Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
Jakarta, Strategydesk - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings melihat Yunani sudah bangkrut dan kemungkinan tidak akan mampu memenuhi pembayaran obligasinya pada Maret. Namun optimis proses default itu berjalan secara teratur.
“Itu akan terjadi, Yunani tak punya uang lagi, jadi akan default,” kata Edward Parker, salah satu Direktur Pelaksana Fitch kepada Reuters di sela-sela konferensi di Stockholm, Swedia. “Maka, hal ini nantinya tidak akan mengejutkan lagi,” lanjutnya. Menurutnya, Yunani tidak akan bisa membayar 14,5 miliar euro utang jatuh tempo pada 20 Maret nanti. “Rasio utang terhadap PDB-nya mencapai 160% dan bertambah, jadi tidak akan bisa bayar,” tukasnya.
Parker mengatakan pihaknya tetap memandang kesepakatan secara sukarela dari investor swasta untuk memangkas utang Yunani sama saja dengan default. “Kami sejak lama mengatakan jangan menempuh keterlibatan pihak swasta, kami akan menganggapnya seperti default. Itu sudah jelas default, tapi mereka mengganti istilah saja,” tambahnya.
Parker mengatakan skenario terburuk adalah kalau sampai default-nya berantakan. “Itu, bagi kami, situasi yang amat membahayakan, tapi kami yakin itu tidak akan terjadi, karena sudah pasti politisi Yunani dan Eropa tidak akan membiarkannya,” ujarnya. Salah satu skenario terbaik adalah negosiasi pengurangan utang berlanjut dan kesepakatan sukarela tercapai dan bila itu gagal, ia memperkirakan pertukaran utang secara paksa akan dilakukan dan diselesaikan selambatnya Maret.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru



