Genjot kredit, China turunkan GWM
Jakarta, Strategydesk - Bank Sentral China memangkas rasio kecukupan modal bank dalam rangka menggenjot perkreditan dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
PBOC Sabtu lalu mengatakan akan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5%, efektif pada 24 Februari. GWM adalah jumlah dana yang harus disimpan sebagai cadangan. Rasio kecukupan modal bank besar akan turun ke 20,5% setelah pemangkasan itu. Para analis mengatakan langkah itu merupakan sinyal otoritas memperhatikan prospek pertumbuhan. Mereka memperkirakan keputusan ini bisa menambah sekitar 400 miliar yuan ke sistem keuangan.
Langkah ini datang setelah data yang menunjukkan kredit perbankan tahun ini rendah, meningkatkan kecemasan salah satu pendorong ekonomi menjadi lemah. Institusi keuangan mengucurkan 738,1 miliar yuan pinjaman baru selama Januari, turun 29% dari periode sama tahun lalu.
Ekonomi China menunjukkan tanda-tanda perlambatan, akibat krisis utang Eropa yang menggerus ekspornya. Partai Komunis China berusaha menjaga pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua dunia itu, sembari tetap mengendalikan inflasi. Pemerintah memang pernah memperingatkan inflasi masih di atas target.
“Tekanan perlambatan ekonomi datang di saat tekanan harga,” kata Jin Qi, Asisten Gubernur PBOC. Para analis mengatakan pernyataan itu berarti pemangkasan dilakukan bertahap. Sebelum ini, PBOC memangkas GWM pada Nopember lalu, yang merupakan pertama kalinya sejak 2008.
Para pembuat kebijakan memang selama ini cemas dengan pertumbuhan di tengah krisis utang Eropa, tapi di sisi lain juga khawatir kebablasan. Stimulus awal yang diluncurkan ketika krisis finansial global 2008 ternyata membuat inflasi melonjak, harga properti meroket, dan bank tereksposur dengan risiko kredit macet dari proyek pemerintah lokal.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



