IHSG rawan profit taking

Tanggal September 06, 2010 / 9:10 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Sentimen global yang positif, seharusnya mendukung IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Namun, kenaikannya hingga ke rekor terbaru di minggu lalu bisa mengundang minat untuk profit taking, apalagi menjelang lebaran.
Bursa regional rally hari ini mengikuti Wall Street yang akhir pekan lalu mencatat hasil positif berkat data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari prediksi. Data tersebut juga menjadi katalis penguatan bursa saham di Asia.
Dengan latar belakang seperti ini, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya ke rekor terbaru. Apalagi bila didukung oleh pembelian investor asing. Maraknya pembelian asing menjadi salah satu yang faktor mendongkrak transaksi perdagangan dan IHSG menembus rekor.
Menurut catatan BEI, selama Agustus nilai bersih pembelian asing mencapai Rp. 90 miliar per hari. Kinerja ekonomi domestik yang mengesankan, ditambah dengan mata uang yang stabil dan yield yang menarik, membuat semakin banyak investor asing berminat memarkirkan dananya di pasar keuangan lokal. 
Namun, perlu diwaspadai ancaman aksi ambil untung. Setelah menembus rekor terbarunya, IHSG rawan aksi tersebut karena salah satu faktornya adalah kebutuhan akan dana segar menjelang libur Idul Fitri. Selain itu, sepertinya akan banyak pelaku pasar yang enggan masuk posisi menjelang libur itu.
Meski demikian, mashi ada saham yang layak koleksi, yaitu saham konsumen dan yang berbasis permintaan domestic. Beberapa di antaranya adalah Indofood (INDF), Unilever (UNVR), karena menjelang lebaran, kedua emiten ini biasanya meraup laba yang tinggi.
Sementara itu, saham Asia bergerak positif hari ini menyusul penguatan Wall Street dan data ketenagakerjaan AS yang mengurangi kecemasan mengenai ekonomi terbesar dunia itu.
Data Jumat lalu menunjukan nonfarm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, berkurang 54.000 di Agustus, lebih rendah dari prediksi 105.000. Selain itu, lapangan kerja swasta bertambah sebanyak 67.000, lebih besar dari prediksi 40.000.
Data itu mengurangi kecemasan pasar akan ancaman double dip recession. Indeks Nikkei menguat 100 poin saat ini. Namun, pergerakan yen masih menentukan lajunya. Apresiasi mata uang itu bisa menggerus penguatan indeks tersebut.
Aktivitas perdagangan sepertinya akan berkurang karena liburnya pasar AS. Apalagi hampir tidak ada even ekonomi penting terjadwal hari ini. Minimnya katalis akan menjadi faktor penghambat laju saham Asia dan Eropa. Namun, data payroll AS sepertinya masih menjadi sentimen positif. 

Review
Dalam perdagangan Jumat (3/9), IHSG berhasil mencetak rekor baru, didukung sentimen global yang positif dan minat investor terhadap saham konsumen di tengah Ramadan.
Sejak awal perdagangan, aksi beli yang cukup besar sudah terjadi, hingga membuat IHSG terus menetap di zona positif.
Investor tidak meninggalkan satu sektor pun, namun yang paling diminati dalam sektor konsumen.
IHSG ditutup menguat 42,128 poin, atau 1,34%,  di 3.164,277. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 8,148 poin, atau 1,38%, ke 597,916. Sebanyak 127 saham menguat, 71 saham melemah dan 84 saham flat. Secara sektoral, semua mencatat hasil positif, dipimpin oleh konsumen yang melonjak 3,83%.
Volume perdagangan mencapai 4,812 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,128 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 182,339 miliar.

Ulasan Teknikal
IHSG

Rally pada pergerakan hari jumat mengukuhkan IHSG untuk meraih target mingguan di 3199/3200. Seluruh emelent Ichimoku menyarankan posisi beli dengan tingkat kekuatan TREN NAIK SKALA KUAT.

Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren )
 
Strategy:

Buy 3164, stop di bawah 3150 dengan target 3174 - 3199
Sell break 3150 , stop di atas 3164 dengan target 3114

SUpport : S3 : 3094.10, S2 : 3108.17, S1 : 3136.22
Pivot : 3150.29
Resistance : R1 : 3178.34, R2 : 3192.41, R3 : 3220.46

Rekomendasi
BBCA


Moving average yang bergerak uptrend menunjukkan bahwa secara trend BBCA bullish. Trend bullish BBCA juga masih didukung oleh indikator RSI dan stochastic yang masih berada di area positif. Sementara itu, terbentuknya pola triangle menunjukkan bahwa saat ini harga tengah mengalami konsolidasi untuk menentukan arah tren sebenarnya. Penembusan garis resistance triangle yang berada di 6100 bisa memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 6540. Sebaliknya, bearish reversal akan terjadi jika terjadi breakout pada support triangle di area 5750, untuk proyeksi bearish di area 5350. Rekomendasi : HOLD, Stop loss, 5750. Support : 5850, 5750. Resistance : 6100, 6300.

ADRO

Moving average yang bergerak di atas harga menunjukkan bahwa secara tren ADRO masih bearish. Namun begitu, sinyal rebound mulai terlihat seiring dengan tertahannya pada garis support-nya 1760, yang diiringi dengan terbentuknya pola bullish harami pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic sudah oversold, dan berpeluang golden cross, sementara RSI mulai beranjak uptrend, meski masih di area negatif. Kami masih melihat adanya potensi rebound bagi ADRO untuk meraih area Fibonnaci di 1910 – 1960 dalam jangka pendek, dengan resistance saat ini berada di 1870. Rekomendasi : Buy, stop loss 1810, target 1910. Support : 1810, 1760. Resistance : 1870, 1760.

Stock Screener


Ket ; B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account