Goldman Sachs pangkas proyeksi PDB dunia
Jakarta, Strategydesk - Goldman Sachs Group Inc, memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini dan depan, sekaligus memperkirakan Jerman dan Perancis terjerumus ke resesi.
Ekonomi dunia kemungkinan tumbuh 3,8% tahun ini dan 3,5% tahun depan, turun dibandingkan proyeksi sebelumnya 3,9% dan 4,2%, ekonom Goldman Sachs Jan Hatzius dan Dominic Wilson menuliskan dalam laporannya kemarin.
Memburuknya situasi ekonomi di zona euro membuat kami menurunkan proyeksi PDB global secara signifikan,“ kata kedua ekonom itu. “Dalam beberapa kuartal ke depan, kami memperkirakan resesi ringan menyerang Jerman dan Perancis, dan resesi besar di negara lemah.”
Goldmans Sachs memprediksikan zona euro hanya akan tumbuh 0,1% di 2012, turun tajam dari proyeksi sebelumnya 1,3%. Hedge fund itu memperkirakan kawasan itu tumbuh 1,6% tahun ini. Kedua ekonom itu juga memperkirakan ECB akan memperlonggar kebijakan likuiditasnya dan memangkas suku bunga sebesar 50 bps sampai 1% pada Desember.
Hatzius dan Wilson juga memangkas proyeksi PDB AS, dengan menyebut efek dari Eropa, terutama terkait kondisi finansial, sebagai alasannya. “Kami kini melihat probabilitas resesi di AS sebesar 40%,” kata mereka. Menurut mereka, ekonomi AS akan tumbuh 1,7% tahun di 2011 dan 1,4% di 2012, turun dari angka sebelumnya 2%.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



