IHSG lesu, jelang libur panjang
Jakarta, Strategydesk - IHSG di luar dugaan kemarin melesat hingga level 3.200, berkat derasnya arus dana asing. Kinerja ini di luar dugaan banyak kalangan karena menjelang libur panjang biasanya perdagangan lesu, atau terjadi profit taking.
Di Rabu, perdagangan terakhir sebelum libur panjang, logis bila mengatakan ini menjadi momentum tepat untuk merealisasikan keuntungan.
Selain itu, kemungkinan banyak pelaku pasar yang sudah meliburkan diri, menjelang lebaran. Situasi di atas sepertinya akan membuat aktivitas perdagangan lesu. Apalagi bursa regional masih bergerak terbatas dan Wall street libur semalam.
Namun, tetap perlu diperhitungkan arus dana asing yang masih mengalir. Dalam beberapa sesi terakhir, investor asing terus mencatat pembelian bersih yang cukup besar. Bila hari ini, investor asing masih memburu saham, peluang penguatan lanjutan tentunya terbuka, meski kemungkinan akan terbatas.
Namun, kondisi itu tidak akan berlaku bila ternyata investor asing justru melakukan penjualan, memanfaatkan penguatan saham untuk mendapatkan keuntungan. Bila ini yang terjadi, koreksi tidak akan terhindarkan.
Sementara itu, saham Asia bergerak mixed hari ini, namun dalam kisaran terbatas, mencerminkan lesunya perdagangan. Liburnya pasar AS sepertinya menjadi penyebab lesunya perdagangan. Apalagi kemarin hampir tidak ada even ekonomi penting, semakin membuat pasar kehilangan katalis.
Beberapa indeks Asia turun tipis namun masih terbatas karena berkurangnya kecemasan mengenai pemulihan ekonomi global. Pelaku pasar masih berhati-hati, menunggu reaksi pasar AS terhadap program baru Presiden Obama yang diumumkan semalam. Obama mencanangkan program pembagunan infrastruktur senilai $50 miliar. Program itu, yang terdidi dari pembangunan jalan, rel kereta, dan bandara, ditujukan untuk mendorong ekonomi.
Pasar sepertinya membutuhkan katalis baru untuk dapat dijadikan alasan. Salah satu data yang mungkin dijadikannya adalah factory orders Jerman. Data ini diperkirakan akan menunjukan orders selama Juli naik 0,5% per bulan dan 20,6% per tahun.
Pasar juga menantikan hasil rapat reguler BOJ dan RBA. Keduanya diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya, di tengah indikasi perlambatan ekonomi global. Pasar menunggu apakah BOJ akan mengeluarkan pernyataan atau tindakan soal apresiasi yen. Pasar juga ingin melihat pernyataan RBA mengenai ekonomi dan prospek kebijakan ke depan.
Review
IHSG kembali mencatat hasil mengesankan, dengan melesat ke rekor terbarunya di 3.200an. Kinerja ini berhasil digapai berkat sentimen global yang positif dan pembelian investor asing yang mencapai Rp. 1 triliun.
IHSG ditutup menguat 52,871 poin, atau 1,67%, di 3217,148. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 9,282 poin, atau 1,55%, ke 607,198. Sebanyak 149 saham menguat, 65 saham melemah dan 78 saham flat. Secara sektoral, semua mencatat hasil positif, dipimpin oleh aneka industri, yang melonjak 4,83%, dikuti oleh perdagangan yang naik 3,54%.
Volume perdagangan mencapai 3,759 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,579 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 1,052 triliun.
Ulasan teknikal
IHSG
Target harga yang diperkirakan pada hari sebelumnya di 3199 telah diraih dan di lampaui dengan mencapai harga tertinggi di 3217 dan ditutup di 3217, kenaikan tersebut telah dipetakan dengan sempurna oleh seluruh element Ichimoku yang menyarankan posisi beli dengan kekuatan TREN NAIK SKAL KUAT. Hingga hari ini kondisi kenaikan tersebut belum berubah, dengan estimasi target berikutnya di 3255 dan 3305.
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik )
Strategy:
Buy 3217, stop di bawah 3199 dengan target 3255, target berikutnya 3305
Sell break 3199, stop di atas 3217 dengan target 3181, target berikutnya 3146
Support : S3 : 3129.05, S2 : 3146.76, S1 : 3181.95
Pivot : 3199.66
Resistance : R1 : 3234.85, R2 : 3252.56, R3 : 3287.75
Stock Pick
INCO
Yang tergambarkan untuk INCO bila dilihat harga penutupan hari kemarin di 4325 dan yang dapat dipetakan oleh seluruh element Ichimoku berada dalam TREN NAIK SKALA KUAT, namun sedang memasuki fase akumulasi beli (sideways). 4400 menjadi triger kenaikan dan 4100 menjadi trigger untuk koreksi ( INCO sedang berada didalam pola triangle). Informasi yang didapatkan dari gambaran diatas range pergerakan masih berkisar diantara 4400-4100.
Trend Strength : Bullish (STRONG)
Strategy: HOLD
Support : S3 : 4116.66, S2 : 4241, S1 : 4241
Pivot : 4283
Resistance : R1 : 4366, R2 : 4408, R3 : 4491
MNCN
Pola balik arah yang terjadi pada MNCN mengagalkan breakout triangle turun, sehingga peta jangka pendek yang terbentuk untuk pergerakan hari ini telah berubah dan mengindikasikan kenaikan, namun kenaikan yang terukur oleh seluruh element Ichimoku masih dalam TREN NAIK SKALA LEMAH. Indikasi kenaikan tersebut kami tempatkan di 352 sebagai target yang sekaligus sebagai resisten kuat.
Trend Strength : Bullish (WEAK),
Strategy : Buy 315, stop dibawah 308 dengan target 338, target berikutnya 352. Sell break 308, stop diatas 315 dengan target 278 - 266
Support S3 : 266, S2 : 278, S1 : 296
Pivot : 308
Resistance : R1 : 326, R2 : 338, R3 : 356
Rekomendasi
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



