IHSG berpeluang positif di akhir pekan

Tanggal December 23, 2011 / 8:52 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih melanjutkan kenaikan sebesar 0.51% setelah data ekonomi menunjukkan penurunan pemohon aplikasi pengangguran, sebuah signal dari adanya perbaikan ekonomi.  Posisi penutupannya memberikan signal positif dengan peluang untuk melakukan kenaikan lanjutan menuju resisten 12250-12303.  Sentimen positif dari kenaikan ini, diharapkan akan kembali membawa IHSG melakukan pengujian atas resisten di 3800-3811. Penutupan diatas resisten tersebut akan membuka peluang untuk terjadinya rally akhir tahun.
Pergerakan saham-saham pada IHSG hari ini, diperkirakan akan melanjutkan trend yang telah terjadi kemarin.  Potensi kenaikan lanjutan terutama terlihat pada PTBA dan ITMG setelah kemarin volume terlihat mulai masuk ke saham ini.  Besaran dari kenaikan IHSG akan ditentukan oleh kelanjutan tekanan jual dari saham-saham sektor perbankan.  Jika tekanan jual pada sektor perbankan terhenti, IHSG bakal dengan mudah menembus resisten di 3811.

Global Outlook
B
ursa saham Asia mendapat doping di sesi perdagangan akhir pekan ini, menyusul penguatan bursa saham AS semalam berkat serangkaian data ekonomi yang mulai memperlihatkan perbaikan.
Sedikit meredanya kabar dari Eropa, membuat sentimen pasar kini tertuju pada data ekonomi, termasuk AS. Data jobless claims yang turun 364.000 pekan lalu dari pekan sebelumnya 368.000, data ini terendah dalam 3-1/2 tahun. Sedangkan sentiment konsumen melonjak 69,6 di Desember tertinggi dalam 10 tahun. Tapi tidak dengan PDB kuartal ketiga yang direvisi turun 1,8% dari 2,0%.
Sebagian besar bursa saham Asia mencatat penguatan diawal perdagangan mencatat penguatan, kecuali Jepang, dimana bursa tersebut jatuh untuk kali pertama setelah menguat tiga sesi berturut-turut. Jatuhnya indeks tidak lepas dari kecemasan akan krisis utang Eropa yang dapat merusak sistem keuangan.
Sementara itu, pergerakan kali ini kemungkinan volume perdagangan tidak begitu besar karena  jelang libur Natal dan akhir tahun itu. Data ekonomi yang terjadwal kali ini, termasuk Durable Goods AS di Nopember yang diprediksi naik 2,0% dari bulan sebelumnya -0,5%. Angka penjualan rumah baru (new home sales) di Nopember juga diprediksi naik 313 ribu dari sebelumnya 307 ribu.

Review IHSG
S
empat terombang-ambing di antara zona merah dan hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG0 akhirnya naik tipis sebesar 1,176 poin (0,03%) ke level 3.795,443. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,933 poin (0,13%) ke level 670,975.
Para investor kurang bergairah melakukan transaksi menjelang liburan natal. Kondisi ini ditambah juga dengan tidak adanya bahan bakar baru untuk mendongkrak indeks. Investor juga masih mengantipasi perkembangan krisis utang di Eropa yang hingga saat ini penyelesaiannya masih belum belum jelas.
Sebanyak tujuh sektor berhasil naik. Tiga di antaranya yakni sektor konsumer yang naik 0,90%, sektor industri dasar yang naik 0,82%, dan sektor manufaktur naik 0,80%. Sementara sektor yang mencatatkan penurunan terbesar adalah sektor konstruksi dengan penurunan 1,04% dan sektor keuangan yang turun 0,84%.
Saham-saham yang berhasil naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), dan Bukit Asam (PTBA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Hero Supermarket (HERO), Jaya Real (JPRT), Sorini Agro (AGRO), dan BFI Finance (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
HSG belum mampu keluar dari zona flat-nya, terjebak di area resistance 3.811 dan support 3.750. Namun secara keseluruhan kami melihat bahwa IHSG mempunyai potensi untuk menguji resistance di 3.811 tersebut. Penembusan resistance tersebut akan mengakhir trend flat-nya, untuk melaju menuju area 3.830 – 3.875. sementara penuruan IHSG di bawah support 3.750 akan memberi peluang penurunan menuju area 3.700 – 3.666. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.760 – 3.830.

R3    3,831
R2    3,818
R1    3,807
   
Pivot    3,793
   
S1    3,782
S2    3,768
S3    3,757

Stock Pick
SGRO

M
oving average yang golden cross mengindikasikan bahwa trend SGRO mulai bergerak bullish. kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang juga golden cross, serta RSI yang uptrend. Terlihat bahwa harga saat ini sedang menguji garis resistance di 3.050. Penembusan resistance tersebut bisa mengkonfirmasi kenaikan menuju target triangle-nya di 3.300, yang juga merupakan area gap yang belum terisi, hingga area 3.350 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 3.050, stop loss 2.900, target 3.300.
Support                : 2.975, 2.900
Resistance          : 3.050, 3.175

ELSA

T
rend jangka pendek dan menengah ELSA sedang bergerak bullish , hal ini ditunjukkan dengan MA 10 dan 55 yang uptrend. Namun begitu, pergerakan harga seperti akan terhadang pada garis resistance trend jangka panjang ELSA yang masih bearish di area 255. candlestick yang membentuk black body mengindikasikan bahwa seller kembali muncul, sementara stochastic terlihat oversold dan berpeluang dead cross. Kami melihat bahwa jika harga gagal menembus di resistance 255, ELSA berpeluang terkoreksi untuk kembali ke area support di 225– 220. Sebaliknya jika resistance ditembus, maka trend jangka panjang pun akan bergerak reversal dan penguatan ELSA bisa berlanjut menuju area 330.
Rekomendasi     : Buy on support @225, stop loss 210. target 250. Buy break 255, stop loss 235, target 300.
Support                : 225, 210
Resistance          : 255, 290

Rekomendasi   
Stock Screener


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account