IHSG ikuti jejak Wall Street
Jakarta, Strategydesk - Akankah hasil dari European Conference gagal memenuhi ekspektasi pasar? Koreksi sebesar 1,74% yang terjadi pada Indeks Dow Jones Industrial (DJI), ditambah dengan posisi penutupan yang dibawah suport 11739, adalah peringatan-peringatan yang sebaiknya membuat kita semua lebih waspada.
Sentimen dari koreksi ini, diperkirakan bakal membuat IHSG cenderung bergerak turun pada kisaran lebar 3580-3730. Penutupan dibawah kisaran suport 3690-3700 akan memberikan signal negatif. Meskipun demikian, hanya penutupan dibawah suport 3580 yang akan mengakhiri trend naik jangka menengah dari IHSG.
Perkembangan dari European Conference memang membuat posisi spekulatif menjadi menarik untuk dilakukan. Pelaku pasar sepertinya memang berharap bahwa hasil dari pertemuan tersebut bisa merupakan solusi atas krisis hutang yang berlangsung di Eropa. Posisi pembelian spekulatif sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG sudah berada di kisaran 3580-3600.
Sementara itu, kembali koreksi bursa saham pasca penguatan tiga sesi sebelumnya membuat regional terkena imbasnya kali ini. Data ekonomi dan sejumlah earning yang mengecewakan membuat investor memilih untuk melakukan aksi ambil untung. Selain itu, investor juga mewaspadai jelang pertemuan pemimpin Eropa nanti malam.
Optimisme sedikit memudar di pasar bahwa para pemimpin Eropa mendekati kesepakatan dalam merumuskan paket komplit yang ditujukan untuk mengentaskan kisruh utang. Mereka hampir mencapai mufakat soal rekapitalisasi bank, dan para pejabat juga mengatakan Jerman dan Perancis menuju persetujuan mengenai bagaimana menggunakan dana talangan atau EFSF.
Dalam pertemuan Minggu, Uni Eropa membuat kerangka rencana menyuntikkan dana 107 miliar euro untuk perbankan. Namun, belum ada keputusan final soal restrukturisasi utang Yunani, yang melibatkan diskon atau hair cut. Krisis utang Eropa mulai menunjukkan efek ke ekonomi, tercermin dari aktivitas manufaktur Jerman dan Perancis yang mengalami kontraksi. Data itu meningkatkan prospek kedua ekonomi terbesar Eropa itu akan terjerumus ke resesi, dan ECB terpaksa memangkas suku bunganya.
Ada harapan kondisi terburuk akan dapat dihindari dengan konklusi dalam pertemuan nanti. Namun, ada juga yang meragukan kesepakatan substabsial dapat dicapai. Segala penundaan dalam mengumumkan rencana yang meyakinkan, atau penundaan detil rencana yang jelas, bisa menyebabkan sentimen pasar kembali tertekan.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu menguat tipis pada perdagangan kemarin. Pelaku pasar masih “wait and see” menjelang diadakannya pertemuan para pejabat Eropa guna menanggulangi krisis utang di wilayah tersebut.
Meski masih terjadi aksi beli pada sejumlah saham tertentu, namun beberapa sektor justru dilanda aksi profit taking.
Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,93%. Kemudian disusul oleh sektor perdagangan dan aneka industri yang masing-masing mencatat kenaikan sebesar 0,54% dan 0,49%. Sementara sektor perkebunan menjadi salah satu pemberat indeks, dengan menyumbang penurunannya sebesar 0,16%.
Menutup perdagangan, Selasa (25/10/2011), IHSG naik tipis 3,696 poin (0,09%) ke level 3.710,478. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,054 poin (0,15%) ke level 660,670.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Indomobil (IMAS), Astra Agro (AALI), Bayan (BYAN), dan Astra Internasional (ASII).
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI), Semen Gresik (SMGR), SMART (SMAR), dan Mayora (MYOR).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Sempat menembus resistance 3.730, namun IHSG gagal bertahan di atas level tersebut. Ini bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG, karena adanya false break. Sinyal negatif juga terlihat dari candlestick yang membentuk shooting serta stochastic yang sudah overbought dan berpeluang dead cross. Kami melihat adanya potensi koreksi IHSG untuk menguji support di 3.680. Penembusan support tersebut akan memberi ruang koreksi lanjutan menuju area 3.620 – 3.580. Sedangkan konfirmasi bullish hanya akan didapat jika IHSG kembali berhasil menembus resistance 3.730, untuk target bullish menuju area 3.800 – 3.900. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.680 -3.730.
R3 3,764
R2 3,749
R1 3,730
Pivot 3,715
S1 3,695
S2 3,680
S3 3,661
Stock Pick
KAEF
Breakout yang terjadi pada resistance 275 telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi KAEF. Hal ini didukung pula oleh moving average yang sudah menunjukkan uptrend. Sementara indikator RSI dan stochastic, meski positif, namun sudah masuk area overbought. Kondisi tersebut bisa memicu adanya koreksi. Harga saat ini masih tertahan di area resistance 305, namun kami masih meihat adanya potensi kenaikan bagi KAEF untuk meraih area 340.
Rekomendasi : Buy @280, stop loss 265, taregt 340
Support : 275, 255
Resistance : 305, 3.40
INAF
Ditembusnya resistance trend line telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi INAF. Hal ini didukung pula oleh moving average yang melakukan golden cross. Namun kenaikan tajam yang dialami INAF telah menjadikan indikator RSI dan stochastic menjadi overbought. Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya profit taking. Selain itu, harga kini telah mendekati target Fibonacci retracement 161.8% di 118. Untuk itu kami melihat adanya potensi koreksi bagi INAF untuk kembali ke area 105 – 100.
Rekomendasi : Take profit.
Support : 105, 100
Resistance : 118, 125
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



