Hang Seng rebound, diangkat data AS
Jakarta, Strategydesk - Indeks Hang Seng rebound hari ini, setelah terjerembab di zona merah selama enam sesi berturut-turut, karena data ekonomi AS dan ekspektasi Beijing akan melonggarkan kebijakan moneternya.
Sentimen pasar terbantu oleh data ekonomi AS yang cukup baik. Initial jobless claims turun sebesar 19.000 minggu lalu ke 306.000, terendah sejak Mei 2008. Indeks manufaktur Philadelphia naik ke 10,3 di Desember dari 3,6 di bulan sebelumnya. Sedangkan Indeks manuafaktur New York, atau Empire Manufacturing naik ke 9,53 di bulan ini dari 0,61 bulan lalu. Kedua indeks itu mengindikasikan sektor tersebut di kawasan Midwest dan Timur (east coast) menggeliat kembali.
Namun investor tetap cemasan dengan perkembangan di Eropa dan khawatir dengan prospek perlambatan ekonomi China. Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,4% di 18.285,39, tapi melemah 1,6% minggu ini. Muncul spekulasi di siang hari bahwa China akan segera mengumumkan pemangkasan Giro Wajib Minimum menyusul pemangkasan dua minggu lalu.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



