IHSG konsolidasi, data inflasi dinanti

Tanggal September 01, 2010 / 9:10 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Dalam perdagangan kemarin, IHSG mampu mengurangi kejatuhannya menjelang akhir perdagangan. Untuk hari ini, peluang untuk rebound terbuka, di tengah membaiknya bursa regional. Namun, tidak tertutup kemungkinan lanjutan koreksi karena aksi ambil untung masih mengintai.
Wall Street hanya mencatat kenaikan tipis, dibantu oleh data sentimen konsumen AS yang lebih baik dari prediksi. Bursa regional mulai bergerak positif hari ini, berkat aksi bargain hunting, yang memanfaatkan kejatuhan harga di beberapa sesi sebelumnya. Selain itu, data ekonomi China yang cukup baik.
Mulai pulihnya bursa regional bisa memberikan sentimen positif ke bursa lokal. Apalagi bila bursa Eropa juga bangkit dari kejatuhan. Namun,  tetap perlu diwaspadai aksi ambil untung lanjutan. Salah satu faktornya adalah kebutuhan akan dana segar menjelang libur Idul Fitri. Selain itu, sepertinya akan banyak pelaku pasar yang enggan masuk posisi menjelang libur itu.
Dengan gambaran seperti ini, IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Fokus pasar hari ini adalah data inflasi Agustus. Inflasi di bulan itu diperkirakan naik 1% per bulan dan 6,99% per tahun.
Kenaikan yang melebihi prediksi bisa menjatuhkan sentimen pasar dan semakin mempersempit ruang BI. Namun, bila sesuai atau lebih rendah dari prediksi, pasar akan lega. BI pernah mengatakan akan tetap mempertahankan rate di 6,25% selama inflasi tetap di kisaran 4 dan 6%.
Sementara itu, Saham Asia mulai menapaki zona positif hari ini, meski masih terbatas, menyusul kenaikan kecil Wall Street. Hal ini mengindikasikan penguatan masih rentan dan pelaku pasar masih berhati-hati.
Serangkaian data ekonomi hari ini dicermati untuk dijadikan acuan pergerakan. Data indeks PMI China adalah salah satunya, dan data ini mencatat kenaikan ke 51,7 di Agustus dari 51,2 bulan sebelumnya.
Data lainnya adalah PDB Australia, yang ternyata cukup mengesankan. PDB selama kuartal kedua tumbuh 1,2% per kuartal dan 3,3% per tahun. Data PDB Australia itu langsung mendongkrak indeks All Ordinaries menguat 1,38%.
Data lainnya yang terjadwal hari ini adalah penjualan ritel Jerman, dan angka final indeks PMI manufaktur Jerman, zona euro dan Inggris. Data yang lebih baik dari prediksi bisa membantu saham Eropa rebound dari kejatuhan.
Pasar juga menantikan data indeks ISM manufaktur AS dan ADP Employment Change. Indeks ISM itu diperkirakan turun ke 53,0 di Agustus dari 55,5 bulan sebelumnya. Sedangkan data ADP diperkirakan akan menunjukan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 20.000 di Agustus. Data yang lebih baik dari prediksi bisa membantu aksi bargain hunting di Wall Street.

Review
Tidak mampu membendung pengaruh koreksi global, IHSG berlabuh di zona negatif kemarin. Melihat kejatuhan Wall Street dan regional, pelaku pasar, termasuk investor asing, memanfaatkan momentum tersebut untuk profit taking.
Kecemasan mengenai perlambatan ekonomi memicu gelombang risk aversion, atau peralihan dana ke aset aman (safe haven).
Selain karena faktor eksternal, IHSG juga jatuh karena pelaku pasar mengantisipasi data inflasi yang akan diumumkan besok.
Namun, menjelang akhir perdagangan, aksi beli selektif mampu mengurangi kejatuhan indeks. IHSG ditutup melemah 17,681 poin, atau 0,57%, di 3.081,884. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,136 poin, atau 0,70%, ke 581,314. Sebanyak 59 saham menguat, 144 saham melemah dan 83 saham flat. Secara sektoral, semua mencatat hasil negatif,  kecuali keuangan, yang naik tipis 0,25%.  sektor konsumen memimpin kejatuhan, dengan anjlok 1,71%, diikuti oleh pertambangan yang turun 1,61%. 
Volume perdagangan mencapai 4,190 miliar lembar saham dengan nilai Rp 3,560 triliun. Investor asing mencatat penjualan bersih (net sell)  sebesar Rp. 170,57 miliar.

Ulasan Teknikal
IHSG


3054 menjadi level penentu arah IHSG pada pergerakan hari ini. Indikasi tekanan untuk menembus 3054 cukup kuat bila dilihat dari seluruh element ichimoku yang cenderung koreksi dari TREN NAIK SKALA KUAT yang sedang berlangsung selama ini. Bila arah IHSG mengikuti indikasi koreksi tersebut maka target koreksi kami tempatkan di 3020, namun bila tertahan maka range pergerakan IHSG kami estimasikan berjalan dalam range 3054 - 3114.

Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 80 %, hari ini : 80 % (Terjadinya stabilitas presentase koreksi )
 
Strategy:

Wait and see

Support : S3 : 3018.39, S2 : 3038.22, S1 : 3060.09
Pivot : 3079.92
Resitance : R1 : 3101.79, R2 : 3121.62, R3 : 3143.49

Rekomendasi
ADHI


Estimasi yang tergambar pada ABCD classic pattern dan Ichimoku, memberikan informasi ADHI berada pada TREN NAIK SKALA MEDIUM. Namun dengan adanya aspek flat pada dua element ichimoku ( Tenkan Sen dan Kijun sen) bisa dijelaskan ADHI memasuki fase keseimbangan harga (konsolidasi). Untuk melakukan aksi beli akan aman selama di perhatikan batas resiko di bawah 625, namun kembali kepada pola ranging, pola transaksi yang cocok lebih kepada trading harian. 
Trend Strength : Bullish (MEDIUM)
Strategy:
Buy 1 di 650-660, stop di 640 dengan target  680-700
Buy 2 di 630, stop dibawah 625 dengan target 650-670         
Support : S3 : 610, S2 : 620, S1 : 640
Pivot : 650
Resistance : R1 : 670, R2 : 680, R3 : 700

BMRI

Perlu menjadi perhatian BMRI berada di level ini,harga didalam kumo mengindikasikan market dalam pola statis, meski terjadinya kenaikan dan penurunan namun bila masih didilam kumo sebaiknya lakukan exit strategy sampai indikasi tren kembali terbentuk.
Trend Strength : Netral.
Strategy: Wait and see
Support : S3 : 5566, S2 : 5633, S1 : 5766
Pivot : 5833
Resitance : R1 : 5966, R2 : 6033, R3 : 6166

Rekomendasi


Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account