G-20, ritel AS dorong minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini , mendekati level tertinggi dalam sebulan terakhir, menyusul hasil pertemuan G-20 dan data ekonomi AS yang mengurangi kecemasan soal ancaman resesi.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari kelompok itu mengakhiri pertemuan akhir pekan lalu dengan mengimbau Eropa agar menghasilkan solusi komprehensif untuk mencegah Yunani default, memperkuat sektor perbankan, dan mencegah penyebaran krisis, dengan 23 Oktober sebagai tenggat waktu. Berita ini semakin meyakinkan pasar bahwa pada tanggal itu, para pemimpin Eropa akan mengumumkan solusi yang dinanti-nanti untuk mengentaskan krisis.
Pasar semakin optimis menyusul pernyataan Ketua Komisi Ekonomi dan Moneter Eropa Olli Rehn yang mengatakan kejelasan rencana komprehensif akan datang dalam beberapa hari ke depan. Semua itu mengurangi kekhawatiran akan ancaman krisis finansial baru.
Minyak juga naik berkat data penjualan ritel AS yang menambah harapan ekonomi terbesar dunia itu akan menghindari resesi tahun ini. Data Jumat lalu menunjukkan penjualan ritel naik 1,1% selama September, terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Menurut analis, laporan ini positif baik untuk pasar energi maupun ekonomi secara keseluruhan.
Pada jam 12:41 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember naik 31 sen ke $87,11 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember naik 10 sen jadi $112,33 per barel.
Laju minyak juga dibantu oleh penguatan saham regional. Investor minyak sering mengacu pergerakan pada saham karena dianggap sebagai indikator sentimen. Oleh karena itu, mereka akan mencermati serangkaian laporan keuangan perusahaan besar AS minggu ini, seperti Citigroup, Goldman Sachs, Apple, Coca-Cola dan Bank of America.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



