Geithner: AS-China makin pererat hubungan ekonomi
Jakarta, Strategydesk - AS dan China akan bekerja sama dan membangun hubungan ekonomi yang lebih erat melalui dialog, kata Menteri Keuangan AS Timothy Geithner.
Dalam dua hari ke depan, kita akan punya kesempatan untuk membahas peluang dalam hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Geithner dalam pembukaan Dialog Strategis AS-China ketiga yang diselenggarakan di Washington DC.
“Kedua pihak akan membahas serangkaian isu dan berbagi pandangan mengenai tantangan yang dihadapi baik dalam konteks domestik maupun secara global,” katanya. Geithner juga menyatakan keyakinannya kedua negara telah mencapai kemajuan signifikan dalam memperkuat hubungan ekonomi.
Pertemuan dua hari itu diketuai bersama oleh Geithner, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan dan Penasihat Dewan China Dai Bingguo.
Clinton mengatakan kedua negara itu punya besar bagi pemulihan ekonomi global, dan kerjasamadi antaranya akan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dunia yang berkesinambungan.
Selain ekonomi, kedua negara membahasa serangkaian isu lainnya, seperti HAM dan pertahanan. Mengenai ekonomi, Geithner mengatakan China telah membuat banyak perubahan dalam kebijakan ekonomi di beberapa tahun terakhir, termasuk apresiasi mata uangnya dan perlindungan hak cipta. Namun, Geithner masih menekankan pentingnya China menerapkan sistem nilai tukar yang fleksibel.
Selain itu, AS juga menggunakan pertemuan ini untuk mendorong isu sensitif lainnya, mengimbau China untuk lebih membuka sektor keuangannya.
China adalah mitra dagang terbesar kedua AS dan pasar ekspor terbesar ketiganya, dengan nilai perdagangan bilateral sekitar $385 miliar pada 2010, menurut data Bea Cukai China.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



