IHSG sedang dalam kosolidasi

Tanggal July 27, 2010 / 9:21 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Setelah menggapai rekor tertingginya di atas 3.000, IHSG akhirnya terkoreksi kemarin karena aksi ambil untung. Penguatan yang telah berlangsung selama 3 minggu berturut-turut memang membuka kemungkinan aksi semacam itu.
Namun, serangan profit taking berhasil diredam oleh ekspektasi baiknya laporan keuangan emiten. Bahkan beberapa saham berhasil menguat kemarin setelah mengumumkan kinerja laba yang memuaskan.
Oleh karena itu, dalam perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan cenderung flat. IHSG akan memasuki fase konsolidasi. Di satu sisi, sulit untuk menanjak lebih jauh, di sisi lain masih ada faktor pendukung yang dapat menahan kejatuhannya.
Beberapa emiten yang mengumumkan kinerja laba yang tinggi di antaranya Bank Jabar Banten (BJBR), di mana labanya naik 37%. Central Korporindo (CNKO) yang mencatat kenaikan laba sebesar 186% di semester I. Jasa Marga (JSMR) mencatat kenaikan laba 63%.
Beberapa emiten yang akan mengumumkan kinerja keuangannya hari ini adalah Gudang Garam (GGRM), Indocement (INTP), Sinar Mas Argo (SMAR), BW Plantation (BWPT) dan Panin Financial (PNLF).
Dari faktor eksternal, Wall Street berhasil menggapai hasil positif, dengan indeks  Dow Jones naik 100 poin, berkat data perumahan yang lebih baik dari prediksi dan proyeksi keuangan FedEx yang mengesankan.
Sementara itu, saham Asia bergerak positif saat ini, mengikuti laju Wall Street berkat data perumahan yang lebih baik dari prediksi dan laporan keuangan yang mengesankan. 
Indeks Dow Jones naik 100 poin setelah data menunjukan penjualan rumah baru (new home sales) meningkat 23,6%, jauh lebih baik dari prediksi 5%. Kenaikan ini mengurangi kecemasan mengenai pemulihan ekonomi AS, yang akhir-akhir ini menyerang pasar karena serangkaian indikator buruk.
Selain itu, FedEx mengumumkan proyeksi keuangan yang cerah dengan alasan pemulihan ekonomi akan mengangkat bisnisnya di kuartal ke depan. Perusahaan pengiriman paket seperti FedEx dan UPS, dianggap sebagai amat terkait dengan kondisi ekonomi global karena bisnis mereka meningkat ketika ekonomi tumbuh dan lesu ketika ekonomi kontraksi.
Sayangnya, laju bursa regional terlihat masih tersendat. Indeks Nikkei naik 22 poin dan indeks Kospi hanya 5 poin.  Pergerakan kedua bursa masih tergantung dengan hasil laporan keuangan perusahaan di masing-masing negara.  Namun sepertinya, penguatan kedua bursa akan terbatas karena penguatan yang tajam di sesi-sesi sebelumnya.
Fokus pasar berikutnya adalah data sentimen konsumen AS hasil survei conference Board. Indeks ini diperkirakan turun ke 51 di Juli dari 52,9 bulan lalu. Penurunan indeks yang lebih besar dari prediksi akan dijadikan alasan untuk profit taking di bursa AS. Data lainnya adalah indeks manufaktur Richmond, yang diperkirakan turun ke 15 di Juli dari 23 di Juni.

Review
IHSG akhirnya terkoreksi karena aksi ambil untung.  Penguatan yang telah berlangsung selama tiga minggu berturut-turut yang membawa indeks ke level tertingginya di 3.042 akhirnya terhenti.
Penguatan bursa regional yang terbatas tidak dapat dijadikan faktor yang mengangkat sentimen.  IHSG sempat menguat di awal perdagangan, namun tidak mampu mempertahankannya.
IHSG ditutup melemah 18,321 poin, atau 0,60%, di 3.023,699. Sedangkan indeks LQ-45 turun 4,264 poin, atau 0,72%, ke 584,317. Sebanyak 62 saham menguat, 138 saham melemah dan 60 saham flat. Secara sektoral, sebagian besar mencatat hasil negatif, kecuali konsumen, yang naik 0,18%. Sektor perkebunan mencatat penurunan terbesar, yaitu 2,97%. Volume perdagangan mencapai 5.075 juta lembar saham dengan nilai Rp 3,478 triliun.
Beberapa saham unggulan didera profit taking, namun ada pula yang berhasil meraup gain berkat laporan keuangan yang memuaskan. Saham Bank Jabar Banten (BJBR) berhasil naik ke Rp. 1.250 setelah mengumumkan kenaikan laba sebesar 37%. 
Ekspektasi baiknya kinerja keuangan emiten menjadi faktor yang meredam kejatuhan. Lagi pula kenaikan hingga 1,67% membuat IHSG rentan terhadap aksi ambil untung.

Ulasan Teknikal
IHSG


Setelah sempat membuat harga tertinggi baru di 3062 akhirnya terkoreksi dan ditutup di 3024. Selama masih bisa mempertahankan harga diatas support 3013 tren naik skala medium masih terjaga dari potensi koreksi dengan target atas  3079.Namun bila ada tekanan turun hingga menembus dan ditutup dibawah 3024 makan simpul koreksi terbuka dengan target 2976.Seluruh element indikator Ichimoku menyarankan posisi beli (NAIK) dalam tren naik skala medium. Kekhawatiran terjadinya koreksi terlihat dari oscillator ichimoku yang sudah berada diarea jenuh beli dan mulai menyempit hampir membentuk pola dead cross (TURUN). DAri indikasi diatas kami melihat IHSG berada dalam posisi tren naik skala medium namun rawan terjadinya koreksi.

Trend : Bullish (MEDIUM)
 
Strategy:

Wait and see

Support : S3 : 2956.11, S2 : 2985.33, S1 : 3004.51
Pivot : 3033.73
Resistance : R1 :3052.91, R2 : 3082.13, R3 : 3101.31

Rekomendasi
EXCL


Moving average 55 dan 200 yang berada di bawah harga masih mendukung pola bullish EXCL untuk jangka menengah. Sedangkan untuk jangka pendek harga masih tertahan pada MA 10. Indikator RSI masih positif, sementara stochastic yang dead cross masih bisa memberi ruang koreksi. Sementara itu, pola bull flag yang terbentuk saat ini menunjukkan adanya konsolidasi harga. Harga yang saat ini masih di atas Fibonacci retracement 61.8% serta terdapatnya pola bullish harami pada candlestick seharusnya menjadi sinyal untuk kembali berbalik bullish.  Kami masih melihat potensi bullish untuk kembali meraih garis resistance-nya di 4225. Konfirmasi bullish continuation didapat jika resistance tersebut ditembus, untuk menguji target bull flag-nya di area 4680. Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 4100, target 4225. Buy break 4225, stop loss 4100, target 4680. Support : 4100, 3950. Resistance : 4225, 4350.

CNKO

Moving average masih terlihat uptrend, menunjukkan bahwa tren keseluruhan CNKO masih bullish. Indikator RSI masih positf , namun mendekati overbought, sementara stochastic masih memberikan potensi uptrend. Sementara itu, pola shooting star yang terbentuk pada candlestick mengindikasikan reversal untuk jangka pendek. Kami masih melihat adanya ruang koreksi bagi CNKO untuk kembali meraih support-nya di area 153. Namun begitu, selama support tersebut mampu dipertahakan CNKO masih berpeluang naik untuk menguji target bullish-nya di area 173. Rekomendasi : Buy on Support 153, stop loss 143, target 170. Support : 153, 143. Resistance : 166, 170.

Stock Screener


Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account