Hang Seng flat pasca data inflasi China
Jakarta, Strategydesk - Indeks Hang Seng berakhir flat hari ini, dalam perdagangan yang fluktuatif, setelah data inflasi China yang buruk dan ketidakpastian masalah utang Yunani membuat investor resah.
Inflasi selama bulan lalu naik 4,5% dari periode sama tahun lalu, data resmi menunjukkan hari ini, mencerminkan efek liburan Imlek yang mendorong harga konsumen. Kenaikan tajam ini bisa memperumit upaya pemerintah merangsang pertumbuhan yang melambat ke 8,9% pada kuartal keempat 2011, terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Kenaikan ini juga dapat mengurangi kemungkinan Beijing akan melonggarkan kebijakannya dalam waktu dekat.
Sentimen investor juga tertekan oleh tarik ulur penyelesaian masalah utang Yunani, dengan tak selesainya pembicaraan antara pemerintah dan pemimpin partai dalam menyepakati poin-poin penghematan yang diperlukan untuk mendapatkan bailout kedua.
Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,04% di 21.010. Sedangkan indeks H-Shares turun 0,3% di 11.669,15.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000
- Selama 5 sesi, Hang Seng jatuh
- Karena Yunani, Nikkei & Kospi jatuh lagi



