Fundamental ekonomi China masih solid

Tanggal July 28, 2010 / 11:24 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Bank Sentral China (PBOC) mengakui ekonomi melambat, namun mengatakan pertumbuhan akan stabil kembali dan tidak akan ada ancaman double dip. 

Dalam situsnya, PBOC mengatakan fundamental ekonomi masih solid. Menurutnya, berkurangnya ketergantung dengan ekspor juga berarti krisis fiskal Eropa tidak akan berdampak banyak ke ekonomi China. PBOC memang mengakui perkembangan terakhir mengindikasikan perlambatan pertumbuhan, namun fundamental tetap kuat, hingga tidak akan terjadi double dip.

Menurutnya, perlambatan PDB di kuartal kedua adalah koreksi menyusul pertumbuhan pesat di kuartal sebelumnya dan merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk meredam aksi spekulasi di sektor properti. Langkah tersebut juga diambil untuk meredam kenaikan harga dan mencegah penggelembungan aset.

PBOC memperkirakan kredit bank baru akan mendekati target 7,5 triliun yuan tahun ini bila kenaikannya sesuai dengan level Juni. Pinjaman berdenominasi yuan selama semester pertama tahun ini mencapai 4,63 triliun yuan, turun sekitar 2,74 triliun yuan dibandingkan periode sama tahun lalu.

PBOC juga mengatakan ekonomi global terus membaik dan permintaan dari ekonomi yang pulih akan menutupi kemungkinan penurunan ekspor dari Eropa. Porsi ekspor ke AS, Jepang dan Eropa terus menurun karena perdagangan China semakin terdiversifikasi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account