IHSG menguat terbatas, ditengah tertekannya bursa Asia
Jakarta, Strategydesk - Dalam perdagangan hari ini, IHSG sepertinya akan menjalani pola yang sama seperti kemarin, bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Meski kondisi bursa global belum kondusif, IHSG sepertinya mampu untuk melanjutkan kenaikannya. Derasnya arus dana asing kemungkinan masih menjadi faktor yang mendukung IHSG. Resiliensi ekonomi domestik menjadi faktor yang mendorong investor asing mencari peruntungan di Indonesia.
Namun, perlu diwaspadai ancaman koreksi. Penguatan ke rekor terbarunya tentu mengundang godaan untuk melakukan aksi ambil untung. Target IHSG selanjutnya adalah 3.150. Bila gagal, IHSG terancam ke bawah 3.100.
Saham Bakrie diperkirakan masih menjadi incaran setelah kemarin rally. Salah satunya adalah Bumi Resources (BUMI). Kenaikan yang cukup signifikan kemarin bisa mengundang minat beli. Namun, saham tu mulai mendekati resistance di Rp. 1.700.
Sementara itu, saham Asia bertumbangan karena kecemasan mengenai kondisi ekonomi global. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai data perumahan AS nanti malam, yang diperkirakan akan menunjukan perlambatan ekonomi terbesar dunia itu.
Indeks Nikkei jatuh lebih dari 100 poin hingga sempat ke bawah level 9.000 di tengah penguatan yen. Indeks Hang Seng pun juga masih merosot.
Pasar memperkirakan data perumahan AS akan buruk. Di saat kekecemasan mengenai ekonomi global mencuat dan yen menguat, sentimen masih negatif. Selain itu, ada kekhawatiran angka PDB AS akan direvisi turun.
Minimnya faktor positif membuat pasar terfokus ke perlambatan ekonomi global. Salah satu data terjadwal hari ini adalah angka final PDB Jerman, yang bisa mengurangi kecemasan pasar bila direvisi naik.
Sentimen pasar bisa kembali negatif bila data exisiting home sales AS menunjukan penurunan yang signifikan.
Review
IHSG mampu mencetak rekor baru, meski di saat bursa regional terkulai. Saham Bakrie 7 kembali menjadi penyelamat.
Di awal perdagangan, IHSG sempat terkoreksi, namun hanya sampai 10 poin. Sebenarnya, IHSG bergerak dalam kisaran terbatas. Namun, menjelang akhir perdagangan, IHSG melesat didukung aksi bargain hunting terhadap saham yang dianggap bervaluasi menarik. Saham Bakrie 7 dan beberapa saham lapis dua berhasil mengangkat indeks ke rekor tertinggi barunya,
IHSG ditutup menguat 11,014 poin, atau 0,35%, di 3.128,734. Sedangkan indeks LQ-45 naik 1,830, atau 0,30%, di 593,994.
Sebanyak 113 saham menguat, 91 saham melemah dan 93 saham flat. Secara sektoral, sebagian besar mencatat hasil positif, kecuali aneka industri, yang turun 1,18%, dan infrastruktur, yang melemah 0,81%. Sektor pertambangan memimpin kenaikan dengan menguat 1,73% meski di saat harga komoditas banyak yang turun.
Volume perdagangan mencapai 6,363 miliar lembar saham dengan nilai Rp 3,387 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 65,366 miliar.
Ulasan Teknikal
IHSG

Untuk IHSG hari ini kami melihat ada pola yang sama dengan pergerakan hari kemarin, secara keseluruhan dari informasi yang di berikan Ichimoku dan oscillator Stochatic memberikan indikasi kenaikan. Taget pertama di 3130 nyaris tersentuh dengan meraih harga tertinggi pada hari kemarin di 3129. Dalam tren naik yang sedang berjalan pada IHSG kami menempatkan target berikutnya di diarea 3175 - 3200. Namun disela sela TREN NAIK SKALA KUAT yang sedang berlangsung saat ini, IHSG berpeluang terjadinya koreksi bila tidak mampu mempertahankan harga diatas 3089 (Weekly Pivot Point). Aspek flat element tenkan dan kijun pada ichimoku dan formasi yang terbentuk pada stochastic mengindikasikan keterbatasan kenaikan.
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
Strategy:
Beli 3128 , stop di bawah 3020 dengan target 3175 - 3200
Sell Break 3089 , stop di 3100 dengan target 3060
Support : S3 : 3092.54, S2 : 3100.15, S1 : 3114.44
Pivot : 3122.05
Resistance : R1 : 3136.34, R2 : 3143.95, R3 : 3158.24
Rekomendasi
DOID
Moving average masih terlihat downtrend,menunjukkan bahwa secara tren keseluruhan DOID masih bearish. Tren bearish DOID terkonfirmasi ketika terjadi breakout pada level support-nya di 920, di mana level tersebut saat ini akan menjadi resistance kuatnya. Namun begitu, target bearish DOID untuk saat ini sepertinya telah dicapai, menyusul terbentuknya pola double top. Selain itu, sinyal reversal juga terlihat dari stochastic yang berpotensi golden cross, serta RSI yang mulai beranjak uptrend, meski masih di area negatif. Kami melihat adanya rebound lanjutan DOID untuk kembali menguji resistance-nya di area 920 tersebut. Jika berhasil ditembus, tren akan berbalik bullish, dan harga berpeluang menguat lebih jauh untuk kembali meraih area 1100. Sebaliknya, jika gagal ditembus, pullback selling bisa terjadi dan alur bearish DOID akan berlanjut untuk kembali menemui support-nya di 750. Penembusan harga di bawah support akan memberikan konfirmasi bearish continuation, untuk target bearish selanjutnya di 550 (Fibonacci extension 161.8%).
Rekomendasi : Sell on strength at 920. Support : 750, 670. Resistance : 920, 1100.
ELTY
Moving average 55 dan 200 masih downtrend, menunjukkan bahwa tren keseluruhan ELTY masih bearish. Namun untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA 10 sudah bergerak uptrend, memberi potensi rebound jangka pendek. Selain itu, harga saat ini telah berada di atas level support-nya di 105. Dukungan rebound juga terlihat dari indikator stochastic yang golden cross di area oversold, serta RSI yang beranjak uptrend, meski masih negatif. Kami melihat adanya peluang rebound ELTY untuk kembali meraih resistance di 125. Penembusan garis resistance tersebut bisa merubah trend jangka menengah ELTY menjadi bullish, untuk target bullish di area 147. Namun, jika resistance di 125 masih dipertahankan, maka alur bearish ELTY masih akan berlangsung, dan harga masih berpotensi turun kembali menuju support-nya di 95. Penembusan pada garis support tersebut bisa memberikan konfirmasi bearish continuation menuju area 60.
Rekomendasi : Sell on strength at 125. Support : 105, 95. Resistance : 117, 125.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tekanan jual terus menaungi IHSG
- IHSG belum pulih dari tren turunnya
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini



