Hang Seng stabil jelang data inflasi China
Jakarta, Strategydesk - Indeks Hang Seng mencatat hasil positif untuk tiga sesi berturut-turut, berhasil mempertahankan penguatannya, ditopang oleh saham komoditas, mengabaikan kejatuhan di Shanghai, menjelang data inflasi China.
Saham komoditas terangkat oleh kenaikan harga loham mulia dan industri, dengan emas mencapai level tertinggi dalam empat minggu terakhir karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa.
Indeks juga naik mengikuti penguatan Wall Street dan optimisme pemerintah China akan membantu bursa saham domestik. Optimisme itu datang menyusul pernyataan Ketua Komisi Bursa China Guo Shuqing yang mengatakan pemerintah akan lebih membuka bursa saham ke investor asing dan memperbesar peran investor institusional.
Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,78% di 19.151,94. Sedangkan indeks H-Shares naik 0,99% di 10.517,07. Sementara itu indeks Shanghai melemah 0,42% jadi 2.276,05.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



