Faktor Timteng Angkat Minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini, mendekati level $100 per barel setelah Iran kembali mengancam akan menutup Selat Hormuz menyusul keputusan Uni Eropa mengembargo minyak Iran.
Kemarin Uni Eropa mengatakan akan menghentikan pembelian minyak dari Iran setelah Juli. Uni Eropa juga membekukan aset bank sentral Iran dan delapan entitas lainnya, serta melarang perdagangan emas, logam mulia, berlian dan produk petrokimia dari Iran. Sanksi ini diterapkan untuk menghentikan program nuklir Iran, yang dituduh Barat sebagai kedok untuk mengembangkan senjata. Iran berulang kali mengatakan program nuklirnya bertujuan damai.
Sebagai respon atas sanksi itu, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi seperlima output minyak dunia. Pejabat Parlemen Iran mengatakan bila ada gangguan terhadap penjualan minyak Iran, Selat hormuz akan ditutup. Pejabat itu menambahkan bila sampai AS macam-macam setelah penutupan selat, Iran siap membuat dunia tak aman bagi Amerika.
Kapal perang AS, Inggris dan Perancis kembalo berlayar ke Teluk Persia kemarin, meningkatkan ketegangan. Iran memperingatkan akan bertindak bila AS sampai mengerahkan kapal induknya ke selat itu.
Pasar mengamati apa yang akan terjadi dengan Iran. Pada jam 13:55 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 27 sen ke $99,85 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Maret menguat 22 sen jadi $110,80. Namun laju harga terhambat oleh masalah seputar Yunani, yang belum mencapai kesepakatan dengan kreditor terkait restrukturisasi utang.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Berkat bailout Yunani, minyak rally
- Minyak sentuh $105
- Faktor Iran, Yunani angkat minyak
- Masalah Yunani tekan minyak
- Ketegangan di Timteng angkat minyak
- Minyak naik ke $101 karena Iran
- Minyak naik setelah Yunani setujui penghematan
- Laporan API lambungkan minyak
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa



