IHSG ikut terjungkal

Tanggal December 09, 2011 / 8:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Pernyataan dari Ketua ECB, Mario Draghi bahwa ECB untuk sementara tidak akan melakukan pembelian obligasi lanjutan, telah membuat pasar bertumbangan. Indeks Dow Jones Industrial terkoreksi 1,63 persen dan ditutup dibawah level psikologis 12000. Signal bearish ini membuat kita harus waspada dalam menanti hasil pertemuan KTT Eropa.
IHSG hari ini diperkirakan akan terkoreksi. Suport pertama IHSG ada di 3762. Jika ditembus, posisi Buy On Weakness sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG sudah berada pada kisaran suport 3690-3740.

Global Outlook
J
elang hasil pertemuan KTT Uni Eropa hari ini, pergerakan bursa saham Asia terlebih dahulu mengalami tekanan. Tekanan datang setelah pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) yang tidak akan melanjutkan pembelian obligasi lanjutan secara agresif. Pernyataan ini diambil setelah ECB menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 1,0%. Kabar dari Eropa ini memupus kabar baik dari AS, yang merilis jobless claims (klaim pengguran), yang turun 381 ribu dari ekspektasi 396 ribu dan data sebelumnya 404 ribu.
Memang, banyak yang berharap ECB turun tangan, dengan membeli lebih banyak obligasi pemerintah. Tapi sejauh ini ECB masih enggan bertindak agresif karena hanya bertanggung jawab di bidang moneter, sedangkan masalah utang di adalah ranah fiskal. Tapi banyak yang memperkirakan bila kondisi tetap memburuk meski para pemimpinnya sudah berusaha, ECB tidak ada pilihan selain turun tangan. Minimal ECB melaksanakan operasi terbuka selama dua atau tiga tahun ke depan dan melonggarkan persyaratan jaminan.
Pasar juga berfokus pada hasil pertemuan Uni Eropa hari ini dengan harapan terobosan signifikan dakam mengatasi krisis utang. Ada wacana integrasi fiskal, dengan menerapkan disiplin anggaran yang lebih ketat, dan sanksi bagi yang melanggarnya. Tapi pejabat senior Jerman mematahkan harapan akan tercapainya solusi dalam pertemuan dua hari ini. Ia mengatakan Berlin semakin pesimis karena ada pemerintah yang sepertinya tidak memahami gentingnya situasi. 
Data inflasi China dijadwalkan hari ini, ekspektasi CPI Y/Y di Nopember turun 4,5% dari 5,5%. Selain itu, Trade Balance Inggris dan AS.

Review IHSG
G
agal mempertahankan momentum kenaikannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus masuk zona merah pada perdagangan kemarin.
Pelaku pasar masih terlihat hati-hati menjelang KTT Uni Eropa di Berlin yang akan berakhir Jumat. Sambil menunggu hasil KTT tersebut, investor memilih keluar dari pasar dan melakukan aksi profit taking.
Sejak dibukanya perdagangan, IHSG gagal bercokol di zona hijau. Saham-saham unggulan menjadi pemberat kinerja IHSG pada hari itu. Untungnya, aksi beli terhadap saham-saham lapis kedua mampu mengurangi kejatuhan.
Delapan dari sepuluh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan, yaitu sekitar 0,61%. Sedangkan, dua sektor yang masih mampu naik tipis, yaitu sektor perdagangan sebesar 0,41%, dan sektor konstruksi yang naik 0,33%.
Menutup perdagangan, Kamis (8/12/2011), IHSG turun 11,474 poin (0,30%) ke level 3.781,761. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,147 poin (0,47%) ke levl 668,340.
Saham-saham yang masuk kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Central Omega (DKFT), Century Textille (CNTX), dan Astra Agro (AALI).
Sedangkan saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Dian Swastatika (DSSA), Fajar Surya (FASW), Elang Mahkota (EMTK), dan Myoh (MYOH).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski ditutup melemah, namun secara keseluruhan trend IHSG masih belum berubah. Dengan bertahannya IHSG di atas support 3.750, kami masih melihat adanya potensi IHSG untuk tetap berada di jalur bullish. Resistance terdekat masih kami tempatkan pada area 3.811. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.830 – 3.850. Sedagkan jika support di 3.750 mampu ditembus, maka koreksi IHSG bisa berlanjut hingga area 3.715. Untuk pergerakan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.811.

R3    3,827
R2    3,810
R1    3,796
   
Pivot    3,779
   
S1    3,765
S2    3,748
S3    3,734

Stock Pick
BMTR

M
asih berada dalam trend bullish, namun beberapa indikator sudah menunjukkan potensi reversal. Indikator RSI terlihat membentuk bearish divergence, sementara stochastic berpotensi melakukan dead cross. Selain itu, BMTR telah berhasil meraih target conegestion. Support terdekat BMTR berada di 1.070. Jika ditembus, support berikutnya akan muncul di area 950 – 900 (stong support).
Rekomnedasi     : Take profit. Buy back @950, stop loss breakout 9.00, target 1.140.
Support                : 1.070, 950
Resistance          : 1.140, 1.260

MNCN

S
ecara keseluruhan trend MNCN masih bullish, ditunjukkan dengan MA yang masih uptrend. Namun begitu, beberapa indikator sudah menunjukkan sinyal reversal. Hal ini terlihat dari stochastic yang mulai oversold, dan berpeluang dead cross, demikian pula dengan RSI. Selain itu, pola reversal juga terlihat dari candlestick yang membentuk pola hanging man. Support MNCN berada di 1.350, dimana jika ditemus, maka penurunan bisa berlanjut menuju area 1.290 – 1.230.
Rekomendasi     : Take profit. Buy Back @ 1.240, stop loss 1.200, target 1.350.
Support                : 1.350, 1.290
Resistance          : 1.400, 1.550

Rekomendasi
Stock Screener


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account