IHSG masih melaju, meski terbatas
Jakarta, Strategydesk - Wall Street hanya mampu mencatat kenaikan tipis. Itupun karena laporan keuangan DuPont, yang berhasil mengangkat pasar yang jatuh karena data sentimen konsumen AS yang buruk. Bursa regional terlihat mixed, di mana indeks Nikkei mampu naik tajam namun indeks Kospi tersendat.
Peluang penguatan IHSG masih terbuka, namun sepertinya mulai terbatas. Kondisi beberapa saham hampir mencapai overbought, ini membuka ancaman koreksi.
Selama 4 sesi terakhir, IHSG silih berganti berakhir di zona positif maupun negatif, meski berhasil mencetak rekor baru kemarin. IHSG sepertinya masih mendapat dukungan dari sentimen positif terhadap fundamental ekonomi domestik dan ekspektasi baiknya kinerja keuangan emiten unggulan.
Meski demikian, perlu diwaspadai serangan profit taking yang bisa datang sewaktu-waktu. Oleh karena itu, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas.
Beberapa emiten yang akan mengumumkan laporan keuangan hari ini di antaranya PT. Astra Agro Lestari (AALI), PT. Bank Panin (PNBN), PT. Holcim Indonesia (SMCB), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Sementara itu, saham Asia bergerak mixed menyusul penguatan Wall Street yang tipis. Sebagian memang bergerak positif, seperti Nikkei, yang naik tajam berkat laporan keuangan dari Canon dan kejatuhan yen.
Namun, bursa lain masih tersendat, seperti indeks Kospi dan Australia. Pasar masih mendapat berota berlawanan dalam hal data ekonomi dan laporan keuangan perusahaan AS. Data ekonomi masih memperlihatkan kondisi perlambatan ekonomi, sedangkan kinerja keuangan korporat membaik.
Beberapa bursa global pun terlihat sudah mencatat kenaikan yang tajam dan hampir mencapai kondisi jenuh beli. Aksi ambil untung juga mengintai, ada satu berita buruk yang meningkatkan kecemasan mengenai ekonomi dunia, koreksi tajam tidak bisa dihindari.
Sektor properti, maskapai, baja dan ritel sepertinya mulai terancam. Namun, support akan datang dari sektor teknologi, keuangan dan utilitas. Oleh karena itu, bursa regional akan melalui perdagangan yang fluktuatif hari ini.
Data terjadwal hari ini adalah durable goods orders AS, yang diperkirakan akan menunjukan kenaikan 1,0%. Order di luar transportasi diperkirakan naik 0,4%. Data yang positif dapat mengurangi kecemasan mengenai ekonomi AS.
Perusahaan AS yang akan mengumumkan kinerjanya malam ini adalah Boeing Company dan Visa. Kinerja keuangan Boeing diperkirakan mengalami penurunan di kuartal kedua karena berkurangnya permintaan.
Review
IHSG ternyata berhasil rebound kemarin, didukung oleh sentimen positif terhadap kinerja keuangan emiten dan fundamental ekonomi domestik. Beberapa emiten unggulan mengumumkan laporan keuangan yang cukup mengesankan. Selain itu, BI menaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,9% dari 5,8%.
Di awal perdagangan, IHSG sudah bercokol di zona positif, dengan menguat 11 poin. Penguatan mencapai 32 poin di akhir sesi I. Di sesi II, Laju saham Eropa memberi dorongan ekstra. IHSG sempat mencetak rekor baru di 3.056,496, namun terkikis oleh kejatuhan saham perkebunan dan keuangan.
IHSG ditutup menguat 17,979 poin, atau 0,59%, di 3.041,678. Sedangkan indeks LQ-45 naik 7,151 poin, atau 1,22%, ke 587,809. Sebanyak 105 saham menguat, 89 saham melemah dan 69 saham flat. Secara sektoral, sebagian besar mencatat hasil positif, kecuali perkebunan, keuangan dan properti. Sektor infrastruktur mencatat kenaikan terbesar, yaitu 1,27%.
Volume perdagangan mencapai 4.952 juta lembar saham dengan nilai Rp 3,86 triliun.
Ulasan Teknikal
IHSG
Indikasi konsolidasi untuk IHSG sepertinya mulai terbentuk kembali pada beberapa hari mendatang, diperkirakan selama tidak mampu menembus serta di tutup diatas 3062 dan selama tidak melewati serta ditutup dibawah 3005. Secara keseluruhan Indikator Ichimoku menyarankan posisi beli (NAIK) dengan tren naik skala medium, namun dua elemen ichimoku yaitu tenkan sen (Biru ) dan kijun sen (Merah) (Lihat Chart) mulai membentuk aspek flat yang artinya indikasi konsolidasi mulai terbentuk. Satu hal yang perlu menjadi kehati hatian kita di informasikan oleh Oscillator Stochastic sudah memasuki area jenuh beli dan cenderung membentuk dead Dead Cross ( turun). Dari informasi diatas kami melihat fase akumulasi mulai terbentuk.
Trend : Bullish (MEDIUM)
Strategy:
Wait and see
Support : S3 : 2985.60, S2 : 3004.79, S1 : 3023.23
Pivot : 3042.42
Resistance : R1 : 3060.86, R2 : 3080.05, R3 : 3098.49
Rekomendasi
NIKL
Moving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa secara tren NIKL masih bullish. Trend bullish NIKL semakin terkonfirmasi ketika harga mampu melakukan breakout pada resistance congestion-nya di 310 dan mampu ditutup di atas level tersebut. Pola long white candle, yang disertai dengan adanya peningkatan volume juga mendukung bullish tersebut. Kami melihat adanya potensi kenaikan bagi NIKL untuk meraih area resistance selanjutnya di 330, dimana jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan bisa berlanjut menuju area 340 (target congestion). Rekomendasi : Buy, stop loss, 305, target 330 – 340. Support : 310, 300. Resistance : 330, 340.
JSMR
Pola white opening marubozu yang disertai dengan volume yang besar ketika terjadi breakout pada garis resistance, telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi JSMR. Pola bullish JSMR juga terlihat dari moving average yang bergerak uptrend. Sementara itu, indikator RSI dan stochastic meski masih postif, sudah mulai memasuki jenuh beli, indikasi bahwa kenaikan JSMR akan terbatas untuk jangka pendek. Untuk pergerakan selanjutnya, kami masih melihat adanya peluang bagi JSMR untuk meraih target jangka pendeknya di area 2420, yang sekaligus menjadi resistance-nya saat ini. Sementara tren jangka menengah, JSMR masih berpotensi menguji area 2640. Rekomendasi : Buy on support 2225, stop loss 2150, target 2420. Support : 22250, 2150. Resistance : 2350, 2420.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG lesu, jelang libur panjang
- IHSG rawan profit taking
- Laju IHSG masih rentan, BI rate jadi fokus
- IHSG berpeluang lanjutkan kenaikannya
- IHSG konsolidasi, data inflasi dinanti
- Profit taking masih melanda IHSG
- Positifnya bursa global, pulihkan IHSG
- Minimnya katalis, IHSG konsolidasi
- Aksi switching dapat topang IHSG
- IHSG lanjutkan koreksinya
- IHSG menguat terbatas, ditengah tertekannya bursa Asia
- Laju IHSG tak terbendung, meski rawan koreksi
- Ancaman koreksi bayangi IHSG
- Faktor eksternal dan internal dukung laju IHSG
- IHSG masih berfluktuasi



