Greenspan: Yunani hampir pasti default
Jakarta, Strategydesk - Mantan ketua the Fed Alan Greenspan mengatakan Yunani hampir pasti default dan bisa menjerumuskan ekonomi AS kembali ke resesi.
“Masalahnya adalah sistem politiknya gagal bekerja untuk mengatasi krisis Yunani. Kemungkinan Yunani tidak default amatlah kecil,” katanya.
Obligasi pemerintah Yunani anjlok, mendorong yield bertenor dua tahun mencapai 30 % untuk pertama kalinya, setelah Perdana Menteri George Papandreou gagal mendapat dukungan atas rencana pengetatan tambahannya. Hal ini menimbulkan spekulasi Yunani tidak akan mampu memenuhi kewajibannya. Lebih dari 20000 turun ke jalan di Athena minggu ini memprotes rencana pemotongan gaji dan kenaikan pajak.
“Kemungkinan Yunani default begitu tinggi hingga bisa dikatakan tidak ada jalan keluar,” kata Greenspan yang memimpin the Fed dari 1987 sampai 2006. Menurutnya, hal itu bisa membuat bank AS rugi besar.
“Krisis utang Yunani berpotensi menjerumuskan AS kembali ke resesi. Tanpa masalah Yunani, kemungkinannya rendah. Tidak ada momentum dalam sistem yang mengindikasikan kepadaku bahwa AS akan mengalami double dip,” katanya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



