IHSG ikuti irama global, waspada earnings perbankan
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) memang naik 2.3% pada hari Jumat lalu. Akan tetapi, kenaikan ini terjadi sebelum adanya penundaan pengambilan keputusan di European Summit, disamping juga adanya berita bahwa peringkat hutang Amerika sepertinya bakal kembali mengalami penurunan.
IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran lebar 3580-3700. Penutupan diatas 3700 bakal menjadi signal positif karena akan menjadi pembuka potensi kenaikan IHSG hingga akhir tahun ke 3850-3950. Akan tetapi, jika supoer 3580 gagal bertahan, posisi Buy On Weakness sebaiknya dilakukan ketika IHSG berada di sekitar suport 3525.
Minggu ini, sektor perbankan akan mulai merilis kinerja 3Q 2011. Posisi spekulatif sebaiknya difokuskan pada sektor ini. Sektor batubara dan konsumer tetap menjadi pilihan kami berikutnya.
Sementara itu, pergerakan bursa regional menguat tajam hari ini mengikuti jejak rally-nya bursa Eropa dan AS. Pasar optimis Uni Eropa akan memenuhi janjinya mendapatkan solusi komprehensif dari pertemuan kemarin dan hasilnya baru akan diumumkan Rabu mendatang. Mendekati even itu, optimisme tersebut bisa saham kembali pudar. Meski masih ada harapan, kesimpangsiuran dan komentar pesimis menimbulkan keraguan.
Para pemimpin Eropa berencana untuk mengadakan pertemuan kedua, yang kemungkinan dilaksanakan pada Rabu (26 Oktober). Pendekatan dua langkah ini, yang berisiko mengubah pertemuan Minggu menjadi anti klimaks, datang menyusul perselisihan antara Paris dan Berlin dalam beberapa aspek, di antaranya bagaimana dana talangan (EFSF) digunakan.
Perancis menyarankan memberikan fasilitas itu peran bank agar bisa menggunakan surat utang negara sebagai jaminan pinjaman dari ECB. Tapi opsi ini ditentang oleh ECB, Jerman dan Belanda. Presiden Bundesbank Jens Wiedmann mengatakan berbahaya memberikan EFSF lisensi bank karena sama saja memoneterisasi utang negara bermasalah.
Sedangkan Jerman mengusung gagasan penggunaan EFSF untuk menjamin sebagian utang (sekitar 20-30%) yang diterbitkan oleh negara yang butuh bantuan. Mereka menyarankan menggunakan EFSF sebagai penjamin surat utang berbentuk obligasi. Obligasi EFSF itu lalu digunakan sebagai jaminan yang melindungi sebagian porsi nilai nomimal obligasi baru yang diterbitkan negara berisiko seperti Italia dan Spanyol.
Selain itu, ada isu-isu lainnya yang masih dalam perdebatan kedua negara, seperti bagaimana menyediakan sumber daya tambahan ke dana talangan untuk mencegah risiko penyebaran, bagaimana merekapitalisasi bank dan keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi utang Yunani.
Review IHSG
Tekanan masih menyelimuti lantai bursa. Di penghujung perdagangan minggu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menipis sebesar 2 poin.
IHSG masih terus ditekan oleh sentimen negatif dari kawasan Eropa. Penyelesaian krisis utang yang masih belum jelas menjadi pemberat kinerja IHSG. Para investor sepertinya masih ragu-ragu untuk menanamkan modalya sambil menanti para pejabat mengatasai masalah krisis utang tersebut.
Beberapa sektor masih membebani kinerja IHGS antara lain; sektor aneka industri turun sebesar 2,18%, sektor manufaktur turun 0,17%, dan sektor consumer goods turun 0,04%
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (21/10/2011), IHSG turun 2,112 poin (0,06%) ke level 3.620,664. Sementara Indeks LQ 45 melemah 1,031 poin (0,17%) ke level 640,245.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Dian Swastatika (DSSA).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya HM Sampoerna (HMSP), Unilever (UNVR), Samudera Indonesia (SMDR), dan Modernland (MDRN).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pola doji yang terbentuk menunjukkan bahwa kekuatan seller dan buyer sama. Pola tersebut masih membutuhkan konfirmasi pada perdagangan selanjutnya. Potensi bullish masih tetap ada karena dalam beberapa sesi perdagangan, IHSG mampu mempertahankan support di 3.580. Resistance IHSG, kini mulai bergeser ke level 3.643.85. Jika support kembali dipertahankan, dan resistance tersebut ditembus, maka IHSG berpeluang bullish, untuk kembali menguji area 3.700 - 3.730. Sementara penembusan support di 3.580, bisa mengagalkan pola bullish, dan IHSG berpotensi terkoreksi lebih jauh menuju area 3.450 – 3.400. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580 – 3.700.
R3 3,694
R2 3,669
R1 3,645
Pivot 3,620
S1 3,595
S2 3,570
S3 3,546
Stock Pick
CTRP
Masih berada dalam trend bearish, namun sinyal-sinyal reversal mulai muncul. Hal ini terlihat dari MA 10 yang mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic berpeluang golden cross, serta RSI yang mulai psoitif. Kami melihat bahwa saat ini CTRP akan kembali menguji resistance di 465. Jika resistance ditembus, maka hal itu akan mengkonfirmasi trend bullish reversal menuju area 490 – 530.
Rekomendasi : Buy break 465, stop loss 450, target 490 – 530
Support : 440, 425
Resistance : 465, 490
SMGR
Moving average telah menunjukkan potensi bullish bagi SMGR. Namun, secara trend SMGR masih berada di bawah garis resisatnce, menunjukkan bahwa secara keseluruhan SMGR masih bearish. Namun sinyal rebound kembali terlihat dari stochastic yang berpeluang golden cross, begitu pula dengan bullish harami yang terbentuk pada candlestick. Kami melihat bahwa saat ini SMGR akan kembali menguji resistance di 9.000. Jika ditembus, maka bullish reversal akan terkonfirmasi untuk taregt bullish menuju area 9.400.
Rekomendasi : Hold, stop loss 8.600, target 9.00
Support : 8.600, 8.450
Resistance : 9.000, 9.400
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



