IHSG sideway up di level 3.650-3.750
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya naik tipis, 0,28%, dan ditutup tipis dibawah resisten 11562, setelah sebelumnya sempat berada diatas resisten tersebut. Ada dua signal yang kami dapat dari penutupan tersebut. Pertama, kemampuan indeks ini untuk berada diatas resisten 11562 adalah sebuah signal bullish untuk jangka menengah; Kedua, posisi penutupan yang dibawah resisten membuka peluang untuk terjadinya pengujian atas suport di 11350-11500 sebelum indeks ini kembali bergerak naik.
Minimnya sentimen, membuat IHSG sepertinya masih akan sulit untuk menembus resisten di 3700-3750. IHSG diperkirakan hanya akan bergerak flat-naik pada kisaran 3650-3750. Posisi akumulasi sebaiknya tetap dilakukan dengan strategi Buy On Weakness sambil melihat perkembangan. Perhatikan pergerakan saham-saham perbankan dan batubara, karena trend naik pada IHSG hanya akan muncul jika saham-saham tersebut mampu kembali dalam trend naik.
Sementara itu, indeks Dow dan S&P mencatat penguatan untuk kali kedua secara berturut-turut semalam berkat data consumer confidence yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, investor juga menyambut positif atas perkembangan zona euro mengenai solusi penyelamatan di sektor keuangan.
Tapi pelemahan yang dialami saham-saham keuangan AS dapat membatasi laju indeks secara keseluruhan dan kemungkinan akan berimbas pada pergerakan regional hari ini.
Sinyal positif dari zona euro terlihat dari menurunnya yield obligasi Italia dari level tertingginya. Dalam lelang bond, pemerintah Italia berhasil menjual 7,5 miliar euro untuk tenor 3 dan 10 tahunan. Sedangkan dalam pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa menyetujui dua opsi guna memperluas penggunaan dana talangan. Opsi pertama, pemegang obligasi mendapatkan resiko parsial 20%-30% dengan didukung oleh Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF). Opsi kedua, dana investasi bersaman baik dari swasta dan publik yang digunakan untuk membeli obligasi di pasar primer dan sekunder. Kedua opsi ini diperkirakan akan siap digunakan pada awal 2012 nanti.
Kabar baik dari AS, setelah indeks consumer confidence melonjak ke angka 56,0 di Nopember, angka ini tertingginya sejak bulan Juli, angka ini lebih besar dari prediksi 44,0 dari bulan sebelumnya 40,9. Dengan membaiknya data tersebut sekaligus membuat investor optimis jelang musim libur akhir tahun dengan mengacu pada laporan pada penjualan Black Friday melonjak.
Sedangkan laju pergerakan regional kali ini sedikit mengalami hambatan setelah Standard & Poor's memangkas peringkat kredit lembaga keuangan seperti Bank of America Corp, Goldman Sachs Group Inc dan Citigroup Inc.
Menurut kalangan analis, pasar hari ini lebih digerakkan oleh sentimen, bukan berita aktual. Masih perlu diketahui apakah poin spesifik pertemuan Eropa dan apakah ada yang dapat mendukung sentimen ini.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan kenaikannya. Pada perdagangan kemarin, IHSG naik sebesar 40 poin.
Aksi bargain hunting atas saham-saham yang sudah terdiskon menjadi pendorong kenaikan IHSG pada hari itu. Selain itu, membaiknya kinerja bursa regional setelah adanya harapan bahwa para pejabat Eropa akan mengatasi krisis utang, menambah daya dorong bagi IHSG.
Dana Asing pun kini kembali mampir di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 250,327 miliar di seluruh pasar.
Mayoritas indeks sektoral di BEI menghijau. Ada Tiga sektor yang naik secara signifikan yaitu: sektor aneka industri yang naik sebesar sebesar 2,2%, sektor agrikultur naik 1,86%, dan sektor manufaktur sebesar 1,76%.
Menutup perdagangan, Selasa (29/11/2011), IHSG menguat 40,720 poin (1,11%) ke level 3.687,769. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,439 poin (1,46%) ke level 652,584.
Saham-saham yang naik tajam diantaranya Astra Internasional (ASII), Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Tembaga Mulia (TBMS), Indo Kordsa (BRAM), Indosiar (IDKM), dan Sumi Indo (IKBI).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pola white opening marubozu yang terbentuk pada candlestick masih menunjukkan potensi buyer yang kuat. Pola tersebut didukung pula dengan indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Sementara RSI kini mulai beranjak uptrend. Namun begitu, untuk naik lebih jauh IHSG harus mampu melewati resistance MA 10 di 3.710. Jika resistance ditembus, maka IHSG berpeluang untuk kembali menguji area 3.750. Sedangkan level support IHSG kini bergeser ke area 3.676. Penembusan kembali support tersebut akan memberi potensi penurunan lanjutan menuju area 3620 – 3.580. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.650 – 3.750.
R3 3,781
R2 3,746
R1 3,717
Pivot 3,682
S1 3,653
S2 3,618
S3 3,589
Stock Pick
SMGR
Indikator stochastic mulai golden cross di area oversold. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi SMGR. Sementara pola bullish engulfimg yang terbentuk menjadi indikasi reversal setelah harga mengalami koreksi di sesi-sesi sebelumnya. Saat ini harga masih tertahan di area resistance 9.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan untuk kembali menguji resistance kuatnya di area 9.500 – 9.550.
Rekomendasi : Buy break 9.100, stop loss breakout 9.000, taregt 9.500
Support : 8.850, 8.650
Resistance : 9.100, 9.550
SMCB
Moving average serta indikator stochastic yang mulai golden cross, bisa menjadi sinyal bullish bagi SMCB. Kondisi ini didukung pula oleh candlestick yang membentuk white opening marubozu dengan volume yang naik. Namun, saat ini harga masih tertahan di resistance triangle di 1.920. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih area 2.075 – 2.250 (target triangle dan FR 261.8%).
Rekomendasi : Buy break 1.920, stop loss 1.850, target 2.025 - 2.075
Support : 1.860, 1.780
Resistance : 1.920, 2.025
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



