Genjot kredit, China turunkan GWM

Tanggal February 20, 2012 / 11:18 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Bank Sentral China memangkas rasio kecukupan modal bank dalam rangka menggenjot perkreditan dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

PBOC Sabtu lalu mengatakan akan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5%, efektif pada 24 Februari. GWM adalah jumlah dana yang harus disimpan sebagai cadangan. Rasio  kecukupan modal bank besar akan turun ke 20,5% setelah pemangkasan itu. Para analis mengatakan langkah itu merupakan sinyal otoritas memperhatikan prospek pertumbuhan. Mereka memperkirakan keputusan ini bisa menambah sekitar 400 miliar yuan ke sistem keuangan.

Langkah ini datang setelah data yang menunjukkan kredit perbankan tahun ini rendah, meningkatkan kecemasan salah satu pendorong ekonomi menjadi lemah. Institusi keuangan mengucurkan 738,1 miliar yuan pinjaman baru selama Januari, turun 29% dari periode sama tahun lalu.

Ekonomi China menunjukkan tanda-tanda perlambatan, akibat krisis utang Eropa yang menggerus ekspornya. Partai Komunis China berusaha menjaga pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua dunia itu, sembari tetap mengendalikan inflasi. Pemerintah memang pernah memperingatkan inflasi masih di atas target.

“Tekanan perlambatan ekonomi datang di saat tekanan harga,” kata Jin Qi, Asisten Gubernur PBOC. Para analis mengatakan pernyataan itu berarti pemangkasan dilakukan bertahap.  Sebelum ini, PBOC memangkas GWM pada Nopember lalu, yang merupakan pertama kalinya sejak 2008.

Para pembuat kebijakan memang selama ini cemas dengan pertumbuhan di tengah krisis utang Eropa, tapi di sisi lain juga khawatir kebablasan. Stimulus awal yang diluncurkan ketika krisis finansial global 2008 ternyata membuat inflasi melonjak, harga properti meroket, dan bank tereksposur dengan risiko kredit macet dari proyek pemerintah lokal.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account