IHSG bergerak mixed

Tanggal November 03, 2011 / 9:54 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Meski di tengah kejatuhan saham global, IHSG berhasil mencatat hasil gemilang kemarin. Namun, minimnya sentimen baru kemungkinan dapat membuat IHSG bergerak mixed hari ini. Bahkan bukan tidak mungkin terkoreksi, melihat jebloknya regional hari ini. Indeks Hang Seng sudah jatuh di atas 400 poin hari ini.
The Fed tidak mengumumkan keputusan baru, namun menurunkan proyeksi pertumbuhan AS. The Fed memang mengatakan mempertimbangkan pembelian aset lanjutan.
Pelaku pasar keuangan Asia sepertinya masih terfokus dengan masalah Yunani, yang ingin mengadakan referendum soal bailout.
Bagaimanapun kondisi regional masih mempengaruhi kinerja IHSG. Investor mungkin saja masih membeli saham-saham yang harganya sudah terdiskon besar, terutam di sektor pertambangan. Tapi aksi jual asing, bila bertambah, bisa menekan kinerja indeks.

Saham Asia, euro dan aussie bertumbangan hari ini karena mencuatnya keresahan mengenai krisis utang Eropa membuat investor menjauhi asset berisiko. Bursa Jepang ditutup hari ini karena libur nasional.
Indeks Dow Jones berjangka juga terkoreksi hari ini, meski Wall Street rebound dini hari tadi berkat data ketenagakerjaan swasta.
Nampaknya data itu tidak berdampak saham ke saham di Asia. Rupanya pasar lebih terfokus dengan kondisi di Eropa, dalam hal ini Yunani.
Faktor yang membuat bursa global terjungkal terjungkal adalah di luar dugaan, pernyataan Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana menggelar referendum soal kesepakatan bailout, dan voting kepercayaan terhadap pemerintah, langkah yang bisa memicu pemilu bila publik menolak. Para analis mengatakan mengadakan referendum adalah keputusan yang ceroboh, mengingat survei terakhir menunjukkan sebagian besar publik Yunani memandang negatif soal bailout.
Oleh karena itu, pasar khawatir bila dilaksanakan, dan publik menolak, Yunani semakin dekat ke bencana default, yang ingin dihindari oleh para politisi Eropa. Langkah itu menimbulkan ketidakpastian yang sudah sempat berkurang berkat kesepakatan Brussels. Yunani default bisa memicu krisis finansial yang ditakutkan lebih besar dari 2008.
Pasar juga tidak terkesan dengan hasil rapat reguler the Fed. The Fed  menurunkan proyeksi ekonominya, tapi menyatakan mempertimbangkan pembelian aset untuk membantu ekonomi.
Sembari mengamati perkembangan di Eropa, pasar juga menantikan hasil rapat reguler ECB dan pertemuan G-20.

Review
Setelah terpuruk dalam dua sesi perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit, dan kembali berhasil mendarat di area 3.700.
Di awal sesi perdagangan IHSG sempat melanjutkan koreksinya, namun anstisipasi bagus hasil FOMC yang akan digelar membuat investor kembali melakukan aksi beli terhadap saham-saham unggulan yang sebelumnya sudah mengalami koreksi.
Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan. Sektor aneka industri menjadi penggerak utama kenaikan IHSG, dengan mengantongi penguatan sebesar 3,30%. Kemudian disusul sektor pertambangan yang menguat  2,83%, juga sektor manufaktur yang melejit 2,35%.
Pada penutupan Rabu (02-11-2011), IHSG menguat 78,022 poin (2,11%) ke level 3.763,034. Sementara Indeks LQ 45 naik 17,284 poin (2,64%) ke level 671,090.
Saham-saham yang naik antara lain Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT) Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan Cowell Development Tbk (COWL).
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) , Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), Indo Straits Tbk (PTIS).

Ulasan Teknikal


Support  IHSG di 3.680 sempat ditembus, namun penutupan IHSG yang jauh di atas support  tersebut, bahkan jauh di atas resistance 3.730 telah membuat trend jangka menengah IHSG kembali bullish. Pola long white candlestick mencerminkan bahwa buyer kembali menguasi pasar. Kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali menguji resistance di 3.800 -  3.811, di mana jika resistan ce tersebut, maka target kenaikan selanjutnya akan fokus menuju area 3.875. Sedangkan penutupan IHSG di bawah support 3.730 (sebelumnya resistance) akan membuka kembali penurunan menuju area 3.620 – 3.594. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.700 – 3.810.

R3 : 3.949
R2 : 3.856
R1 : 3.810

Pivot    3.717

S1 : 3.670
S2 : 3.578
S3 : 3.531

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account