IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
Jakarta, Strategydesk - Indeks dari bursa-bursa di kawasan Eropa masih bergerak naik semalam. Kenaikan ini menunjukkan bahwa downgrade yang dilakukan oleh S&P atas surat hutang dari 9 negara EURO, tidak memberikan sentimen negatif yang signifikan pada pergerakan harga saham. Meskipun demikian, berita-berita negatif yang terus mengalir dari Zona Euro (seperti downgrade S&P atas EFSF/dana bailout Eropa, dan macetnya pembicaraan antara Yunani dan kreditornya) sebaiknya tetap membuat kita berhati-hati.
IHSG diperkirakan akan bergerak flat-naik pada kisaran 3890-3954. Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menentukan arah dari trend jangka pendek.
Global Outlook
Tidak ada data penting terjadwal dari Eropa kemarin, ditambah dengan liburnya pasar AS membuat pasar minim sentimen. Tapi aktivitas perdagangan hari ini akan kembali semarak ditambah serangkaian data ekonomi, seperti data PDB China Q4 dan laporan keuangan AS termasuk Citigroup dan Wells Fargo.
Rebound kemungkinan dialami bursa Asia setelah kemarin terhampas karena kabar bahwa Standard & Poor’s menurunkan rating beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, memberi pukulan telak di tengah upaya pengentasan krisis utang.
S&P mencopot Perancis dari rating topnya, dan memangkas delapan negara lainnya, menambah kekhawatiran gejolak finansial di Eropa bisa memburuk. Sehari setelah isu dan spekulasi, S&P akhirnya secara resmi, mengumumkan pada akhir pekan lalu, menurunkan rating Perancis satu tingkat dari AAA ke AA+. Negara lainnya yang juga diturunkan satu tingkat adalah Austria, Malta, Slovakia dan Slovenia.
S&P memberi berita lebih buruk ke Italia, Spanyol, Siprus dan Portugal, dengan diturunkan dua peringkat. Downgrade ini membawa Siprus dan Portugal ke status junk, yang sudah ditempati oleh Yunani. Sedangkan negara yang tidak terkena downgrade, kali ini, antara lain Jerman, Belgia, Irlandia, Finlandia, Belanda, Luksemburg dan Estonia.
Penurunan rating ini dilakukan oleh S&P karena menganggap inisiatif kebijakan yang diambil para pemimpin Eropa belumlah cukup untuk mengatasi masalah sistemik di zona euro. Downgrade ini mencerminkan para pemimpin masih jauh dari keberhasilan untuk mengentaskan masalah utang dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Bagi Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, penurunan rating ini menjadi pukulan telak yang dapat memupuskan peluangnya terpilih kembali.
Berita ini datang di saat negosiasi antara Yunani dan kreditor mengenai pertukaran utang (debt swap) gagal, meningkatkan risiko default.
Menurut analis, pasar mulai mencemaskan penurunan rating bank dan dana talangan Eropa, yang dapat mempersulit upaya pengumpulan dana.
Investor kini akan terfokus pada rilisan data ekonomi China, ekspektasi menunjullan melambatnya PDB China di kuartal keempat 8,8% dari 9,1%. Selain itu, laporan keuangan Citigroup dan Wells Fargo yang dijadwalkan malam ini.
Review IHSG
Mengawali perdagangannya di minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 25.633 (0,65%) ke level 3.909,693.
Krisis Eropa masih menjadi kekhawatiran utama bagi pelaku pasar. Kekhawatiran krisis Eropa kembali mencuat menyusul downgrade massal yang dilakukan oleh Standard & Poor’s (S&P) terhadap negara-negara di kawasan zona Euro, termasuk perancis.
Penurunan peringkat tersebut telah menumbangkan bursa-bursa regional, dan IHGS pun terseret penurunan bursa global tersebut.
Ada delapan sektor yang mengalami penurunan. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam adalah sektor konsumer yang turun 1,29%, sektor industri dasar yang turun 1,10%, dan sektor keuangan yang turun 1,08%. Sementara dua sektor yang berhasil naik antara lain sektor infrastruktur dan sektor perdagangan yang masing-masing sebesar 0,20% dan 0,84%.
Saham-saham yang termasuk top losers diantaranya; PT Bumi Teknokultura (BTEK), PT Bank OCBC NISP (NISP), dan PT Asuransi Ramayana (ASRM).
Sementara saham-saham top gainers antara lain
Tiga saham top gainers hari ini antara lain; PT Schering Plough Indonesia (SCPI), PT Nusantara Infrastructure (META), dan PT Renuka Coalindo (SQMI).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pergerakaan IHSG saat ini terjebak dalam range 3.890 sebagai support dan 3.950 sebagai resistance. Indikator stochastic yang masih overbought dan berpeluang dead cross masih menunjukkan sinyal negatif, begitu pula dengan adanya pola black body pada candlestick, yang menunjukkan bahwa seller masih dominan. Namun begitu, moving average terlihat masih bergerak uptrend. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji support di 3.890. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju area 3.875 – 3.850. Sementara itu, hanya kenaikan IHSG di atas 3.950, yang akan mengkonfimasi kenaikan IHSG menuju area 4.050 – 4.150. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.875 – 3.930.
R3 3,972
R2 3,954
R1 3,932
Pivot 3,913
S1 3,891
S2 3,873
S3 3,851
Stock Pick
BBNI
Pergerakan BBNI terlihat flat dengan kecenderungan menurun, terlihat dari moving average yang bergerak downtrend. Dalam empat bulan terakhir, terlihat harga bergerak flat, dengan kisaran support di 3.550, dan resistance di 4.125. Untuk saat ini, terlihat harga sedang bergerak di area support, indikator stochastic pun mulai terlihat oversold. Kami melihat bahwa penurunan BBNI sudah mulai terbatas di area support 3.550 tersebut, dan berpeluang mengalami rebound.
Rekomendasi : Buy on weakness @3.625, stop loss breakout 3.550, target 3.850
Support : 3.625, 3.550
Resistance : 3.850, 4.125
AKRA
AKRA telah berhasil menembus resistance 3.425 dengan membentuk white marubozu pada candlestick. Penembusan resistance, yang disertai dengan besarnya volume mengindikasikan adanya bullish continuation. Indikator stochastic terlihat golden cross, namun RSI sudah menunjukkan oversold. Kami masih melihat potensi AKRA untuk meraih target berikutnya 3.800 – 4.000, dengan ruang koreksi kemungkinan berada di kisaran 3.425 – 3.250.
Rekomendasi : Buy @3.450, stop loss breakout 3.250, target 3.800 – 4.000
Support : 3.425, 3.250
Resistance : 3.800, 4.000
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



