IHSG sideway up di kisaran 3765-3791.
Jakarta, Strategydesk - Berlawanan dengan posisi Dow Futs kemarin sore, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam bergerak naik 0,71%. Meski sentimen positif, akan tetapi, ketidakmampuan indeks tersebut untuk ditutup diatas resisten 12078 menunjukkan bahwa market memang masih flat. Kita masih harus melihat perkembangan apakah bursa regional masih akan melanjutkan trend naiknya.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat-naik pada kisaran 3765-3791. Hanya penutupan dibawah 3765 yang akan memberikan signal bearish.
Sementara itu, tekanan yang dialami bursa regional tetap menghampiri di perdagangan hari keduanya minggu ini. Eropa masih menjadi fokus investor. Setelah kemarin para pemimpin Yunani akhirnya mencapai kesepakatan untuk membentuk koalisi baru dalam rangka mencegah negara itu terdepak dari euro. Perdana Menteri George Papandreou akan mengundurkan diri ketika jajaran pemerintah baru diumumkan.
Meski menyambut baik perkembangan itu, investor tetap was-was, mengingat masih ada ketidakjelasan dan pertanyaan, seperti siapa yang akan menjadi perdana menteri baru dan kapan pemilu di gelar. Gejolak politik yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memburuk krisis yang sudah ada. Koalisi baru akan mencakup dua partai utama Yunani dan memimpin sampai reformasi yang tercakup dalam kesepakatan bailout sepenuhnya diimplementasikan. Pemilu itu kemungkinan digelar pada tahun baru, memberi pemerintahan baru ruang untuk melaksanakan program pengetatan sebagai syarat dari bailoi 130 miliar euro dan penghapusan utang hingga 100 miliar euro
Meski ada perkembangan positif di Yunani, pasar masih resah karena kini giliran Italia yang memanas. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi hanya punya waktu sehari lagi untuk bisa meyakinkan koalisinya yang mengancam akan melengserkannya karena kegagalannya menerapkan reformasi yang dijanjikan.
Berlusconi semakin kehilangan dukungan menjelang voting parlemen hari ini mengenai laporan anggaran 2010. Bahkan para sekutunya mendesaknya untuk mundur menyusul efek krisis utang negara tetangga yang membuat yield obligasi Italia terus melonjak.
Review IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mix, dan hanya menipis sebesar 5 poin di awal perdagangan minggu ini.
Para investor sepertinya masih bersikap waspada sambil terus memantau perkembangan krisisi utang di Eropa. Untuk itu, sebagian pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan aksi profit taking.
Tercatat sebanyak enam mengalami penurunan. Beberapa sektor mencatatkan penurunan yang signifikan, diantaranya sektor konstruksi turun 0,73%, sektor pertambangan turun 0,7%, dan sektor aneka industri lain-lain turun 0,55%. Sementara, sektor industri dasar berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,34%.
Di tengah sepinya transaksi, namun dana asing masih bertahan di bursa, Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 357,525 miliar di seluruh pasar.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (7/11/2011), IHSG turun 5,388 poin (0,15%) ke level 3.778,240. Sementara Indeks LQ 45 melemah 0,912 poin (0,14%) ke level 673,831.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Bukit Asam (PTBA), Astra Internasional (ASII), Multibreeder (MBAI), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sedangkan Saham-saham yang berhasil naik diantaranya Century Textille (CNTX), Gudang Garam (GGRM), Indocement (INTP), dan United Tractor (UNTR).
Ulasan Teknikal
IHSG
Meski melemah, namun sinyal IHSG masih belum berubah, moving average masih menunjukkan potensi uptrend. Sementara pola doji yang terbentuk masih membutuhkan konfirmasi pada perdagangan selanjutnya. Sinyal negatif akan didapat jika IHSG kembali bergerak di bawah level support 3.760, dengan proyeksi penurunan menuju area 3.700. Sedangkan trend bullish IHSG akan berlanjut jika indeks mampu bertahan di atas resistance 3.801, untuk target bullish selanjutnya di 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.805.
R3 3,818
R2 3,805
R1 3,792
Pivot 3,778
S1 3,765
S2 3,752
S3 3,738
Stock Pick
GGRM
Trend keseluruhan GGRM masih terlihat bullish. indikator RSI masih positif, sementara stochastic sudah golden cross. Pergerakan GGRM dalam 3 bulan terakhir ini terlihat sedang membentuk pola ascending triangle, sebuah pola yang mengindikasikan bullish continuation. Kali ini harga akan kembali menguji resistance kuatnya di 61.500, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 70.000 – 75.000 jika resistance tersebut ditembus.
Rekomendasi : Buy break 61.500, stop loss, 60.000, target 70.000.
Support : 60.000, 58.800
Resistance : 62.250, 70.000
HMSP
Garis trend masih memberikan potensi bullish bagi HMSP, demikian pula dengan moving average. Indikator RSI masih positif, namun stochastic sudah overbought, dan berpelaung dead cross. Kami melihat bahwa HMSP akan kembali menguji resistance di 32.900, di mana jika resistance tersebut ditembus, kenaikan selanjutnya akan fokus menuju ara 35.500. Sebaliknya jika harga masih tertahan di resistance tersebut, harga masih mempunyai ruang koreksi menuju area 31.700 – 31.150.
Rekomendasi : Hold, stop loss 31.700
Support : 31.950, 31.700
Resistance : 32.500, 32.900
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



