IHSG bergerak flat pada kisaran 3800-3875
Jakarta, Strategydesk - Meski turun, indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih bertahan diatas level psikologis 12000. Sentimen dari bursa regional ini, diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat pada kisaran 3800-3875.
Perdagangan diperkirakan akan berlangsung sepi karena pemodal masih menunggu sentimen yang baru. Posisi-posisi Buy On Weakness sepertinya masih terlihat menarik untuk dilakukan pada saham-saham ASII, dan UNTR.
Sementara itu, regional kembali terkapar di zona merah diawal perdagangan Asia kali ini, dan kemungkinan bursa sepanjang hari ini akan bervariasi.
Tekanan datang setelah bursa AS semalam tergerus karena kecemasan investor terhadap meningkatnya imbal hasil obligasi Italia dan sejumlah negara Eropa.
Hal ini mengindikasikan pasar masih ragu untuk kembali aktif melakukan pembelian aset-aset berisiko lebih jauh sebelum ada katalis tambahan. Ketenangan yang mengangkat bursa saham akhir pekan akan tergantung dengan seberapa kredibel pemimpin baru dan langkah Italia dalam pandangan investor.
Kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa masih mendominasi pergerakan pasar keuangan minggu ini. Yield obligasi Italia, yang menembus 7% minggu lalu, menjadi indikator kondisi keuangan zona euro.
Sepanjang pekan ini, investor akan disuguhkan data ekonomi penting AS, diantaranya Retail Sales, Business Inventories, PPI, Empire State Manufacturing, dirilis hari Selasa. Rabunya, CPI dan Industrial Production. Housing Starts dan Philadelphia Fed survey hari Kamis. Dan Jumatnya, Leading Indicators.
Selain data AS, hari ini, investor akan disuguhkan data CPI Inggris, GDP zona euro dan ZEW survey Jerman.
Review IHSG
Mengawali perdagangannya di minggu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengantongi penguatan sebesar 54 poin, dan kembali bertengger di atas level 3.800
Membaiknya situasi di Eropa menjadi katalis positif bagi bursa global, sehingga membuat indeks domestik turut terangkat naik.
Dua Negara yang bermasalah, yaitu Italia dan Yunani kini sudah mempunyai Perdana Menteri yang Baru. Kedua Negara tersebut kini tengah berupaya untuk menyusun kebijakan baru agar bisa terhindar dari krisis utang.
Namun, begitu para investor sepertinya masih ragu-ragu untuk masuk pasar, hal ini terlihat dari sepinya transaksi.
Sementara itu, seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia kompak menghijau. Tiga sektor yang berhasil mencetak penguatan terbesar di antaranya adalah sektor aneka industri yang naik 3,4%, sektor manufaktur naik 2,12%, dan sektor industri dasar naik 1,92%.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (14/11/2011), IHSG menguat 54,155 poin (1,43%) ke level 3.833,040. Sementara Indeks LQ 45 naik 11,044 poin (1,64%) ke level 682,919.
Saham-saham yang naik diantaranya Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), United Tractor (UNTR), dan Adira Finance (ADMF).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Tembaga Mulia (TBMS), Multibreeder (MBAI), dan Multi Prima (LPIN)
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pembentukan pola white marubozu pada candlestick telah mengkonfirmasi kemenangan buyer setelah terbentuknya pola doji di perdagangan sebelumnya. pola tersebut juga menjadi indikasi bullish continuation. Indikator RSI terlihat masih positif, sementara stochastic kembali berpeluang golden cross. Pendapat kami masih belum berubah, bahwa saat ini IHSG sedang menguji resistance di 3.875. Penembusan resistance tersebut bisa membuka potensi penguatan menuju area 4.000 – 4.050. Sedangkan level support IHSG kini bergeser ke area 3.780, jika ditembus, maka support berikutnya akan muncul di area 3.750 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780 – 3.875.
R3 3,905
R2 3,869
R1 3,851
Pivot 3,815
S1 3,797
S2 3,761
S3 3,743
Stock Pick
GTBO
Secara trend, GTBO terlihat bullish, hal ini ditunjukkan dengan garis trend serta moving average yang masih uptrend. Trend bullish GTBO terkonfirmasi sejak terjadinya breakout resistance di 260. Kini harga telah berada di atas FR 261.8%, dan masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya menuju target FR 423.6% di area 700. Namun begitu, perlu diwaspadai pula bahwa saat ini indikator RSI dan stochastic sudah masuk overbought. Selain itu, terdapat pula penurunan pada volume. Kondisi tersebut bisa memungkinkan harga sewaktu-waktu melakukan koreksi.
Rekomendasi : Take Profit.
Support : 430, 370
Resistance : 600, 700
BBTN
Moving average yang bergerak di bawah harga masih menunjukkan potensi bullish bagi BBTN. Sementara itu, indikator RSI bergerak netral, namun stochastic masih menunjukkan sinyal negatif. Kami melihat bawah saat ini BBTN sedang membentuk pola inverted head and shoulders. Penembusan resistance neckline di 1.490 bisa memberi konfirmas bullish reversal, dengan target pertama di 1.650 (FR 161.8%), hingga target inverted (H&S) di area 1.950.
Rekomendasi : Hold, and buy break 1.490, stop loss 1.380, target 1.650 – 1.950.
Support : 1.380, 1.350
Resistance : 1.490, 1.540
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



