IHSG siap menghijau, resis 3.665-3.675 di uji

Tanggal November 28, 2011 / 8:57 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Rencana IMF untuk membantu Italia telah membuat Futures dari indeks Dow Jones Industrial naik lebih dari 1,5% di pagi hari ini. Sentimen positifnya membuat indeks di kawasan Asia naik lebih dari 2%.  Sentimen ini diharapkan akan mampu membawa IHSG menguji resisten di 3665-3675. Jika resisten ini mampu ditembus, resisten selanjutnya bagi IHSG ada di kisaran 3735-3750.
IHSG masih berada dalam trend naik jangka menengah dan jangka panjang. Masalahnya memang ada pada trend jangka pendek yang sedang berada dalam trend turun. Semua memang masih berupa 'harapan' karena pergerakan Dow Futs belakangan suka bergerak 'berbeda' dengan posisi penutupan DJI esok harinya. Akan tetapi, jika terdapat penembusan resisten, milikilah posisi spekulatif karena reversal kali ini bisa menjadi awal dari rally hingga akhir tahun.
Sementara itu, bursa regional mendapat doping untuk kembali beranjak ke zona hijau di awal perdagangannya minggu ini. Sentimen positif muncul datang dari pemberitaan surat kabar Italia, La Stampa yang melaporkan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) siap memberi pinjaman sebesar 600 miliar euro ($799 miliar) bagi Italia yang tengah melanda krisis utang.
Kabar ini sontak menjadi momentum bagi pasar untuk melakukan bargain hunting di tengah maraknya sentimen mengenai krisis utang Eropa yang belum menemukan titik terang sepanjang pekan kemarin.
Untuk sementara waktu sentimen pasar mendapat support dari Italia karena IMF. Tapi yang perlu diperhatikan hasil pembicaraan tiga besar Eropa tidak mencapai kesepakatan berarti pekan kemarin. Pembicaraan antara pemimpin Jerman, Perancis dan Italia ternyata tetap menunjukkan penolakan Jerman atas pembuatan obligasi zona euro dan pemberian peran lebih besar ke ECB untuk mengatasi krisis.
Beberapa pejabat Perancis dan Uni Eropa sempat berharap Berlin mau melunak soal peran ECB agar lebih berperan dalam mengatasi krisis setelah lelang obligasi Jerman kurang diminati, menunjukkan investor juga mulai khawatir terhadap ekonomi terbesar Eropa itu. Tapi Kanselir Jerman Angela Merkel tetap teguh pada pendiriannya ECB harus independen dan tidak bisa jadi lender of the last resort untuk menyelesaikan utang pemerintah.
Pasar juga berharap jelang pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa besok, mampu menghasilkan solusi komprehensif mengatasi krisis utang, Menteri Keuangan Eropa akan mengumumkan penggunaan dana talangan atau Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF).

Review IHSG
M
inggu lalu merupakan minggu yang kelam bagi bursa global, dimana suramnya prospek ekonomi global terus membayangi kekhawatiran para investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangannya di minggu lalu dengan melemah yang cukup tajam, yaitu sebesar 1,59% menjadi 3.637,192.
Kekhawatiran masalah krisis utang Eropa masih menajdi pemicu turunnya IHSG pada perdagangan hari itu. Kekhawatiran tersebut membuat investor memilih jalan aman untuk melepas saham-saham.
Mayoritas indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir melemah. Penurunan terbesar dicatat oleh sektor pertambangan dan aneka industri lainyang masing-masing melemah 2,60% dan 2,17%. Baru kemudian disusul oleh sektor industri dasar sebesar 2,08%. Sementara hanya satu sektor yang mampu menguat, yaitu sektor konsumer, yang menguat tirpis 0,26%.
Saham-saham yang melemah tajam lain Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), dan United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang mampu menguat diantaranya Unilever, HM Sampoerna (HMSP), Indosiar (IDKM), dan Hexindo (HEXA).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola black opening marubozu yang terbentuk masih menunjukkan adanya tekanan seller yang kuat. Hal yang sama terlihat dari indikator RSI yang terlihat downtrend. Namun begitu, IHSG kini sudah berada di area support 3.624,  indikator stochastic pun mulai oversold. Kondisi tersebut bisa memungkinkan IHSG mengalami reboound jika IHSG mampu bertahan di atas support tersebut, untuk kembali meraih area 3.700 – 3.730. Sementara jika support ditembus, IHSG akan dihdapkan pada support berikutnya di 3.580, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi berakhirnya trend bullish jangka menengah untuk meraih taregt penurunan menuju area 3.550 – 3.470. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580 – 3.700.

R3    3,747
R2    3,721
R1    3,679
   
Pivot    3,654
   
S1    3,612
S2    3,587
S3    3,545

Stock Pick
TBLA

P
ergerakan TBLA saat ini masih berada dalam kisaran range yang terbatas, diantara support di 570 dan resistance di 630. Namun, terlihat pula adanya pola falling wedge, sebagai indikasi bullish continuation. Penembusan resistance di 630, bisa memberikan suatu konfirmasi bahwa pola falling wedge tersebut menjadi valid, dan TBLA berpeluang menguat jauh menuju area 780 – 900.
Rekomendasi     : Hold, and buy break 630, stop loss breakout 570, target 780 – 900.
Support                : 570, 530
Resistance          : 630, 730

BUMI

M
oving average yang terlihat dead cross menunjukkan bahwa trend BUMI masih bearish. Namun peluang rebound masih terbuka, dimana saat ini indikator stochastic sudah jenuh jual dan berpeluang golden cross. Selain itu, terlihat bahwa harga masih tertahan di area support Fibonaccu retracement 61.8% di 1.950. Jika support tersebut mampu dipertahankan, BUMI masih berpeluang rebound untuk kembali meraih area 2.175 – 2.200.
Rekomendasi     : Buy on support 1.950, stop loss breakout 1.890, target 2.175.
Support                : 1.950, 1.890
Resistance          : 2.050, 2.175

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account