IHSG rebound ikuti jejak AS & Eropa
Jakarta, Strategydesk - Trend turun pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) sudah berakhir. Keberhasilan indeks DJI untuk menembus resisten di level psikologis 12000 memberikan signal bahwa trend naik sudah dimulai. Sentimen bullish yang ada, diharapkan akan mendorong IHSG untuk bergerak naik menguji resisten di 3800. Jika resisten ini mampu ditembus, IHSG bakal memiliki potensi kenaikan hingga kisaran 4000-4050. IHSG bakal membuka peluang untuk terus rally hingga akhir tahun.
Mengingat kenaikan peringkat hutang Indonesia menjadi BBB- (investment grade) tetap menjadi sentimen utama, saham-saham big caps dan perbankan tetap menjadi pilihan utama. ASII, GGRM, ITMG, UNTR, BMRI, BBRI, dan BBCA. Saham-saham perbankan lapis kedua, seperti BBNI dan BBTN juga pantas untuk dilirik. Selain itu, kami juga sudah mulai tertarik pada saham-saham Bakrie. Perhatikan resisten dari BUMI di 2300, karena jika berhasil ditembus, potensi kenaikannya bisa mencapai kisaran 3000 - 3500. Saham-saham Bakrie yang lain akan bergerak jika BUMI bakal bergerak.
Global Outlook
Bursa saham Asia berhasil menguat tajam kali ini menyusul membaiknya data AS dan Jerman. Selain itu meningkatnya permintaan obiligasi Spanyol. Faktor itulah yang berhasil mendongrak indeks utama termasuk indeks Dow Jones 2,87% (12.103,58), indeks Nasdaq 3,19% (2.603,73) dan indeks S&P 2,98% (1.241,30).
Data pembangunan rumah baru di AS bulan Nopember melonjak 685 ribu unit dari bulan sebelumnya 627 ribu, angka ini tertinggi dalam satu setengah tahun. Dengan membaiknya data ini bisa menandakan perekonomian negara adikuasa itu dapat terhindar dari resisi atau ancaman dampak dari krisis utang Eropa. Selain itu, data perolehan izin pembangunan rumah, sebagai tolak ukur pertumbuhan perumahan tahun depan juga meningkat, dimana naik 681 ribu bulan ini dari 644 ribu bulan lalu, hasil ini tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Sedangkan data tingkat kepercayaan bisnis di Jerman meningkat dalam 2 bulan berturut-turut, dimana bulan Desember naik 107,2 poin indeks dari bulan sebelumnya 106,6. poin indeks.
Pelaku pasar kembali bersemangat untuk melakukan pembelian aktif menyusul sejumlah sentimen positif dari data ekonomi tersebut diitengah bayang-bayang krisis utang Eropa.
saham-saham komoditas kembali beranjak naik seiring kenaikan harga komoditas global termasuk emas dan minyak. Sementara saham-saham di sektor perbankan juga membaik setelah sehari sebelumnya terhempas karena kekhawatiran akan perolehan laba perusahaan akibat dari krisis Eropa. Sektor perbankan menguat menyusul Federal Reserve membuat proposal baru mengenai aturan modal baru bank, dimana aturan ini tidak terlalu membebani di sektor itu.
Penguatan bursa saham terlihat masih akan berlanjut dua hari ke depan jelang libur Natal.
Review IHSG
Gagal bertahan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan sebesar 17 poin pada perdagangan kemarin.
Minimnya sentiment positif memaksa investor melakukan profit taking terhadap saham-saham unggulan untuk mengamankan portofolionya. Investor masih dibayangi kekhawatran oleh krisis global, khususnya krisis utang yang terjadi di benua Eropa.
Ada delapan sektor yang memperberat kinerja IHSG pada hari itu. Tiga sektor dengan penurunan terbesar dialami sektor perdagangan yang turun 1,38%, sektor pertambangan turun 1%, dan sektor industri dasar yang turun 0,95%. Sementara sektor keuangan dan perkebunan menjadi sektor yang menguat, yang masing-masing naik 0,23% dan 0,05%.
Menutup perdagangan, Selasa (20/12/2011), IHSG melemah 17,949 poin (0,48%) ke level 3.752,338. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 3,012 poin (0,46%) ke level 662,022.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Surya Toto (TOTO), Astra Internasional (ASII), United Tractor (UNTR), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Gudang Garam (GGRM), Myoh (MYOH), dan Astra Agro (AALI).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Sinyal negatif muncul pada candlestick yang membentuk black body. Namun indikator lainnya masih menunjukkan sinyal positif. Stochastic yang golden cross serta MA 55 yang masih uptrend masih mendukung sinyal bullish bagi IHSG. Selain itu, indeks masih mampu bertahan di atas level support 3.730 – 3.750. Dengan begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa IHSG masih berpeluang naik untuk menguji kembali resistance di 3.811. penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 3.830 – 3.875. Sementara penutupan IHSG di bawah support 3.730 akan memberi peluang koreksi lanjutan menuju area 3.666 – 3.618. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.811.
R3 3825
R2 3807
R1 3780
Pivot 3762
S1 3735
S2 3718
S3 3690
Stock Pick
ACES
Moving average yang bergerak di atas harga menunjukkan bahwa trend ACES masih terlihat bullish. Namun dengan kondisi stochastic yang sudah overbought serta masih tertahannya harga di atas resistance 3.900, ada potensi ACES untuk melakukan koreksi. Level support berada di 3.725, jika ditembus, support berikutnya akan muncul di area 3.600.
Rekomendasi : Buy on weakness @3.600, stop loss 3.500, target 3.800
Support : 3.725, 3.600
Reistance : 3.900, 4.100
CTRS
Indicator stochastic yang dead cross, serta RSI yang mulai bergerak ke area negatif mengindikasikan potensi penurunan bagi CTRS. Kondisi ini didukung pula oleh MA 10 yang mulai bergerak downtrend. Terlihat bahwa CTRS saat ini sedang menguji support MA 55 di 840. Penembusan support tersebut akan memberi peluang penurunan lebih jauh menuju area 800.
Rekomendasi : Sell breakout 840. Buy back @800, stop loss 780, target 850
Support : 840, 800
Resistance : 860, 900
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



