Aksi switching dapat topang IHSG
Jakarta, Strategydesk - Penguatan yang dicatat IHSG hingga rekor tertingginya, sudah rawan koreksi dan aksi ambil untung. Namun, aksi switching ke saham lapis dua sepertinya masih bisa menahan kejatuhan.
IHSG kemarin berhasil menggapai rekor barunya di 3.138 di saat bursa regional bertumbangan karena data ekonomi AS yang buruk. Peralihan dana ke saham second liners menjadi salah satu faktor yang mendorong IHSG. Selain itu, penguatan rupiah dan arus dana asing yang masih deras juga membantu.
Valuasi yang tinggi di beberapa saham unggulan memang mengundang minat untuk profit taking. Kemungkinan ini perlu diwaspadai. Namun, bila aksi switching masih berlanjut, koreksi bisa diredam.
Selain itu, kondisi bursa global terlihat mulai membaik setelah dihantam aksi jual dalam beberapa sesi sebelumnya. Hal ini paling tidak membantu sentimen pasar.
Wall Street berakhir positif berkat aksi bargain hunting yang memanfaatkan kejatuhan harga. Indeks Nikkei juga terlihat rebound. Namun, data ekonomi AS yang buruk dan masalah yen masih menghambat lajunya.
Dibanyangi situasi itu, IHSG kemungkinan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
Sementara itu, sebagian besar saham Asia mencatat penguatan terbatas hari ini, didorong penguatan kecil Wall Street. Namun, data ekonomi AS yang buruk masih menghambat laju indeks utama Asia.
Indeks Nikkei menguat 0,2% saat ini. Penguatan ini lebih bersifat technical rebound. Kemarin, indeks tersebut mencapai level terendahnya dalam 16 bulan terakhir. Kejatuhan ini mengundang aksi bargain hunting.
Namun, masalah yen masih menghantui bursa Jepang dan sikap pasif pemerintah membuat pasar kecewa. Bila yen terkoreksi dan melemah, indeks tersebut akan semakin melaju.
Meski demikian, pasar sepertinya masih berhati-hati di tengah kecemasan mengenai ekonomi, terutama dengan buruknya indikator AS. Data semalam menunjukan new home sales AS anjlok 12,4% di Juli dan durable goods orders turun 3,8%.
Peluang rebound karena bargain hunting memang terbuka. Namun, rebound tersebut kemungkinan akan terbatas, dihambat oleh data ekonomi AS yang buruk.
Salah satu data terjadwal hari ini adalah initial jobless claims, yang diperkirakan akan menunjukan klaim pengangguran berkurang sebanyak 15.000 minggu lalu menjadi 485.000. Penurunan klaim bisa mengurangi kecemasan mengenai kondisi lapangan kerja AS dan mengangkat Wall Street.
Review
IHSG kembali mencatat hasil mengesankan, dengan berlabuh di zona positif di saat bursa regional bertumbangan.
Kinerja ini didukung oleh saham lapis dua, yang menjadi pilihan di saat saham unggulan sudah mencapai valuasi yang tinggi. Aksi switching ini membawa IHSG ke rekor barunya.
Di awal perdagangan, IHSG sempat berfluktuatif, meski dalam range terbatas. Kejatuhan bursa regional mempengaruhi lajunya. Namun, di sesi II, IHSG mulai menanjak di tengah penguatan bursa Eropa.
IHSG ditutup menguat 23,971 poin, atau 0,77%, di 3.138,910. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,572 poin, atau 0,77%, di 595,354. Sebanyak 125 saham menguat, 47 saham melemah dan 91 saham flat. Secara sektoral, sebagian mencatat hasil positif, kecuali aneka industri yang turun 0,52%. Industri dasar menjadi sektor yang paling impresif, dengan naik 2,21%.
Volume perdagangan mencapai 7,738 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,266 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 79 miliar.
Ulasan Teknikal
IHSG
Kami masih menempatkan kisaran range hari ini untuk batas atas di 3146 (Resisten 1 mingguan) dan kisaran batas bawah di 3089 (Pivot mingguan). Selama masih tertahan dibawah 3146, pola trending tertahan dan cenderung bergerak sideways, namun bila adanya dorongan yang cukup kuat untuk menembus 3146 dan ditutup diatasnya maka target 3175 -3200 sudah menunggu. Seluruh element Ichimoku masih menggambarkan IHSG berada dalam TREN NAIK SKALA KUAT meski ada aspek flat yang mulai terbentuk pada Tenkan sen (garis biru) , Oscillator Stochastic meski berada dalam formasi naik namun sudah membentuk aspek flat, mengindikasikan kekuatan naik uantuk sementara terbatas.
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
Strategy:
Wait and see
Support : S3 : 3076.59, S2 : 3089.55, S1 : 3114.23
Pivot : 3127.19
Resistance : R1 : 3151.87, R2 : 3164.83, R3 : 3189.51
Rekomendasi
WIKA 
Target inverted Head and shoulder WIKA telah berhasil diraih dengan menempatkan resistance baru di 600. Dengan diraihnya target tersebut, terlihat pola pembentukan rising wedge. Pola tersebut mengindikasikan reversal harga, yang didukung pula oleh indikator stochastic yang sudah overbought dan berpeluang dead cross, sementara RSI sudah mulai divergence. Pola koreksi tersebut akan terkonfirmasi jika harga gagal menembus resistance di 600, kemudian terjadinya breakout pada support-nya di 560. Jika skenarionya seperti itu, maka kami melihat adanya penurunan lebih jauh bagi WIKA untuk meraih target rising wedge-nya di area 490. Sebaliknya, jika hagra mampu menembus resistance dan ditutup di atas level tersebut, maka alur bullish WIKA bisa berlanjut hingga area 660. Rekomendasi : Hold, Stop loss breakout 490. Support : 570, 490. Resistance : 600, 650
UNVR
Pembentukan pola symmetrical triangle menunjukkan bahwa harga masih mengalami konsolidasi, meski secara keseluruhan tren UNVR masih bullish. Hal ini ditunjukkan dengan moving average yang bergerak uptrend. Selain itu, indikator RSI dan stochastic masih berada di area positif. Tren selanjutnya masih akan ditentukan dengan terjadinya breakout pada salah satu support dan resistance triangle tersebut. Penembusan di bawah level support di 16.500 akan memberikan konfirmasi bearish reversal untuk target di area 15.200. Sebaliknya, jika terjadi breakout pada resistance-nya di 17.100, maka bullish continuation akan terkonfirmasi untuk target di area 18.700. Rekomendasi : Hold and buy break at resistance level 17.100, stop loss 16.500, target 18.700. Support : 16.500, 16.050. Resistance : 17.100, 18050.
Stock Screener 
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



