IHSG flat naik, break 3.800 target 4000-4.050 akhir tahun
Jakarta, Strategydesk - Candlestick dari indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya masih memberikan signal negatif setelah posisi penutupannya masih dibawah level terendah pada sehari sebelumnya. Meskipun demikian, bursa di kawasan Asia hari ini hanya bergerak flat-turun, tidak ada koreksi yang signifikan.
Kondisi ini membuat IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat-naik dengan suport kuat di kisaran 3725-3750 dan resisten di 3800-3875. Hanya penembusan diatas 3800 yang membuka potensi kenaikan hingga 4000-4050 hingga akhir tahun.
Posisi Buy On Weakness tetap menarik untuk dilakukan pada saham ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, dan ITMG.
Global Outlook
Meski bursa saham AS semalam tersungkur karena merosotnya saham-saham bank, termasuk Bank of America yang jatuh di bawah $5 untuk kali pertama dalam 3 tahun terakhir. Jatuhnya saham bank AS tidak lepas dari kecemasan akan krisis utang zona euro yang bisa makin buruk dapat membebani perbankan dalam memperoleh keuntungan.
Bursa Asia diawal pembukaannya kali ini cenderung menguat terbatas karena aksi beli masif setelah mengalami kejatuhan tajam belakangan hari terakhir di tengah kurangnya berita positif.
Yang perlu diperhatikan meningkatnya kecemasan Eropa tidak akan mampu mengatasi krisis utangnya, setelah Fitch Ratings menempatkan Perancis dalam outlook negatif dan mengatakan enam negara Eropa lainnya akan terkena downgrade.Hal ini mengindikasikan ada kemungkinan setidaknya 50% negara itu bisa kehilangan rating AAA-nya dalam dua tahun ke depan.
Fitch juga menempatkan outlook negatif ke Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Irlandia dan Siprus, sembari mengatakan Perancis lebih tereksposur ke krisis dibandingkan negara rating top lainnya di zona euro. Langkah Fitch ini menyusul Standard & Poor’s yang menempatkan 15 negara zona euro dalam daftar pengawasan.
Meski telah sempat terjungkal, masih sulit bagi bursa saham bisa bangkit, hal ini karena pasar semakin skeptis dengan kemampuan para pemimpin Eropa mengatasi krisis utang. Pasar justru berharap pada ECB, yang dianggap punya sumber daya dan amunisi yang cukup. Tapi hingga saat ini ECB masih bersikeras tidak akan mau meniru AS atau Inggris yang menjalankan program Quantitative Easing (QE).
Fokus pasar tertuju pada pertemuan menteri keuangan zona euro akan menggelar konferensi telepon untuk membahas lebih lanjut dana bailout dan integrasi fiskal. Dan juga perkembangan stabilitas politik dan program nuklir Korut, pasca meninggalnya Kim Jong Il.
Review IHSG
Di saat mayoritas bursa regional berguguran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu mendarat di zona hijau, dengan penguatan sebesar tipis sebesar 1,933 poin (0,05%) ke level 3.770,287. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,728 poin (0,26%) ke level 665,034.
Sentimen global masih negatif karena investor khawatir akan krisis Eropa menyusul adanya peringatan Fitch Rating yang akan menurunkan peringkat kredit Perancis dan enam negara Eropa lainnya.
Pada saat yang bersamaan, Fitch Rating justru menaikkan indonesia ke level “investment grade”. Kondisi tersebut mampu menahan penurunan, dan di penghujung perdagangan IHSG terselamatkan oleh aksi beli selektif atas saham-saham tertentu.
Saham-saham yang berhasil naik diantaranya Unilever (UNVR), Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), dan Semen Gresik (SMGR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement (INTP), Mayora (MYOR), SMART (SMAR), dan Mitra Adiperkasa (MAPI).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pergerakan IHSG cenderung flat, dan membentuk pola doji pada candlestick. Dengan masih bertahannya harga di atas support 3.730 – 3.750, kami masih melihat adanya potensi kenaikan IHSG untuk meraih resistance di 3.811. Jika resistance tersebut ditembus, maka resistance berikutnya akan muncul di area 3.830 – 3.875. Sementara penutupan IHSG di bawah level support 3.730 bisa membawa koreksi lanjutan menuju area 3.666 – 3.618. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.811.
R3 3,799
R2 3,786
R1 3,778
Pivot 3,766
S1 3,758
S2 3,745
S3 3,737
Stock Pick
CTRP
Secara trend CTRP masih bullish, ditunjukkan dengan pergerakan moving average yang masih uptrend. Terlihat pula bahwa CTRP sudah mengisi gap yang ditinggalkannya di area 480, dengan membentuk white candlestick. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bullish bagi CTRP, yang didukung pula oleh RSI yang masih positif, serta stochastic yang berpeluang golden cross. Kami melihat bahwa CTRP saat ini akan kembali berusaha kembali menguji resistance di area 530 – 540.
Rekomendasi : Trading Buy, stop loss 470, taregt 540
Support : 485, 475
Resistance : 485, 540
PNBN
Sudah berhasil menembus garis resistance seharusnya bisa menjadi indikasi bullish reversal bagi PNBN. Kondisi ini didukung pula oleh moving average yang sudah mulai uptrend. Namun, indikator RSI dan stochastic sudah mulai jenuh. Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya koreksi untuk kembali meraih support di 690 – 660.
Rekomendasi : Buy on support @690, stop loss breakout 660, target 800
Support : 690, 660
Resistance : 750, 800
Stock Screener
Rekomendasi
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



