanjutkan koreksinya. Sinyal koreksi lainnya juga terlihat dari indikator RSI dan stochastic yang sudah overbought. Namun begitu, selama harga masih mampu bertahan di atas level support-nya di 930 – 900 , LTLS masih mempunyai potensi penguatan untuk kembali meraih area 1.080 – 1.150.
Rekomendasi : Buy on weakness @ 930, stop loss breakout 900, target 970 - 1.000.
Support : 930, 900
Resistance : 1.080, 1.150
UNVR
Moving average masih menunjukkan potensi uptrend bagi UNVR, namun dengan terbentuknya pola bearish harami pada candlestick, UNVR masih berpeluang melanjutkan koreksinya. Kondisi ini didukung pula oleh indikator RSI yang mulai membentuk bearish divergence, serta stochastic yang dead cross. Kami melihat bahwa koreksi UNVR akan berlanjut untuk kembali menguji support-nya di 20.100.
Rekomendasi : Buy on weakness @ 20.100, stop loss 20.000, target 21.000.
Support : 20.100, 19.300
Resistance : 21.000, 21.300
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



