Gagal bertahan di atas 3.915, IHSG bergerak bearish

Tanggal January 12, 2012 / 9:16 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Peringatan dari Fitch Rating kepada ECB untuk segera melakukan pembelian obligasi untuk mencegah kehancuran dari EURO, serta ancaman Fitch Rating akan menurunkan peringkat dari surat hutang Prancis, telah membuat bursa Eropa dan Amerika terkoreksi pada pergerakan semalam. Meskipun demikan, koreksi tersebut belum memberikan signal bearish, setidaknya pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) karena koreksi tipis 0,1% yang terjadi pada indeks ini membuat suport 12.394 masih bisa bertahan.
IHSG kemarin memberikan signal bearish setelah gagal ditutup diatas suport pertama, 3915.  Signal bearish ini membuka peluang terjadinya koreksi lanjutan untuk menguji suport di kisaran 3848-3924. Itu yang membuat IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat turun pada kisaran 3848-3954. IHSG hanya memberikan signal positif jika mampu ditutup diatas resisten 3954.
Selama suport 3821 masih bertahan, IHSG masih berada dalam trend naik jangka menengah.  Meskipun demikan, pemodal sebaiknya sangat berhati-hati karena koreksi yang terjadi lebih diakibatkan oleh krisis Eropa yang memanas.  Jika suport 3900 ditembus, trend jangka pendek IHSG berubah menjadi turun. Pemodal sebaiknya lebih mementingkan profit taking atas posisi jangka pendek jika IHSG bergerak naik dalam beberapa hari kedepan. 

Global Outlook
P
eringatan dari Fitch Rating kepada ECB untuk segera melakukan pembelian obligasi untuk mencegah kehancuran dari EURO, serta ancaman Fitch Rating akan menurunkan peringkat dari surat hutang Prancis, telah membuat bursa Eropa dan Amerika terkoreksi pada pergerakan semalam. Meskipun demikan, koreksi tersebut belum memberikan signal bearish. Bursa AS belakangan ini berkinerja cukup baik, dimana serangkaian data ekonomi memperlihatkan hasil positif ditambah ekspektasi sejumlah laporan keuangan yang mengesankan.
Kendati sentimen pasar masih tetap negatif terhadap pergerakan saham maupun mata uang berisiko termasuk euro karena belum adanya resolusi jelas untuk mengatasi krisis utang Eropa. Pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Direktur IMF Christine Lagarde hanya menghasilkan retorika. Mereka memang membahas upaya untuk mengatasi krisis dan perkembangan di Yunani, tapi tidak ada hal yang baru.
Euro masih rentan akan gejolak menjelang beberapa even penting dari Eropa selama beberapa hari ke depan.  Sulit bagi euro untuk bisa kembali ke $1,30 tanpa adanya faktor pendukung yang solid.
ECB dan BOE akan mengumumkan keputusan suku bunga hari ini, kemungkinan tidak berubah, tetap di 1,0% dan 0,5%. Tapi di tengah ancaman resesi, ECB cepat atau lambat harus memangkas rate lagi. Di hari yang sama, Spanyol dan Italia akan menggelar lelang obligasi. Lelang obligasi di kedua negara itu dicermati, apakah terjadi kenaikan yield, atau permintannya rendah.
Data inflasi China yang dirilis hari ini, menunjukkan kenaikan 4,1% di Desember dari perkiraan 4,0% dimana sebelumnya 4,2%, untuk tahun ke tahun. Sedangkan data lainnya, seperti inflasi Jerman, Industrial dan Manufacturing Production Inggris, Jobless Claim dan Retail Sales AS.

Review IHSG
G
agal mempertahankan gain-nya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona nerah pada perdagangan kemarin.
Posisi IHSG yang sudah overbought pasca kenaikannya dalam dua hari terakhir membuat investor tertarik untuk melakukan aksi profit taking. Selain itu, pelaku pasar masih diliputi kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang tak kunjung usai.
Sembilan sektor mengalami penurunan, koreksi terbesar dialami sektor konsumer yang turun sebesar 1,57%. Diikuti, sektor aneka industri yang turun 1,34%, juga sektor perdagangan yang jatuh 1,34%. Adapun, satu-satunya sektor yang masih bertahan adalah sektor perkebunan yang menguat sebesar 0,13%.
Menutup perdagangan, Rabu (11/1/2012), IHSG turun 29,202 poin (0,75%) ke level 3.909,640. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 5,987 poin (0,86%) ke level 691,523.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Dian Swastatika (DSSA), Gudang Garam (GGRM), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Multi Bintang (MLBI), HM Sampoerna (HMSP), Merck (MERK), dan Tembaga Mulia (TBMS).

Ulasan Teknikal
IHSG

G
agal bertahan di atas resistance 3.950 dan membentuk pola dark cloud cover pada candlestick, bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Sinyal negatif lainnya juga terlihat dari indikator stochastic yang sudah overbought dan berpeluang dead cross. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan kembali menguji support-nya di 3.900. Jika ditembus, maka koreksi IHSG bisa berlanjut menuju area 3.875. Namun begitu, secara keseluruhan IHSG masih tetap bullish selama mampu bertahan di atas 3.875 tersebut. Dan trend bullish hanya bisa berlanjut jika IHSG mampu ditutup di atas level 3.950, untuk target penguatan menuju arae 4.050 – 4.150. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.875 – 3.940.

R3    3,995
R2    3,975
R1    3,942
   
Pivot    3,922
   
S1    3,890
S2    3,870
S3    3,837

Stock Pick
HEXA

P
ergerakan HEXA sepertinya sedang membentuk pola rising wedge, sebuah indikasi reversal setelah harga menyentuh resistance 9.100. Indikator stochastic dan RSI pun masih berada di area negatif, sementara MA 10 sudah menunjukkan pola downtrend. Selain itu support HEXA di 8.750 telah berhasil ditembus. Untuk itu, kami melihat bahwa koreksi HEXA masih akan berlanjut untuk menguji support terdekatnya di 8.500. Jika support ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju area 7.950 (FR 50%), hingga area 7.300 (target rising wedge).
Rekomendasi     : Sell
Support                : 8.500, 8.200
Resistance         : 8.750, 9.100

INTP

M
oving average 55 masih bergerak di bawah, menunjukkan bahwa trend keseluruhan INTP masih bullish. Namun untuk jangka pendek terlihat adanya ruang koreksi bagi INTP setelah harga tertahan di area resistance 18.700. Indikator RSI mulai terlihat downtrend, sementara stochastic dead cross di area overbought. Saat ini harga masih tertahan di area support MA 10 di 17.750. Penembusan support tersebut akan memberi potensi koreksi lanjutan menuju area 17.150 – 16.500 (FR 50%).
Rekomendasi    : Sell breakout 17.750.  Buy back @16.500, stop loss breakout 16.000, target 17.500.
Support               : 17.150, 16.500
Resistance         : 17.950, 18.700

Rekomendasi
Stock Screener


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account