Hang Seng terkoreksi 1,7%
Jakarta, Strategydesk - Indeks Hang Seng terkoreksi hari ini, mengakhiri rally yang telah berlangsung selama enam sesi, karena aksi jual setelah data PDB AS mengecewakan dan Beijing ternyata tidak melakukan pelonggaran kebijakan di saat liburan Imlek.
Invetor kecewa karena pemerintah China tidak memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) seperti yang diperkirakan. Barclays Capital Asia , JPMorgan Chase dan Industrial Bank pernah mengatakan GWM kemungkinan turun menjelang festival Imlek, hal ini mendorong permintaan dana tunai.
Ekonomi AS tumbuh 2,8% selama kuartal keempat berkat pembelanjaan konsumen. Meski kinerja itu terbaik dalam 1,5 tahun terakhir, angka itu lebih rendah dari prediksi 3,0%. Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,66% di 20.160,41. Sedangkan indeks H-Shares anjlok 2,63% ke 11.145,60.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



