IHSG belum sepenuhnya bangkit
Jakarta, Strategydesk - IHSG kemarin sore ditutup diatas resisten pertama 3725 sehingga ditutup dengan signal positif. Akan tetapi, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam masih melanjutkan penurunannya dan ditutup dibawah level psikologis 11500. Sentimen negatifnya diperkirakan akan membuat IHSG bergerak mixed di kisaran 3710-3750. Jika suport 3710 gagal bertahan, posisi Buy On Weakness sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG sudah memasuki kisaran 3600-3650.
Sementara itu, bursa regional mengalami tekanan diawal perdagangannya kali ini dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir perdagangan. Kejatuhan saham-saham pertambangan dan teknologi, menjadi pemimpin merosotnya bursa regional dimana kedua sektor tersebut yang sebagian besar ekspor terancam mengalami penurunan laba bilamana situasi ekonomi global kembali menurun.
Kecemasan akan perlambatan ekonomi global ditenggarai laporan PDB AS pada kuartal ketiga sebesar 2,0% dari 2,5%. Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi AS ini, membuat pasar benar-benar dikhawatirkan situasi ekonomi global. Selain itu, tersirat kabar bahwa lembaga pemeringkat Fitch Rating berencana akan memberikan outlook negatif terhadap utang AS dalam waktu dekat ini.
Sentimen pasar juga masih dibayangi Eropa, , dimana masih berharap ECB mau turun tangan membeli lebih banyak obligasi. Semakin banyak desakan agar ECB berperan lebih aktif mengatasi krisis. Para pemimpin baru di Yunani, Italia dan Spanyol berjuang untuk mengimplementasikan program pengetatan untuk menyelamatkan negara dari ancaman bangkrut. Pasar perlu bukti para pemimpin baru itu mampu memberikan perubahan, dan ini perlu waktu.
Perlu diperhatikan adalah Moody’s Investor Service mengatakan kenaikan yield obligasi dan suramnya prospek ekonomi domestik bisa negatif untuk rating Perancis. Meski tidak berencana untuk mengubah rating Perancis dalam waktu dekat, Moody memandang kenaikan yield untuk waktu yang lama bisa memberikan tantangan fiskal.
Sementara itu di AS, masalah utang juga sedang memanas. Panel reduksi utang, komisi khusus di Kongres, terindikasi gagal mencapai kesepakatan. Bersama dengan krisis utang Eropa, perkembangan di AS ini semakin membuat pasar resah akan ancaman resesi global. Bila krisis utang Eropa memburuk dan AS kena efeknya, ekonomi global bisa mengalami krisis yang ditakutkan lebih buruk dari 2008.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terbebas dari tekanan. Pada perdagangan kemarin IHSG rebound 55 poin dan kembali bertahta di atas level 3.700.
Rebound IHSG ini seiring dengan membaiknya bursa regional. Pelaku pasar kembali pede untuk masuk karena tergiur oleh saham-saham yang sudah terdiskon.
Aksi bargain hunting ini marak terjadi di berbagai sektor, termasuk sektor komoditas dan finansial. Sembilan sektor berhasil mengerek IHSG ke area positif, dipimpin sektor aneka industri yang naik 2,25%. Kemudian disusul sektor manufaktur dan sektor industri dasar yang masing-masing menguat 2,06%, dan 2,11%..
Menutup perdagangan, Selasa (22/11/2011), IHSG menguat 55,703 poin (1,51%) ke level 3.735,532. Sementara Indeks LQ 45 naik 11,431 poin (1,76%) ke level 660,020.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Astra Internasional (ASII), HM Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Multibreeder (MBAI), Dian Swastatika (DSSA), Surya Citra (SCMA), dan Samudera Indonesia (SMDR).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Masih bertahan di atas support MA 55 dengan membentuk pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal bagi IHSG. Namun kondisi IHSG saat ini masih belum aman karena masih tertahan di resistance 3.750. Indikator stocastic masih dead cross serta RSI yang downtrend juga menunjukkan bahwa seller masih dominan. IHSG baru akan terbebas dari trend turunnya saat ini jika berhasil menembus resistance 3.750 untuk taregt bullish menuju area 3.800 – 3.833. Sedangkan alur bearish akan berlanjut jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.680, untuk target bearish menuju area 3.624 – 3.580. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.700 – 3.750.
R3 3,822
R2 3,779
R1 3,757
Pivot 3,714
S1 3,693
S2 3,650
S3 3,628
Stock Pick
BBKP
Mampu bertahan di atas support channel dengan membentuk pola bullish engulfing pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal bagi BBKP. Kondisi ini didukung pula dengan stochastic yang mulai berpotensi golden cross di area oversold serta RSI yang mulai bergerak uptrend. Kami melihat bahwa saat ini BBKP berpeluang rebound lebih jauh untuk menguji resistance di 650. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish reversal menuju area 680 – 710.
Rekomendasi : Buy @630, stop loss 600, target 680
Support : 600, 580
Resistance : 650, 680
ADRO 
Sudah berada di area support dengan membentuk pola piercing line pada candlestick, bisa menjadi indikasi reversal bagi ADRO. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai oversold dan berpeluang golden cross. Kami melihat adanya potensi rebound bagi ADRO untuk meraih resistance, sekaligus terdapatnya gap di area 1.960. Penembusa resistance tersebut akan memberi potensi penguatan lanjutan menuju area 2.000 – 2.100.
Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 1.850, target 2.000
Support : 1.850, 1.720
Resistance : 1.960, 2.000
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



