IHSG bakal bervariasi
Anda percaya bahwa krisis Italia bakal selesai dalam semalam? Keberhasilan Italia dalam menjual surat hutang berjangka waktu 1 tahun, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) mengalami rebound 0,96%. Meskipun demikian, kenaikan tersebut terlihat lebih kami lihat sebagai resisten testing, dibandingkan dengan sebuah signal positif.
IHGS hari ini sepertinya bakal bergerak bervariasi pada kisaran 3748-3825. Jika IHSG bergerak naik, kami lebih menyarankan untuk profit taking atas posisi jangka pendek dengan strategi Sell On Strength. Jika suport di 3748 gagal bertahan, akumulasi atas posisi jangka menengah sebaiknya hanya dilakukan jika IHSG sudah mencapai kisaran 3525-3650.
Saham Asia berusaha bangkit hari ini setelah bertumbangan kemarin karena gejolak politik dan kenaikan yield obligasi Italia.
Pasar membaik setelah situasi politik di Italia membaik, di mana Perdana Menteri Silvio Berlusconi menarik tuntutannya untuk menggelar pemilu. Ditambah dengan turunnya yield obligasi karena spekuasli ECB sibuk memborong obligasi negara itu. Selain itu, para pemimpin Yunani sepakat menunjuk perdana menteri baru.
Selama berita baik datang dari Eropa, bursa regional akan perlahan-lahan pulih. Tapi diperlukan waktu untuk meraih kembali poin yang hilang kemarin. Investor masih enggan mendorong harga secara substansial bila masih ada ketidakpastian.
Review
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatannya. Pada perdagangan kemarin, indeks domestik tersebut jatuh lebih dari 70 poin.
Aksi jual kembali marak di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul keluarnya dana asing. Para investor juga masih khawatir masalah krisis utang Eropa yang hingga kini belum jelas penanganannya.
Di tengah situasi seperti itu, pelaku pasar memilih untuk mengamankan portofolionya dengan melakukan profit taking. Sepanjang perdagangan, IHSG tidak diberi kesempatan untuk masuk zona hijau.
Semua indeks sektoral BEI melemah. Penurunan terparah dialami oleh sektor industri dasar yang jatuh 3,09%. Disusul, sektor manufaktur yang tertekan 2,25%, juga sektor aneka industri yang melemah 2,20%.
Menutup perdagangan, Kamis (10/11/2011), IHSG melemah 73,482 poin (1,91%) ke level 3.783,881. Sementara Indeks LQ 45 turun 15,423 poin (2,24%) ke level 673,863.
Saham-saham yang turun cukup dalam antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Surya Toto (TOTO).
Sedangkan saham-saham yang berhasil naik diantaranya Dian Swastatika (DSSA), Central Omega (DKFT), Multibreeder (MBAI), dan Surya Citra (SCMA).
Ulasan Teknikal
Pola bearish engulfing yang terbentuk pada candlestick bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Namun begitu, IHSG masih mampu mempertahankan support-nya di area 3.780, dan bertahan di atas MA 10. Untuk itu, secara trend IHSG masih tetap bullish, dan masih berpeluang untuk kembali menguji resistance kuatnya di 3.875. Sementara trend bearish akan didapat jika IHSG kembali bergerak di bawah support 3.780 tersebut, untuk proyeksi bearish di area 3.700 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.800.
Rekomendasi

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG
- IHSG masih dalam konsolidasi



