IHSG lanjutkan koreksinya

Tanggal August 25, 2010 / 9:09 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - IHSG kemarin terkoreksi setelah menguat di 4 sesi sebelumnya. Dengan kondisi global yang belum kondusif, sulit bagi IHSG untuk bisa rebound hari ini. IHSG sepertinya akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Saham-saham di Wall Street bertumbangan, dimana indeks Dow Jones ambruk ke level terendah dalam 7 minggu terakhir karena data perumahan AS yang buruk. Data itu menunjukan rentannya sektor perumahan dan kondisi ekonomi terbesar dunia itu.
Kejatuhan bursa global akan dimanfaatkan sebagai alasan untuk melakukan aksi ambil untung oleh sebagian investor. Apalagi indeks baru saja mencetak rekor terbarunya.
Namun, peluang beli masih terlihat pada saham lapis dan dan tiga. Bila investor melakukan switching ke saham tersebut, kejatuhan bisa diredam. Kenaikan mencapai rekor membuat saham unggulan sudah mencapai valuasi yang relatif tinggi.
Sementara itu, saham Asia bergerak negatif hari ini menyusul kejatuhan Wall Street karena data perumahan AS yang  buruk. Data itu semakin meningkatkan kecemasan mengenai kondisi ekonomi global.
Data semalam menunjukan existing home sales merosot 27,2% di Juli, jauh lebih besar dari prediksi 13,4%. Selain itu, Standard & Poor’s menurunkan peringkat kredit Irlandia ke AA- dari AA dan memperingatkan penurunan lanjutan bila biaya untuk membantu sektor perbankan terus meningkat.
Bursa saham Jepang tumbang karena masalah ekonomi global dan penguatan yen, yang mencapai level tertingginya dalam 15 tahun terakhir terhadap dollar. Sulit bagi indeks regional untuk bangkit selama sentimen masih negatif. Peluang technical rebound terbuka, namun hanya akan sekejap bila tidak didukung faktor fundamental.
Data terjadwal hari ini adalah indeks sentimen bisnis Jerman. Namun, data ini diperkirakan akan mengalami penurunan. Data lainnya adalah durable goods orders, yang diperkirakan naik 3,0% selama Juli. Data yang positif bisa mengurangi kecemasan pasar mengenai ekonomi

Review
Setelah menguat selama 4 sesi berturut-turut, dan beberapa kali melawan arus regional, IHSG akhir terkoreksi kemarin. Namun, IHSG mengalami perdagangan yang fluktuatif, di mana sempat mencetak rekor baru di 3.145.
Di awal perdagangan, IHSG sempat tertekan. Namun, aksi beli selektif berhasil mendorong IHSG ke rekor nya tersebut. Namun, penguatannya tidak berlangsung lama karena kejatuhan saham Eropa memberi sentimen negatif.
IHSG ditutup melemah 13,795 poin, atau 0,44%, di 3.114,939. Sedangkan indeks LQ-45 turun 3,212 poin, atau 0,54%, di 590,782. Sebanyak 82 saham menguat, 127 saham melemah dan 87 saham flat. Secara sektoral, sebagian besar mencatat hasil negatif, kecuali perkebunan, yang naik 0,39%, dan keuangan, yang naik 0,67%. Kejatuhan terbesar dicatat oleh pertambangan, yang turun 1,35%.
Volume perdagangan mencapai 5,508 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,036 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 78,863 miliar.

Ulasan Teknikal
IHSG


Resisten 1 mingguan di 3146 menjadi batu sandungan IHSG dalam melanjutkan kenaikan pada hari kemarin, hanya sempat meraih harga tertinggi baru di 3145 dan ditutup melemah di 3114, mengindikasikan adanya potensi koreksi seperti yang kami bahas pada hari sebelumnya. Pada pergerakan hari ini kami melihat koreksi (pelemahan) tersebut akan kembali berlanjut selama tidak mampu menembus 3146. Kisaran range untuk hari ini kami tempatkan untuk batas atas di 3146 dan kisaran batas bawah di 3089 (Pivot mingguan). Seluruh element Ichimoku masih memberikan gambaran TREN NAIK SKALA KUAT, namun cenderung memasuki fase konsolidasi. Oscillator Stochastic meski berada dalam formasi naik namun sudah membentuk aspek flat, mengindikasikan kekuatan naik uantuk sementara terbatas.

Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
 
Strategy:

Wait and see

Suport : S3 : 3049.66, S2 : 3074.79, S1 : 3094.86
Pivot : 3119.99
Resistance : R1 : 3140.06, R2 : 3165.19, R3 : 3185.26

Rekomendasi
BBRI

Masih membentuk garis uptrend channel, menunjukkan bahwa tren secara keseluruhan BBRI bullish. Hal ini didukung pula dengan moving average yang beergerak uptrend. Indikator RSI yang masih positif serta cross over di stochastic juga masih mendukung bullish bagi BBRI. Sementara pola white opening marubozu yang teerbentuk di mana sebelumnya terbentuk hammer memberi konfirmasi bahwa buyer mulai dominan. Pola tersebut mengindikasikan bullish continuation. Harga saat ini masih tertahan pada median channel-nya di 9850. Konfirmasi bullish continuation akan didapat jika resistance tersebut ditembus, untuk menguji target upper channel-nya di 10.150 – 10.500. Rekomemdasi : Hold, stoploss breakout 9400, target 10.150 – 10.500. Support: 9400, 9100. Resistance : 9850, 10.150.

KIJA


Pola white closing marubozu yang disertai dengan volume yang besar ketika terjadi breakout pada garis congestion, telah memberikan pola reversal bagi KIJA. Pola reversal juga terlihat dengan terjadinya cross antara MA 10 dan 55 serta golden cross pada stochastic. Sementara indikator RSI, meski sudah memasuki area overbought di 76%, masih menunjukkan extend bullish. Namun, perlu diperhatikan bahwa harga sudah mendekati target congestion-nya di 109, yang saat ini menjadi area resistance. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut, penguatan KIJA bisa berlanjut untuk menguji target Fibonacci extension 161.8% di 117. Sebaliknya, jika gagal, ada potensi menuju support-nya di 99. Rekomendasi : Buy break at 109, stop loss 99, target 117. atau buy on support 99, stop loss 96, target 109. Support : 102, 99. Resistance : 109, 117.

Stock Screener


Ket : B = Buy, S = Sell, H = hold, N = Nertral

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account