IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
Jakarta, Strategydesk - Kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya hanya tipis, 0,66% dengan posisi penutupan masih dibawah kisaran resisten 12.750-12.850. Akan tetapi, kenaikan yang terjadi, telah mengubah trend turun jangka pendek setidaknya menjadi trend flat.
IHSG sendiri kemarin berhasil ditutup menembus resisten 3960. Penembusan ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji resisten di 3992-4025. Jika resisten di 3992 ditembus, trend jangka menengah IHSG bakal berubah dari turun menjadi flat.
Kenaikan BBM Subsidi, biasanya memiliki sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Apakah IHSG lebih melihat pada sentimen regional dibandingkan dengan sentimen kenaikan BBM Subsidi? Apakah arah dari Bursa Regional memang sudah kembali menjadi naik? Itu yang harus kita lihat dalam beberapa hari kedepan.Resisten 3992 adalah resisten penting. Jika resisten ini ditembus, mulailah melakukan akumulasi, meski dengan strategi 'Buy On Weakness'.
Global Outlook
Penguatan yang ditorehkan bursa regional pada awal perdagangan kali ini tidak lepas dari sektor manufaktur baik di China, Jerman dan AS yang mengesankan. Data tersebut juga berhasil menghijaukan bursa saham global berkat. Data manufaktur mengesampingkan data ADP Employment Change, yang menunjukkan laporan kerja sektor swasta AS turun 170.000 selama Januari dari bulan sebelumnya 292.000 ribu.
Bursa saham yang diawal perdagangan Asia kemarin menguat karena terangkat karena indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 50,5 di Januari dari 50,3 di Desember, mengindikasikan sektor itu stabil. Sedangkan di AS, ISM Manufacturing bulan Januari naik 54,1 dari data sebelumnya 53,9, hasil ini menandakan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Dengan membaiknya data manufaktur menunjukkan bahwa tidak adanya kontraksi yang terjadi dan perekonomian telah mencatat pertumbuhan sehingga memicu risk appetite.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.
Review IHSG
Di saat mayoritas bursa regional memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mempertahankan penguatannya.
Perdagangan diwarnai dengan pergerakan yang cukup fluktuatif, dimana 156 saham berhasil naik, 72 saham turun, dan 83 saham lainnya flat. Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan tujuh sektor. Sektor konstruksi memimpin penguatan, naik sebesar 1,61%. Disusul, sektor perdagangan yang menguat 1,44%. Adapun, tiga sektor yang melemah, yaitu sektor aneka industri, sektor infrastruktur, dan perkebunan.
Menutup perdagangan Rabu (1/2/2012), IHSG menguat 23,283 poin (0,59%) ke level 3964,976. Indeks LQ 45 juga menguat 2,862 poin (0,42%) ke level 695,019.
Saham-saham yang naik antara lain United Tractor (UNTR), BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), dan Astra Agro Lestari (AALI).
Ulasan Teknikal
IHSG
Mampu bertahan di atas resistance 3.950 seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG, meski saat ini IHSG masih tertahan di area resistance di 3.975. Indikator stochastic pun terlihat masih mengarah downtrend. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannnya menuju area 3.997 – 4.030. Sementar level support IHSG kini bergeser ke area 3.936, jika ditembus, IHSG akan kembali bergerak menuju area 3.900 – 3.894. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.936 – 4.000.
R3 4,003
R2 3,984
R1 3,975
Pivot 3,956
S1 3,946
S2 3,927
S3 3,918
Stock Pick
BSDE
Resistance BSDE di 1.070 terlah berhasil ditembus. Dengan ditembusnya resistance tersebut, maka hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bullish continuation. Indikator stochastic masih golden cross, sementara RSI mulai mendekati area overbought. Namun begitu, kami masih melihat adanya potensi kenaikan BSDE untuk meraih area 1.200 (resistance channel) hingga area 1.250 (FR 261.8%).
Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 1.070, target 1.200
Support : 1.070, 1.030
Resistance : 1.200, 1.250
BUMI
Moving average terlihat mulai bergerak uptrend, indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI berpeluang uptrend. Namun, penguatan BUMI tersebut sepertinya akan mendapat halangan di resistance 2.625. Jika resistance gagal ditembus, harga kemungkinan akan kembali terkoreksi ke area 2.425 – 2.350,. Namun jika resistance tersebut ditembus, penguatan BUMI bisa berlanjut menuju area 2.800– 2.900.
Rekomendasi : Hold, stop loss 2.400, target 2.625 – 2.900
Support : 2.425, 2.350
Resistance : 2.625, 2.800
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



