IHSG masih flat di 3.725-3.800
Jakarta, Strategydesk - Krisis Eropa membuat pasar terus menantikan berita positif untuk menjaga momentum. Ketika The Fed ternyata tidak memberikan signal tentang adanya stimulus yang baru, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang sejak awal perdagangan berada di teritori positif, langsung bergerak turun dan ditutup turun 0,55%. Indeks DJI melanjukan trend turunnya.
Dengan bursa regional yang bergerak negatif, IHSG sepertinya masih akan sulit untuk bergerak naik. IHSG bakal masih bergerak flat pada kisaran 3725-3800.
Ditengah pergerakan flat dari IHSG ini, saham sektor semen, konstruksi, dan properti, terlihat masih akan mendominasi. ADHI dan WIKA terlihat masih berpeluang untuk bergerak menuju resisten selanjutnya di level 650-700. Resisten SMGR ada di 10350-10500. Jika ditembus, potensi kenaikannya bisa 11500-12500.
Global Outlook
Bursa saham Asia masih melemah menyusul saham AS yang melanjutkan kejatuhannya untuk kali kedua pekan ini, setelah rapat bulanan Federal Reserve tidak memberi penyataan khusus baru untuk memicu perekonomian. Hal ini sontak menambah kecemasan investor yang sebelumnya didera isu rating negara zona euro. Selain rapat the Fed, laporan penjualan ritel AS di Nopember yang turun 0,2% dari sebelumnya 0,6%, turut menekan sentimen.
Ketegangan di pasar dimulai setelah lembaga rating memperingatkan pertemuan Uni Eropa minggu lalu, yang dianggap banyak kalangan sebagai kesempatan terakhir menyelamatkan euro, masih belum cukup untuk mengurangi kekhawatiran soal krisis utang.
Saham bertumbangan setelah dua lembaga rating besar mengkritik hasil yang dicapai para pemimpin Eropa minggu lalu. Fitch Ratings mengatakan kesepakatan untuk menyatukan kebijakan fiskal tidak akan member banyak perubahan. Zona euro akan menghadapi kontraksi ekonomi signifikan karena masih dijerat krisis utang selama setahun lagi atau lebih.
Moody’s Investor Service mengatakan pertemuan itu tidak banyak menghasilkan terobosan. Menurutnya, Eropa masih dalam tahap kritis dan hasil pertemuan belum mampu mengatasi masalah, yaitu membengkaknya utang beserta biayanya (yield).
Sedangkan lembaga rating lainnya, Standard & Poor’s, menganggap upaya Eropa belum cukup, dengan mengatakan waktu semakin menipis bagi zona euro untuk menyelesaikan masalah utangnya dan mungkin membutuhkan gejolak agar bisa bergerak lebih cepat lagi.
Bila dalam waktu dekat ada penurunan rating, maka semakin mahal biaya pinjaman untuk negara Eropa. Bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis.
Review IHSG
Krisis utang Eropa yang tak pernah kunjung selesai pemecahannya masih menyelimuti kekhwatiran sebagian besar pelaku pasar dan menjai pemicu utama turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin.
Meski sempat merespon positif hasil KTT Uni Eropa pada pedagangan sebelumnya, pasar kembali dibuat ragu. Pasalnya, beberapa lembaga pemeringkat, seperti Fitch Rating, dan Moody’s Investor Service menilai bahwa pertemuan tersebut tidak akan membawa perubahan dalam menangani krisis kredit yang melanda kawasan tersebut.Lembaga-lembaga tersebut juga akan mengancam menurunkan peringkat kredit beberapa Negara Eropa.
Mayoritas indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Namun, sektor properti justru menguat tajam di tengah melemahnya indeks. Sementara dua sektor lainnya yang juga menguat adalah sektor industri dasar dan aneka industri.
Mentup perdagangan, Selasa (13/12/2011), IHSG turun 28,570 poin (0,75%) ke level 3.763,579. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,837 poin (1,17%) ke level 662,433.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Agro (AALI), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Indocement (INTP), Semen Gresik (SMGR), HM Sampoerna (HMSP), dan Jaya Konstruksi (JKON).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Meski terkoreksi, namun hal tersebut masih belum merubah pandangan kami mengenai arah IHSG. Secara keseluruhan IHSG masih bergerat flat di kisaran support 3.730 – 3.750, dan resistance di 3.811 – 3.830. Trend beraish jangka pendek IHSG baru berakhir jika IHGS mampu ditutup di bawah support 3.730, untuk target bearish menuju 3.679 – 3.620. sementara jika resistance yang ditembus, kenaikan IHSG akan berlanjut untuk meraih resistance 3.875, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 3.950 – 4.050. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.811.
R3 3,838
R2 3,815
R1 3,789
Pivot 3,766
S1 3,740
S2 3,717
S3 3,691
Stock Pick
ADHI
Dengan ditembusnya upper channel resistance, maka trend ADHI mulai berbalik reversal bullish. Namun begitu, penguatan yang dialami ADHI dalam dua hari terakhir telah membuat kondisi indikator RSI dan stochastic menjadi overbought. Selain itu, harga juga masih tertahan di area resistance 640. Kondisi tersebut memungkinkan ADHI untuk terkoreksi terlebih dahulu sebelum melanjutkan kenaikannya. Adapun support saat ini berada di area 550, jika ditembus, support berikutnya akan muncul di area 500. Sementara penembusan resistance di 640 akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 760.
Rekomendasi : Buy On weakness @550, stop loss 520, target 630
Support : 550, 500
Resistance : 640, 760
PTBA
Masih dalam trend turun, namun beberapa indikator sudah menunjukkan potensi reversal. Ditandai dengan tertahannya harga di area support 16.500, serta stochastic yang berpeluang golden cross. Kami melihat bahwa PTBA akan kembali menguji garis resistance di area 17.700. Jika ditembus, maka kenaikan PTBA bisa berlanjut menuju area 18.800.
Rekomendasi : Hold, stop loss breakout 16.500, target 17.700. Buy break 17.700, stop loss 17.300, target 18.500.
Support : 16.500, 15.950
Resistance : 17.700, 18.800
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



