Home sales, durable orders AS diperkirakan turun
Tanggal July 21, 2008 / 4:09 am. Oleh: Nizar Hilmy
Penjualan rumah di AS kemungkinan turun pada Juni, di saat krisis perumahan, yang menghambat ekonomi serta membuat konsumen dan perusahaan mengurangi pembelanjaan, memasuki tahun ketiga.
Menurut prediksi, selama Juni, penjualan rumah bekas (existing home sales) diperkirakan turun 1,0% menjadi 4,94 juta unit dan rumah baru (new home sales) diperkirakan akan turun 1,8% menjadi 503.000 unit.
National Association of Realtors (NAR) akan mengumumkan laporan existing home sales pada 24 Juli nanti. Sedangkan laporan new home sales akan diumumkan oleh Departemen Perdagangan AS hari selanjutnya.
Krisis sektor perumahan terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930an, yang diperburuk oleh krisis kredit, semakin menekan ekonomi AS. Selain itu, kenaikan harga bahan baku dan menurunnya permintaan akan membuat perusahaan mengurangi pembelanjaan dalam rangka mempertahankan laba.
Sementara itu, durable goods orders, atau permintaan akan barang-barang yang dapat bertahan di atas 3 tahun, kemungkinan juga akan turun. Durable goods orders diperkirakan turun 0,3% pada Juni. Sedangkan di luar sektor transportasi, orders akan turun 0,2%. Laporan tersebut akan diumumkan oleh Departemen Perdagangan Jumat nanti.
Penjualan rumah di AS kemungkinan turun pada Juni, di saat krisis perumahan, yang menghambat ekonomi serta membuat konsumen dan perusahaan mengurangi pembelanjaan, memasuki tahun ketiga.
Menurut prediksi, selama Juni, penjualan rumah bekas (existing home sales) diperkirakan turun 1,0% menjadi 4,94 juta unit dan rumah baru (new home sales) diperkirakan akan turun 1,8% menjadi 503.000 unit.
National Association of Realtors (NAR) akan mengumumkan laporan existing home sales pada 24 Juli nanti. Sedangkan laporan new home sales akan diumumkan oleh Departemen Perdagangan AS hari selanjutnya.
Krisis sektor perumahan terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930an, yang diperburuk oleh krisis kredit, semakin menekan ekonomi AS. Selain itu, kenaikan harga bahan baku dan menurunnya permintaan akan membuat perusahaan mengurangi pembelanjaan dalam rangka mempertahankan laba.
Sementara itu, durable goods orders, atau permintaan akan barang-barang yang dapat bertahan di atas 3 tahun, kemungkinan juga akan turun. Durable goods orders diperkirakan turun 0,3% pada Juni. Sedangkan di luar sektor transportasi, orders akan turun 0,2%. Laporan tersebut akan diumumkan oleh Departemen Perdagangan Jumat nanti.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jadwal Earnings Jepang 30 Januari - 10 Februari 2012
- Jadwal Libur Pasar Keuangan AS, Asia 2012
- ECB terseret polemik krisis
- Bayang-bayang Lehman Brothers hantui politisi & bankir Eropa
- Negara pengutang terbesar di dunia
- Yunani sebaiknya keluar dari euro?
- Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
- Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB
- Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa
- Dapatkah QE 2 pulihkan ekonomi AS?
- The Fed bersiap luncurkan stimulus (lagi)?
- Akankah Jepang intervensi yen?
- Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
- Pasar sambut earnings season
- Apakah euro menuju paritas dollar?



